Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
empat puluh lima


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tengah jalan menuju kearah kediaman Naga, dari sisi lain jalanan istana tampak tiga wanita dengan wajah menakjubkan menyusuri lorong lorong dengan pilar pilar megah di sepanjang jalan.


Kaki jenjang itu berhenti dengan tatapan memuja, menunggu orang orang dari Kekaisaran Han itu mendekat.


"Salam kepada yang mulia kaisar Zhaoyang. "


ketiga nya menuduk kan kepala dengan sikap anggun dengan kedua tangan memegang sisi gaun.


Kaisar Zhaoyang menunduk kan kepala nya sebagai jawaban.


"maafkan kelancangan kami untuk mengagumi istana menakjubkan milik anda yang mulia. "


Quen tersenyum lembut, menampilkan wajah menyesal.


"Ah.. apa yang putri mahkota Han katakan, jangan membuat kaisar ini malu . "


Selir agung Li Mei mengepal kan sebelah tangan nya di balik hanfu, sedangkan tangan yang lain memeluk posesif tangan kaisar Zhaoyang. Melambangkan betapa pentingnya ia di mata pria berkuasa itu.


Quen tersenyum lembut, namun ekor mata nya menangkap ketidaksukaan wanita berpakai sexy di depan nya.


Tangan nya sengaja menyenggol lengan Serena yang sedang menatap wajah asing di samping tubuh kaisar Zhaoyang.


"Eng.. "


mata serena memicing kearah Quen setelah mendapatkan sikutan. Melihat tatapan lembut dari sahabat nya itu, tengkuk serena meremang.


"Maaf kan hamba yang mulia, bisa kah kami meminta selir yang mulia menemani kami mengelilingi istana Long Hong? "


pinta Serena dengan ramah.


Kaisar Zhaoyang menaikkan sebelah alis nya .


"Namun kami tidak memaksa. Seharus nya yang mulia permaisuri Lien yang pergi bersama kami. "


sambung Serena lagi.


"Yang mulia.. izin kan selir ini untuk melayani para tamu yang mulia. "


Selir agung Li Mei tersenyum hangat, tangan nya mengelus pelan otot kokoh tersebut.


"Bagaimana jika kita jalan bersama?"

__ADS_1


Putra mahkota Lian Shi seketika membuka suara nya, membuat semua orang beralih menatap pria tampan tersebut.


"Hamba rasa yang mulia juga menginginkan hal yang sama. "


Kaisar Zhaoyang mengangguk pelan, kemudian melepaskan pegangan tangan selir agung Li Mei.Membuat wanita itu terkejut tak percaya.


"Apakah putri mahkota Han dan para putri yang lain menginginkan nya? "


Bibir tipis tersebut tersenyum indah.


Quen juga membalas senyuman Kaisar Zhaoyang dengan membungkukkan sedikit tubuh nya. Sedang kan serena, jangan di tanya.. Wajah nya menyeringai di balik tubuh Quen, saat ingin memuntahkan bisa dari bibir nya. Sepasang tangan lembut mencoba untuk menenangkan wanita yang selalu berterus terang itu.


"Xio.. "


Ucap Serena dengan suara rendah.


Wanita lemah lembut itu hanya membalas dengan gelengan kepala, membuat bibir Serena merengut tak terima.


"Mari.. "


Tangan Kaisar Zhaoyang terulur kedepan, memberi isyarat agar Quen menyambut tangan nya.


Mata selir agung Li Mei membulat sempurna, Quen yang menangkap wajah penuh tatapan amarah itu segera menyiram kan minyak kedalam kobaran api. Tangan lembut nya membalas uluran dari tangan kokoh pria berwajah angkuh tersebut.


membuat senyuman lebar terbit dari sana, kedua nya kemudian berjalan beriringan diikuti oleh putra mahkota Lian Shi, Serena, Xio dan para pengawal mereka.


Sedangkan selir agung Li Mei berdiri kaku di tengah jalan, menyaksikan senyuman memuak kan yang membuat nya ingin segera menghabisi nyawa ketiga tamu tak di undang tersebut.



Suara riuh rendah terdengar di salah satu bangunan megah dengan di kelilingi oleh danau yang di penuhi hamparan bungan teratai merah darah.


Para wanita dengan pakaian sexy nan menawan berlalu lalang di segala penjuru. Dua wanita muda dengan gaun merah membawa sesuatu di tangan mereka kemudian bergegas masuk ke sebuah ruangan setelah beberapa saat mengetuk pintu.


"Nyonya.. "


Kedua wanita muda tersebut membungkuk kan tubuh mereka.


Seorang wanita yang tampak sangat cantik bangun dari tidur nya. Mengangkat satu persatu kaki jenjang nya lalu menapak kelantai yang terbuat dari kayu Pinus.


Sekilas tidak ada perbedaan wanita tersebut dengan wanita lain nya, selain bekas luka memanjang di sebelah wajahnya.


Dengan pelan kaki kaki jenjang itu membawa diri nya kearah meja rias yang terdapat sebuah cermin yang terbuat dari tembaga.


Dua wanita muda tersebut segera menjalan kan tugas mereka, mengusap pelan wajah cantik tanpa ekspresi itu. Lalu kemudian mengoles kan dengan hati hati serbuk seperti bedak tabur kewajah pucat itu. Kedua nya bekerja dengan fokus, tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikit pun.


Wanita yang tadi berwajah pucat berubah menjadi begitu menakjubkan, ditambah pewarna merah di bibir nya. Seketika, bahkan bekas luka mengerikan itu pun menghilang sempurna.

__ADS_1



Tubuh ramping nya di tutupi dengan gaun merah menyala, dengan di lengkapi perhiasan yang terbuat dari emas berkilauan.


Kedua wanita muda di belakang nya menatap dengan puas pekerjaan mereka, lalu segera membungkukkan tubuh dan menghilang di balik pintu yang tertutup.


Setelah beberapa saat, muncul seseorang dengan wajah yang tertutup. Duduk dengan anggun di seberang wanita bergaun merah setelah memberi salam penghormatan.


"Aku kembali membutuh kan bantuan. "


Wanita itu membuka selendang yang menutupi wajah nya, menuang kan cairan beraroma wangi yang begitu menggiurkan kedalam mangkuk.


Wanita bergaun merah itu hanya diam, kemudian menyambut uluran mangkuk berisi cairan bewarna ungu lalu meneguk nya dengan elegan.


"Kakak.. aku merasa tugas yang anda berikan membuat ku lemas. Aku merasa sangat tertekan, menahan segala amarah dan terus memaikan peran ku dengan sempurna. "


Wanita itu menyandar kan tubuh nya kesisi kursi dengan sebelah tangan yang terkepal.


Wanita bergaun merah itu segera bangun, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sebuah peti yang baru saja ia ambil.


"Anda kembali meminta ku untuk meracuni nya? "


wanita yang sedang bersandar segera bangun dan mengambil apa yang di berikan oleh wanita bergaun merah.


"Anda sungguh licik kakak, tapi aku sungguh tidak tahan. Berada di samping pria angkuh dengan hasrat tak tertahan kan membuat ku sesak.


Aku butuh pelampiasan kakak, istana membuat ku tak nyaman. "


Wanita itu kembali melenggok kan tubuh nya.


Kembali pintu mewah yang berbeda dari semua pintu di dalam bangunan mewah tersebut terdorong pelan.


Seorang pria tampan muncul dari sana.


"Meilin'er.. "


pria itu berjalan dengan gaya mempesona, kaki kaki panjang dengan hanfu yang terikat rendah, menampilkan lekuk lekuk indah berbentuk kotak di sana.


"Cup.. "


pria itu mendarat kan kecupan lembut nya di bibir merah menyala wanita bergaun merah.


Wanita yang di sapa dengan panggilan Meilin itu berjalan mendekat, menarik pria yang berdiri dengan sedikit tubuh membungkuk kearah wanita bergaun merah itu dengan senyuman.


"Kakak.. aku membutuh kan orang kesayangan mu malam ini. "


kedua manusia berbeda jenis kelamin itu segera saling berpelukan dan keluar begitu saja meninggalkan wanita yang terdiam tanpa ekspresi di depan kaca tembaga.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2