
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hei.. hei tunggu.. apa yang kau lakukan.. "
Brakk....
suara keras nya benturan memenuhi jalanan yang padat akan orang yang sibuk dengan aktifitas nya masing masing.
Seorang pria paruh baya terlempar saat mempertahan kan barang dagangan nya, beberapa orang berpakaian hitam dengan ikat kepala kuning memporak porandakan barang para pedagang yang sedang berjualan.
"Serah kan upeti sebagai bentuk keamanan. Kalian terlalu berdiam diri setelah beberapa waktu dengan ketidak hadiran ketua kami disini. "
seorang pria dengan wajah bengis menarik paksa sebuah peti kecil di tangan pedangan yang tadi terlempar.
"Tolong... tolong ampuni kami tuan, putra ku sedang sakit di kediaman kami. kami membutuh kan banyak biaya untuk mengobati nya. "
pria paruh baya itu merangkak lalu merangkul kaki pria yang merampas peti milik nya.
"Cih...
bugh...
sebuah tendangan bersarang di wajah pria tua tersebut, hingga membuat darah mengalir dari kening nya yang terluka.
" Akh..... tolong.. tolong jangan ambil barang beharga milik kami.. "
Beberapa orang mulai ikut berteriak, para pengunjung dan orang orang yang datang ke tempat itu hanya berdiri mematung tanpa berani melakukan apapun. Sekelompok pria yang di kenal dengan sebutan Naga merah itu, merupakan perampok dan pembajak para pedagang yang berada di pusat kota, bahkan mereka tidak segan segan mengambil setiap nyawa yang benari menentang dan menghalangi pekerjaan mereka.
"Wah.. wah.. lihat lah para bajing*n ini, seperti lintah penghisap darah. "
Semua mata menoleh kearah suara yang terdengar sangat merdu namun begitu memprovokasi itu berada.
Seorang wanita menggunakan gaun hijau dan penutup wajah terlihat duduk dengan santai di salah satu kursi yang tadi sempat terkena amukan dari para bandit berbahaya tersebut.
Pria dengan wajah beringas itu segera melepas kan tubuh yang baru saja sempat dia cekal dengan kuat, di gerak kan kepala nya kekiri dan kekanan. Lalu berjalan dengan sombong kearah wanita yang baru saja muncul tanpa diundang.
"Ha-ha-ha.. nona, kau sangat berani datang dan melemparkan tubuh indah anda kepada kami. Apakah diri mu tidak sayang akan nyawa..? "
__ADS_1
para anak buah bandit tersebut terbahak saat mendengar apa yang pria itu katakan.
mereka juga secara bersamaan datang dan mendekat kearah pria berwajah beringas tersebut.
Wanita bergaun hijau tersebut menaikkan sebelah alis nya, lalu dengan anggun membuat gerakan untuk segera bangun dari duduk nya.
"Ya dewa.. aku harus melihat dari sisi mana sehingga kau dan kawanan mu bisa di nyatakan layak? cek.. cek.. cek.. "
wanita itu mengecap lidah nya, lalu menyilangkan tangan kedepan tubuh nya.
"Bahkan wanita di rumah bordir juga akan merasa jijik akan itu. "
Terdengar tawa renyah dari bibir yang tertutup cadar itu, hingga mengundang amarah para bandit.
"Nona.. jaga mulut mu itu, kau yang datang dan menyerah kan nya. "
di lirik nya para pria yang berada di balik tubuh nya.
"Tangkap wanita sialan itu, dan pasti kan dia akan memohon ampun saat melayani kita. "
pekik nya dengan suara keras memberi kan intruksi kepada teman teman nya.
Para pria dengan pedang di tangan masing masing berjalan maju dengan tawa jahat mereka menguar.
Tiga pria datang mendekat dengan wajah penuh bekas luka, mereka bahkan sesekali mengeluar kan lidah .
"Bersikap baik lah nona, kami akan memperlakukan anda dengan sangat baik.. "
ucap seorang pria maju dengan cepat dengan tangan yang di rentang kan.
Sesuatu yang tak terduga akhir nya terjadi, wanita bergaun hijau itu memutar kan tubuh nya lalu medarat kan tendangan kearah wajah pria yang mendekat.
brakkk...
Sebuah kayu penompang salah satu kedai patah akibat tubrukan dari tubuh yang terpental, semua orang menjatuh kan rahang mereka karena pertunjukan yang tidak mereka duga.
"Sial... cepat tangkap jala_ng itu, aku akan mencabik cabik tubuh indah nya hingga dia memohon pengampunan. "
Suara pria berwajah bengis itu menggelegar di jalanan padat itu.
Kini bukan hanya tiga pria bertubuh besar yang datang dengan cepat, bahkan mereka menyerang dengan lima orang pria sekaligus.
Wanita bergaun hijau itu hanya berdiri santai, namun setelah nya menarik sesuatu dari balik pinggang nya.
__ADS_1
"Tranggh....
Berapa buah pedang bersatu di udara, kemudian dari arah yang berbeda anak panah melesat dengan cepat kearah parah bandit yang menghujam kan serangan kearah wanita bergaun hijau.
**Sret. cap..
sret.. cap..
sreet .. cap..
Ahkk**......
Suara anak panah yang melesat dan menembus daging terbungkus kain itu terdengar dengan sangat jelas, teriakan demi teriakan menggema di sepanjang jalan.
Wanita bergaun hijau itu melesat cepat dan menghabisi para pria yang mulai kehilangan arah tersebut.
Darah bercucuran membasahi jalanan bebatuan, membuat para pedagang dan pembeli yang terutama wanita saling berteriak menahan nyilu akibat pertarungan wanita yang tidak di ketahui tersebut.
"Ja.... la.. ng.. sialan. berani nya kau menghabisi para bawahan ku. "
Pria berwajah beringas tersebut mengaung dengan kuat, beberapa bawahan nya yang tersisa terlihat saling membelakangi untuk melindungi mereka dari serangan yang tak terlihat.
Pria itu melesat dengan cambuk di tangan nya untuk menyerang wanita bergaun hijau tersebut. Namun sayang, sebelum diri nya sempat menyentuh tujuan nya, sebuah belati telah menempel di leher nya dengan sangat kuat hingga membuat beberapa tetesan darah keluar dari sana.
"K.. kau.. "
mata pria tersebut membulat, dengan kedatangan seseorang yang tak di sadari kehadiran nya.
"hallo... Quen.. selamat datang. "
Terdengar kekehan dalam sapaan dari wanita bergaun hijau itu, untuk seseorang yang baru saja hadir di tengah tengah permainan mereka.
"Quen.. .. "
Gumanan rendah juga terdengar dari balik balik orang yang berkerumun..
.
. bersambung..
Ekstra part untuk riders kesayangan author🥰🥰🥰
__ADS_1