
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kreeettt....
Pintu di buka dengan paksa oleh para pengawal milik kaisar Zhaoyang. Di dalam ruangan hanya ada dua orang gadis berpakaian pelayan yang sedang berdiri di depan pintu ruangan pribadi sang permaisuri.
Kaisar Zhaoyang menatap lekat kedua nya, lalu menemukan keanehan. Jika dua gadis yang berada di dalam kediaman sangat asing dimata nya. Walau dia tidak terlalu memperhati kan sang permaisuri, ingatan nya mungkin tidak akan pernah salah. Di tambah, salah satu dari gadis itu berani menatap mata nya walau kemudian segera berlutut.
"Salam kepada yang mulia kaisar Zhaoyang. "
Jian Mi yang berada di luar kediaman mendengar suara yang tidak familiar di telinga nya. Ketakutan nya semakin memuncak, apakah junjungan nya itu sedang dalam keadaan baik, dan siapa gadis yang berada didalam kediaman.
"Siapa kalian yang berani berani nya berada di kediaman istana? "
tanya kaisar Zhaoyang dengan tatapan membunuh.
"Hamba Qi xuan, hamba di kirim oleh yang mulia ibu suri Sashuang untuk menjaga yang mulia permaisuri. "
Qi Xuan adalah salah satu gadis yang di selamatkan permaisuri Lien dari tempat perlelangan. Memiliki watak yang tak kenal takut, gadis itu terlihat begitu berbeda dan tidak mudah di terintimidasi.
kening kaisar Zhaoyang menyatu, mendengar nama ibu suri Sashuang berada di balik kehadiran dua gadis asing di dalam kediaman permaisuri nya itu, tentu bukan sesuatu yang mudah.
apakah wanita berpangkat ibu suri kekaisaran Hong Long itu sedang melindungi wanita tak berguna yang baru saja ingin dia temukan karena sebuah tipu muslihat.
"Buka pintu ruangan itu segera. "
ucap kaisar Zhaoyang pada akhir nya.
Qi xuan segera membungkuk kan tubuh nya, lalu membuka pintu ruangan pribadi milik permaisuri Lien dengan pelan.
Mata kaisar Zhaoyang langsung menyapu isi ruangan dengan tatapan tajam, di atas sebuah ranjang Wanita berwajah sangat cantik terbaring tak berdaya dengan warna kulit yang memucat.
__ADS_1
Di seret kaki nya untuk melangkah kearah sisi ranjang demi memastikan kebenaran.
Tangan nya terulur untuk memeriksa suhu tubuh wanita dengan mata tertutup rapat dan nafas yang sangat stabil.
"Dingin."
itulah kata pertama yang di ucap kan oleh bibir kaisar Zhaoyang ketika menyentuh kulit tangan permaisuri Lien.
"Bagaimana tubuh wanita ini bisa dingin seperti membeku, jika dia di temukan berada di pusat kota beberapa waktu yang lalu. Kulit nya memucat sama seperti saat pertama kali aku melihat nya ketika di periksa oleh tabib istana. "
Mata kaisar Zhaoyang menggelap, bahkan rahang nya mengeras akibat amarah yang sejak tadi dia pendam.
"Selir... Yue Yin.. "
suara kaisar Zhaoyang menggelegar memecah kesunyian di dalam kediaman sakura, menambah kegugupan para penghuni kediaman itu.
Selir Yue Yin tersenyum penuh kemenangan, di pikiran nya mengatakan jika kebohongan yang di lakukan oleh permaisuri Lien telah mengantarkan kepelukan kaisar. Namun kalimat selanjut nya yang di teriakkan pria itu sungguh merenggut kepercayaan diri nya.
"pengawal.. seret selir Yue Yin keluar kelapangan istana, dan hukum dia dengan pukulan 30 papan, karena berani membodohi ku. "
amarah kaisar Zhaoyang memuncak pada batas nya, bahkan wajah nya memerah .
Selir Yue Yin berteriak histeris saat dua pengawal berjalan kearah nya.
"Bawa dia segera, dan jangan biar kan dia mendekati kediaman Naga api. "
Kaisar Zhaoyang meremas tangan nya dengan keras, setelah itu berlalu meninggal kan kediaman sakura dan membiarkan pengawal menyeret dengan kasar tubuh selir Yue Yin.
Wanita itu terus berteriak memberontak, ditambah manik nya menangkap senyuman sinis di bibir salah satu gadis bawahan permaisuri Lien yang berada di kediaman sakura itu.
Tubuh nya bergetar, bayangan 30 pukulan papan akan membuat hari hari nya berakhir di atas ranjang hingga satu bulan.
"Jal*ng itu.. aku akan membalas nya, dasar tidak berguna.. "
pekik selir Yue Yin didalam hati dengan ketakutan memenuhi wajah nya.
__ADS_1
Jian Mi melangkah dengan ragu kedalam kediaman, tatapan dari salah satu gadis yang tadi dia lihat berani berhadapan langsung dengan kaisar Zhaoyang membuat nya takut.
"Kau Jian Mi bukan? Aku Suoxu, mari berteman.. "
Suoxu membungkuk kan tubuh nya dengan wajah yang ceria, sedang kan Qi xuan hanya melihat tanpa minat kearah kedua nya.
Jian Mi dengan senang hati menerima perlakuan gadis bernama Suoxu itu, dia juga balas dengan membungkukkan tubuh nya.
"Aku mendengar tentang mu dari yang mulia permaisuri, dan ini saudari ku Qi Xuan. Jangan pedulikan sikap nya, dia sedikit membosan kan.. "
bisik suoxue di telinga Jian Mi hingga membuat nya terkejut dan menjauh kan tubuh nya.
"Suoxu, hentikan ocehan mu itu.. "
bentak Qi xuan lalu berbalik kearah dalam ruangan pribadi permaisuri Lien.
"kau.. "
Mata tajam itu melesat bagai anak panah kearah mata Jian Mi.
"segera tutup pintu ruang utama, kau tak ingin rahasia besar ini keluar dari sini bukan? "
sambung Qi xuan datar.
Jian Mi memberikan intruksi kepada gadis pelayan yang lain untuk meninggal kan kediaman utama. Dan menutup rapat pintu besar itu setelah nya.
Di balikkan tubuh nya menghadap kearah dua orang asing yang tidak dia kenal sebelum nya, dan bagaimana mereka bisa bersama dengan junjungan nya itu hingga berada didalam kediaman sakura.
"Jian Mi.. "
Suara lembut berhasil menarik perhatian ketiga orang berlainan karakter itu untuk mengarah kan pandangan keasal suara.
"Salam kepada yang mulia. "
Jian Mi dan Suoxu langsung berlutut, sedang kan Qi Xuan hanya membungkuk kan tubuh nya. "Sungguh gadis yang begitu angkuh "Batin Jian Mi.
__ADS_1
.
. bersambung