
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perayaan yang semula berjalan dengan meriah mendadak terjadi huru hara setelah beberapa orang berpakaian ninja tiba tiba melakukan serangan.
Pria dengan sebelah topeng di wajah nya berdiri siaga di kelompok tempat Quen dan orang orang nya berada.
Tanpa di duga beberapa pisau lontar kembali terbang dari langit.
Xio dan Qixuan melesat kedepan, menarik keluar pedang dari balik gaun mereka.
Trang..
trang.
trang..
Bunyi pedang yang beradu dengan pisau lontar memancing para nyonya dan nona nona muda berteriak histeris.
Xio dan Qixuan saling membelakangi tanpa mengeluarkan suara.
Dari jarak tidak terlalu jauh, Serena, Quen dan pria bertopeng itu juga melakukan hal yang sama.
Beberapa orang yang sudah tidak bernyawa tergeletak di segala penjuru. para prajurit di bawah komando pangeran Zhang bekerja dengan cepat.
Setelah sekian lama, aula yang mencekam kembali terlihat tenang, meski wajah wajah ketakutan tak bisa di tutup dengan kalimat menyenangkan.
"Aku.. kaisar Zhaoyang Hong, membuat permohonan maaf untuk ketidaknyamanan yang terjadi. Sebagai kompensasi, kami sebagai pemimpin kekaisaran membuka pintu kediaman istana untuk para tamu kekaisaran. "
Pria itu berteriak dengan keras, dengan tubuh selir agung di pelukan nya.
Semua tamu mulai berbisik untuk menyadari tentang apa yang telah mereka lalui.
"Para pengawal istana, antar seluruh tamu kekaisaran untuk pergi kekediaman mereka, penuhi semua kebutuhan yang mereka perlukan. "
pria itu kembali memberi perintah, setelah membungkuk kan sedikit tubuh nya tanda sebuah permohonan maaf, kaisar Zhaoyang berjalan cepat meninggal kan aula dan menarik para mentri untuk pergi ke ruang pertemuan istana. Masalah kali ini harus segera di selesaikan. Bagaimana pun, serangan di tengah tengah perayaan di istana Long Hong. Siapa yang begitu berani melakukan hal ini.
Para tamu mulai berpergian satu demi satu, hingga didalam aula menyisakan rombongan Quen, pria bertopeng dan permaisuri Lien.
"Yang mulia.. "
seseorang di samping pria bertopeng sedikit berbisik beberapa waktu. kemudian membuat pria bertopeng segera mengangguk kan kepala nya.
"Kita akan kembali bertemu setelah ini, ku harap di saat itu anda telah mengingat ku. "
ucapan nya di tujukan untuk Quen, lalu manik tajam nan lembut itu melemparkan tatapan kearah permaisuri Lien yang di kelilingi oleh para pelayan dan pengawal
__ADS_1
Setelah nya berputar arah dan pergi kearah yang telah di pimpin oleh beberapa pengawal istana Long Hong.
Quen dan orang orang nya berjalan lambat kearah wanita yang menatap tajam kearah berlawanan.
"ehem.. "
Deheman seseorang menyadarkan lamunan nya, dan membuat nya mengalih kan perhatian.
"sungguh menyedihkan, seorang wanita berpangkat permaisuri di hadapan semua tidak lebih penting dari wanita berpangkat selir. Bukan kah itu merupakan sebuah pencapaian.. "
jelas maksud dari ucapan wanita berlidah tajam itu di tujukan untuk permaisuri Lien tanpa berniat untuk sekedar berbasa basi.
Jian Mi merasa begitu tegang, sedang kan Suoxue sedikit tercengang lebih kearah mengagumi keberanian wanita di hadapan mereka.
"Serena.. tutup mulut mu, tidak baik begitu berterus terang. "
ucapan dari wanita di samping nya tidak kalah tajam, sedangkan wanita di berwajah teduh lain nya hanya tersenyum samar.
"Aku merasa tersanjung untuk itu. "
tidak di sangka oleh Jian Mi jika junjungan nya itu bisa bersikap santai, jelas jelas kedatangan wanita asing itu begitu menyudut kan diri nya.
Tawa renyah serena dan kekehan dari Quen menghipnotis semua orang, kecuali permaisuri Lien yang terlihat begitu tenang.
"Ah.. baiklah, kita akan sering bertemu setelah ini. Ku harap kami tidak akan merepot kan anda. "
ujar Quen berbasa basi.
jawab permaisuri Lien.
☘️☘️☘️
Waktu bergitu cepat berlalu. semua orang sibuk memulai hari di kediaman nya masing masing, terlihat para tamu yang di tempat kan di kediaman khusus juga sedang menikmati semua pelayanan yang di siapkan oleh kaisar Zhaoyang.
"Permaisuri.. "
Jian Mi membantu majikan nya bersiap siap, memakaikan gaun bermotif lembut dan menyisir surai panjang itu dengan lembut.
"Apa menurut anda para tuan putri dari Kekaisaran Han itu terlihat sedikit kasar? "
tanya nya hati hati. Walau bagaimana pun, dengan mata kepala nya sendiri ketiga wanita itu memain kan senjata tanpa berkedip ditangan mereka.
Permaisuri Lien tampak tenang, bibir nya secerah buah cery matang.
"Mereka hanya berterus terang, apa yang salah dengan itu. Bagaimana pun, pria itu benar meninggal kan aku di tengah tengah kerusuhan. "
Jian Mi yang salah menangkap maksud yang di sampai kan oleh junjungan nya itu mendadak merasa bahwa wanita di depan nya itu sangat tersakiti oleh perlakuan sang kaisar.
"hei.. apa yang kamu pikirkan, cepat panggil Suoxue dan Qixuan. Kita akan berkunjung kekediaman tamu penting itu. "
__ADS_1
Sambung permaisuri Lien lalu bangun dari duduk nya.
Jian Mi tersentak, kemudian mengekor di belakang wanita agung tersebut.Di sambut oleh Suoxue dan Qixuan, lalu berjalan kearah luar kediaman Sakura.
. .
Berbeda dari kediaman milik para tamu, kediaman dengan penghuni tiga wanita cantik tampak begitu tenang. Di pintu besar itu, para prajurit dari ketiga nya berdiri dengan wajah tanpa ekspresi.
Di dalam kediaman, ketiga nya duduk dengan ekspresi yang berbeda.
Jika serena sedang membersihkan senjata andalan nya, Quen terlihat sedang menikmati teh yang di siap kan oleh para pelayan istana dengan berbagai macam kudapan. Sedang kan Xio hanya terdiam dengan sesekali melirik kearah kedua wanita di depan nya.
"Ada apa dengan mu Xio? ini baru beberapa hari, dan kau sudah merindu kan pria lemah lembut itu? "
wajah Xio memanas, membuat warna merah menjalar keseluruh telinga nya.
"Bu.. bukan seperti itu. "
Xio jadi salah tingkah seperti biasa nya.
Quen menggelengkan kepala nya, sedang kan Serena semakin menjadi.
"hei.. Xio, kau jangan menghianati kami semua. Kita sama sama memutuskan untuk kabur, biar kan mereka menunggu. Atau jika kau tidak sabar karena kesepian, aku bisa melakukan pengecualian untuk itu. "
kening Serena di angkat secara bergantian, senyuman nya penuh dengan maksud untuk membuat wanita pemalu itu seakan ingin mengubur kan wajah nya.
Melihat ketidak berdayaan Xio, Quen dan Serena tertawa tanpa beban hingga mengundang perhatian orang dari luar istana.
"Permaisuri Long Hong datang berkunjung. "
Tawa dari dalam sana segera memudar, seiring dengan pintu besar yang di buka dari dalam.
"Salam permaisuri Hong Long.mari,yang mulia putri kami telah menanti. "
Xio menunduk sopan, lalu memberi jalan untuk wanita berstatus permaisuri itu masuk kedalam kediaman.
Tanpa basa basi, segera pintu besar itu kembali tertutup, membuat Jian Mi, Suoxue dan Qixuan mematung sesaat.
"Yang mulia.. "
Bibir Jian Mi bergetar, melihat pintu itu di tutup dengan tidak berperasaan.
"orang orang ini sungguh tidak ingin berbasa basi. "
Suoxue seakan ingin menangis karena ini, seumur hidup nya walau telah melalui begitu banyak rasa sakit, tapi hal ini begitu membuat nya terluka.
"hah.... '
Qixuan membuang kasar nafas nya.
__ADS_1
.
. bersambung