
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana tidak menyenangkan keluar dari sebuah kediaman, dengan halaman luas dan di jaga ketat oleh beberapa pengawal yang menandakan jika pemilik nya adalah seseorang yang berasal dari kelas atas.
"salam tuan.. "
Seorang pengawal berjalan mendekat dengan tergesa gesa lalu membungkuk kan tubuh nya.
Orang yang di panggil dengan sebutan tuan itu segera memutar tubuh nya, menghadap kearah pengawal yang masih setia membungkuk, dan dia adalah mentri keuangan Tuoli.
"Apa yang membuat kau begitu sangat tergesa gesa? "
tanya nya dengan tangan mengelus rambut panjang yang menumbuhi dagu nya.
"Ampun tuan, nyonya selir mengirimkan pesan dari istana teratai. "
tangan pengawal itu terulur kedepan, memperlihat kan sebuah gulungan dengan kain merah sebagai pengikat.
Dengan cepat mentri Tuoli menarik gulungan dari tangan pengawal utusan tersebut. Mata nya menari di atas kertas yang baru saja dia buka, raut wajah nya berubah menggambarkan situasi dari apa yang dia baca.
Dengan kasar di remas nya gulungan dari kediaman putri kesayangan nya, mata nya memancar kan aura kemarahan dan kemurkaan .
"Berani sekali wanita murahan itu membuat putri ku terluka, kaisar Zhaoyang begitu memanjakan selir-selir nya. Jika tanpa bantuan dari kediaman mentri keuangan, kekaisaran ini tidak akan semakmur yang sekarang. "
Tangan nya mengepal kuat hingga urat urat tangan nya menonjol.
__ADS_1
"Berikan ini kepada putri ku, dia akan tahu harus berbuat apa dengan itu."
Mentri Tuoli mengeluar kan sesuatu dari balik hanfu nya, dan menyerahkan barang tersebut kepada pengawal yang masih berdiri di tempat nya.
"Hamba mengerti tuan. "
jawab pengawal itu cepat.
"pergilah.. lakukan pekerjaan mu dengan benar. " Pria paruh baya itu segera berbalik dan pergi dari sana meninggal kan pengawal yang masih berdiri dengan kepala tertunduk.
🌸🌸🌸
"Yang mulia.. apakah melakukan kerja sama dengan salah satu kekaisaran di daratan selatan tidak terlalu berbahaya? "
Tanya salah satu dari tiga pria yang berada di dalam ruangan dengan buku buku tebal menghiasi setiap sisi rak rak besar.
"Apa yang perlu kamu takuti mentri pertahanan Rui? kekaisaran kita di anugrahi dengan amunisi militer yang melimpah, bahkan saudara ku terkenal dengan julukan dewa perang. Musuh akan sungkan dengan nya.. "
Seorang pria muda, dengan wajah yang tidak kalah tampan dari mentri pertahanan Rui segera membungkuk kan tubuh nya.
"Maaf kan kelancangan hamba yang mulia, namun jika kita tidak sedikit waspada.. maka kekaisaran dan tahta yang mulia bisa terkena imbas nya. Ditambah, sebuah kabar angin menggempar kan mulai berhembus keseluruh daratan Timur. "
Pria muda itu menghentikan ucapan nya dan itu memancing kaisar Zhaoyang menghentikan aktifitas nya.
"Kabar angin seperti apa yang membuat tuan muda Wehin Rui cemas? "
tanya nya dengan wajah mengejek.
Tuan muda Wehin Rui merupakan putra pertama dari mentri pertahanan Rui, pria muda itu juga termasuk dalam mentri pemerintahan kaisar Zhaoyang.
__ADS_1
"Siapa yang tak mengetahui sebuah kekaisaran besar yang menguasai seluruh daratan Barat, kekaisaran yang di pimpin oleh seorang kaisar dengan tiga pilar pendukung. Dan menurut kabar, beberapa tahun yang lalu kejadian berdarah melibat kan perebutan tahta terjadi disana.
Dan seperti yang anda ketahui, salah satu dari putra mahkota kekaisaran selatan pulang tanpa nyawa dari kekaisaran Barat, meski mereka mengatakan jika sang putra mahkota mendapat kan serangan di tengah jalan. Siapa yang tahu akan kejadian sesungguh nya! "
Kaisar Zhaoyang kini menutup lembaran kertas yang bertumpuk di depan nya, merapi kan lalu meletak kan kembali ke salah satu rak yang terlihat masih kosong.
"Jadi.. maksud mu? kedatangan salah satu kekaisaran yang berada di daratan selatan, membuat suatu masalah untuk negara kita di masa depan? "
tanya kaisar Zhaoyang memutar tubuh nya.
Mentri pertahanan Rui dan putra nya tuan muda Wehin Rui segera membungkuk kan tubuh mereka.
"Hamba tidak berani menebak yang mulia, mungkin yang putra hamba maksudkan adalah kewaspadaan tentang kehadiran orang orang dari kekaisaran seberang perlu kita perhatikan. "
ucap mentri pertahanan Rui mencoba menjelas kan.
Kaisar Zhaoyang menyilang kan tangan nya kebelakang, berjalan dengan penuh wibawa ke kursi kebesaran nya.
"Jika itu terjadi, setidak nya.. Aku mempunyai kekaisaran daratan utara untuk membantu ku. "
Senyuman licik menguar dari bibir tipis kaisar Zhaoyang, membuat wajah tampan itu sangat mengerikan.
Mentri pertahanan Rui dan tuan muda Wehin Rui ikut tersenyum, namun disisi lain sepasang anak dan ayah itu juga bergindik ngeri.
" Dataran utara, bukan kah itu adalah daratan dimana kekaisaran ayahanda permaisuri Lien Xin Xin berada, dan kaisar Zhaoyang memanfaatkan permaisuri Lien sebagai tameng untuk memperluas kekuasaan. "
Kening tuan muda Wehin Rui berkedut, mata nya sempat melirik ke mentri pertahanan Rui yang merupakan Ayahanda, pria paruh baya yang masih terlihat bugar dan gagah itu sama semengerikan kaisar Zhaoyang, apa yang ada di dalam pikiran nya. Hanya dia dan dewa yang tahu.
.
__ADS_1
. bersambung