Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
tiga puluh lima


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bunyi senar yang di petik dengan indah membuat suasana semakin terlihat meriah, wanita wanita penari bergerak dengan lincah di atas panggung pertunjukan.


Di setiap meja bulat yang di kelilingi kursi kursi mewah hampir terisi penuh dengan tamu tamu megah yang telah hadir memenuhi undangan.


Bendera berkibar dari setiap prajurit terpilih yang melambangkan status wilayah masing masing.


Suara teriakan kasim terus mengaung mengumumkan kedatangan para penguasa.


"Yang mulia kaisar Zhaoyang Hong telah tiba.. "


Nama yang baru saja di agungkan membuat suara petikan senar berhenti, para penari juga segera berlari kembali kebelakang panggung.


"Yang mulia pangeran Zhang Xiu Huat telah tiba. "


kedua bersaudara itu tiba hampir bersamaan, dengan orang orang kepercayaan mengekor di belakang mereka.


Putri dan para nona dari para tamu kekaisaran berbisik rendah membicarakan kedatangan penguasa bersaudara itu. Mengagumi kecantikan dari maha karya sang dewa.


Bukan itu saja, beberapa meja yang lain terlihat para pria dengan wajah dewa yang memabuk kan mata.


"Yang mulia permaisuri Lien Xin Xin telah tiba.. "



Mata semua orang kembali beralih ke arah pintu besar yang terbuka setiap kasim menggaung kan kedatangan orang orang penting itu.


Wajah yang memancarkan kecantikan di musim semi itu begitu memikat, berjalan dengan anggun dan memancarkan aura kedudukan yang sebenar nya.


Manik hitam kaisar Zhaoyang menatap intens permaisuri nya, seketika diri nya juga terhipnotis dengan kecantikan hakiki yang tidak dia sangka, membuat nya tanpa sadar bangun dan mengulurkan tangan kepada ibu negara kekaisaran Hong Long tersebut.


Beberapa wanita meremas tangan mereka dari balik gaun indah yang mereka gunakan. Bahkan seseorang yang begitu dekat dengan kaisar tampak telah membiru menahan gejolak membunuh di mata nya.


Pangeran Zhang tersenyum sambil menunduk kan kepala nya, para tamu kekaisaran juga mengikuti apa yang di perbuat pria dengan julukan dewa perang tersebut.


"Terima kasih yang mulia.. "


suara itu begitu menyejukkan pendengaran sebagian orang yang mendengar nya.


"Jangan sungkan permaisuri. "


kaisar Zhaoyang menarik lembut tangan indah di genggaman nya, membawa nya keatas tahta dan di antar menduduki tempat khusus untuk sang permaisuri. sedangkan para selir duduk di barisan lebih rendah dari permaisuri Lien tentu nya.


"Sungguh pandai menyembunyikan wajah rubah nya. "


batin permaisuri Lien di sertai senyuman penuh kepalsuan. Manik nya melahap tatapan tak bersahabat dari wanita pria di samping nya.

__ADS_1


kaisar Zhaoyang berdiri dengan gagah di puncak tahta berbentuk kepala naga di kedua sisi. Menampip kan sisi agung dari tuan rumah pemilik penjamuan.


para tamu kekaisaran juga bangun dari duduk mereka demi memberi penghormatan atau sekedar tanda menghargai penguasa sebagian besar daratan timur tersebut.


Saat bibir nya baru akan bergerak. Pintu besar itu kembali terdorong kedalam aula, menampil kan tiga wanita yang begitu menyilaukan mata.


Sang kasim yang akan meneriakkan kedatangan tamu agung itu mendadak kaku.


Selain kecantikan yang tiada tara, pria itu juga bingung karena tidak mengetahui asal usul kedatangan dari para bidadari dewa tersebut.


Kaisar Zhaoyang menyipit tajam kearah samping aula, memastikan tentang sosok yang membuat kasim nya terdiam.


Para wanita cantik itu berjalan begitu saja melewati sang kasim yang terdiam seperti orang kehilangan akal sehat.


Mata semua orang seakan meloncat jatuh dari tempat nya, saat wajah wajah indah tiada tara itu muncul ketengah tengah aula.


Tidak ada yang bergeming, mata semua orang seperti terpaku. Hingga tawa renyah membangun kan kesadaran semua orang.


"Selamat untuk perayaan kekaisaran Long Hong, serta selamat untuk keberhasilan dewa perang kekaisaran daratan Timur. "


suara indah itu menggelitik pendengaran semua orang.


Kaisar Zhaoyang yang tadi juga berdiri kaku segera bergeming. senyum nya merekah seperti bunga kristan yang sedang bermekaran.


Hingga tanpa sadar berjalan menuruni tahta berberapa langkah.


Deheman pangeran Zhang menghentikan langkah nya, dengan wajah memerah karena sadar akan kebodohan yang dia perbuat.


Dengan bangga pria berstatus kaisar itu mengagung kan posisi nya.


Mata nya bahkan berlarian menatap ketiga wanita di hadapan nya itu.


"Apakah kalian berasal dari.. "


ucapan nya terputus ketika ketiga wanita itu sedikit membungkuk kan tubuh mereka.


Anggun.. sangat anggun bahkan mempesona.


"Maaf kan kami yang lancang tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu.


Hamba putri mahkota Quen Han, putri sah dari kaisar terdahulu.. Kaisar Xuiren. "


Kembali semua orang menjatuhkan rahang mereka. wanita dengan kecantikan tiada tara di setiap daratan itu siapa yang tidak mengenal akan desas desus yang tersebar. Bagaimana pun, dia adalah putri yang di sembunyikan.


Senyuman indah kembali menguar di bibir sexy semerah cery.


"Ini adalah sepupu saya, putri Erenan Hu dan di sebelah nya adalah nona besar dari kediaman jendral kekaisaran Han,nona Xio Ly. "


Kedua wanita di samping kiri dan kanan Quen segera menunduk kan kepala mereka.


"Ah.. selamat datang. "

__ADS_1


ucap kaisar Zhaoyang masih dengan tatapan memuja.


"Sebuah kehormatan jika kekaisaran Long Hong kedatangan tamu yang begitu mencengangkan semua orang. "


bibir tipis itu terkekeh penuh rasa bahagia.


"mentri Rui.. antar ketiga nya ke meja kehormatan. "


Dengan cepat mentri pertahanan Rui berjalan kearah ketiga tamu agung tersebut, lalu membungkuk kan tubuh nya.


Ketiga wanita di hadapan nya itu sungguh sebuah kecantikan yang begitu menyilaukan. membuat seorang mentri pertahanan hingga lupa mengedip kan mata nya.



Quen tersenyum lembut, begitu bercahaya dengan rambut putih berkilauan.


"Bisa kah kami segera duduk.. ini sudah sangat lama. "


mentri pertahan Rui tersentak malu, hingga wajah nya memerah.


"Maaf kan hamba yang mulia putri Han. "


pria itu membungkuk hormat. kemudian berjalan terlebih dahulu mengarah ketempat meja yang baru saja di siapkan karena kedatangan mendadak tiga wanita asing tersebut.


Ketiga nya duduk dengan anggun, dengan semua mata menatap kagum kearah mereka. Bahkan para nyonya, tuan putri dan nona nona bangsawan tidak bisa tidak mengakui kecantikan ketiga nya.


"Quen... aku merasa seperti miss Universe saat berada disini. "


Serena terkekeh sambil melirik kearah sekeliling.


Quen tersenyum lembut, lalu memiringkan tubuh nya sedikit kearah serena.


"Ingat tujuan kita saat berada disini. "


bisik Quen rendah.


Lalu mata nya beradu dengan manik coklat yang berada di atas tahta.


Kedua nya saling menunduk kan kepala sebagai salam.


"Tunggu apa lagi, akan kah kita akan terus saling bertatapan seperti ini? "


Seperti biasa, serena dengan wajah tidak bersalah memecahkan keheningan di seluruh sisi aula.


Semua orang mendadak salah tingkah lalu kembali duduk ketempat mereka masing masing.


Sedang kan Kaisar Zhaoyang masih berdiri tegak bersama pangeran Zhang.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2