Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
tiga puluh satu


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara gaduh perkelahian dan teriakan sangat mengganggu ketenangan beberapa orang yang sedang beristirahat setelah perjalanan panjang.


"Apa yang terjadi di luar sana? "


Seorang pria berbaju prajurit segera berlari mendekat lalu membungkuk kan tubuh nya.


"ampun yang mulia, terjadi perampasan hasil dagangan oleh para bandit ibu kota. "


"Hem.. begitu, kurasa tidak ada salah nya pergi untuk melihat. "


Ucap salah satu wanita bergaun hijau.


Wanita lain di sebelah nya melirik sekilas kearah wanita bergaun hijau. Lalu kembali menatap pengawal pribadi nya.


"Tetap lah berjaga, kita akan pergi setelah ini. "


"Sesuai perintah yang mulia. "


prajurit itu segera membungkuk kembali dengan sebelah tangan di da_da nya, lalu berjalan mundur untuk kembali ketempat nya.


Melihat wanita bergaun hijau juga ikut bangun, wanita yang baru saja mengeluarkan perintah kembali angkat bicara.


"Jangan ikut campur dalam masalah yang terjadi di tempat yang asing, kita hanya datang bertamu di sini. "


Wanita bergaun hijau itu hanya tersenyum tipis dari balik kain penutup wajah nya, lalu berjalan dengan anggun keluar dari tempat mereka berada.


15 menit telah berlalu, namun orang yang di tunggu belum juga kembali. Membuat nya harus bangun dari duduk nya dan berjalan dengan cepat kearah sumber kericuhan yang makin terdengar jelas.


"Tunggu di sini, aku akan segera kembali. "


Beberapa langkah yang coba mendekat seketika terhenti saat mendengar sebuah intruksi yang tidak mungkin untuk mereka langgar.


Disini lah dia, di atas atap bangunan yang menghadap langsung ketempat terjadi nya kekacauan. Melepas kan beberapa busur panah dengan bidikan sempurna ke arah orang orang yang berniat menyerang orang nya. Lalu melesat seperti bayangan dengan sebuah belati tipis di tangan.


Wanita bergaun hijau yang menyadari kedatangan seseorang yang sangat dia kenal segera menyambut nya dengan mengucap kan kata kata yang terdengar seperti arti yang kurang baik untuk sang bandit.


"Hallo.. Quen, selamat datang. "

__ADS_1


Tangan nya menyilang di depan tubuh nya yang ramping.


"Si.. siapa kalian? "


pria berwajah beringas itu sedikit kehilangan kekuatan, ketika kehadiran seorang wanita yang memiliki aura mengeri kan mengancam nyawa nya. Otak nya langsung mengaktif kan mode waspada kepada kedua wanita asing tersebut.


"Kami adalah kematian mu sayang.."


Suara lembut namun terdengar begitu mengerikan, menyapa gendang telinga sang ketua bandit.


"Apa yang kalian tunggu, serang wanita wanita sialan ini sekarang juga. "


pekik nya sambil melakukan kibasan kaki kebelakang. Namun sayang nya hanya membentur udara. Mata nya menatap nyalang kesegala penjuru, wajah nya kembali bengis dan penuh kemurkaan.


"Aku akan.. membunuh kalian berdua.. "


pekik nya lagi dengan suara menggelegar.


Para bawahan pria berwajah beringas itu segera menyerang wanita bergaun hijau dengan gerakan membabi buta.


Heeaaattt...


Teriakan terjadi di mana mana, menatap ngeri kearah wanita bergaun hijau yang mendapat kan serangan bertubi tubi.


Dari arah belakang pria berwajah beringas tersebut mengibas kan cambuk nya ke udara mengarah ke tubuh wanita bergaun hijau dengan cepat.


Sebuah tebasan pedang menyambut tangan yang tergantung di udara.


"Argghh..... wanita sialan, kau begitu mengganggu pekerjaan kami. Arghh... "


kembali diri nya berteriak dengan kencang.


"Selesai kan ini dengan cepat.. kita harus segera pergi dari sini. "


Seru wanita dengan panggilan Quen itu kepada wanita bergaun hijau.


Mereka melakukan gerakan serentak, seperti sebuah tarian pedang di mata para pedagang dan tamu di pasar pusat kota itu, membuat semua orang bahkan menjatuh kan rahang mereka. kedua wanita itu berlari dengan gerakan memutar dan serentak melibas kan kaki mereka, lalu melakukan salto di udara dan melemparkan pisau lontar dengan cepat.


Bugh.. bugh.. bugh..


Suara tubuh yang berjatuhan menyapa pendengaran semua orang, membuat bola mata mereka seakan melompat dari tempat nya.


"Yang mulia... "

__ADS_1


Satu wanita lagi muncul entah dari mana dengan wajah juga tertutup kain tipis.


"Kita harus segera pergi dari sini, sebelum masalah lain kembali datang. "


ujar nya .



"Akh... aku baru saja ingin bersenang senang. "


ujar wanita bergaun hijau.


"Seren.. ini bukan saat nya, kita harus menyimpan tenaga untuk pesta yang lebih besar dari ini. "


ujar wanita dengan rambut putih berkilauan .


"Aku sungguh tidak sabar, baik lah.. "


mata nya menatap kesekeliling, wajah wajah kebingungan juga kekaguman terpancar dari orang orang yang menyaksikan pertunjukan yang mereka lakukan.


"Quen.. kita akan menjadi selebriti dadakan setelah ini. "


kekeh nya.


Wanita bergaun merah muda tersenyum di balik cadar nya, sedang kan wanita dengan rambut putih itu membuang nafas nya dengan kasar. Lalu melesat di ikuti wanita bergaun merah muda .


"Dasar tidak setia.. hemp.. aku minta maaf untuk kekacauan ini, jika lain kali kita kembali bertemu, aku akan membayar semua ini. "


ucap nya buru buru, lalu ikut melesat dengan cepat.


Semua orang berdiri terpaku, dengan mata menatap lekat kearah tiga wanita luar biasa itu menghilang.


"Quen... Putri mahkota Quen Han. "


seseorang berguman kecil di balik kerumunan.


"Senang bertemu dengan mu lagi, ini telah berlalu cukup lama. Tapi kemampuan mu begitu menakjub kan untuk ukuran seorang putri istana. "


Tiba tiba tangan nya mengepal erat, mata nya terpejam lalu kembali terbuka dengan cepat ketika semua orang kembali tersadar dan memberesi jasad jasad tak bernyawa.


Degh..


Sepasang mata kecoklatan bertabrakan dengan nya, mereka bertatapan cukup lama sebelum kedua nya ikut menghilang di balik kerumunan.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2