
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Salam yang mulia "
wanita pelayan bertubuh tambun bernama Huansui datang dan berlutut hormat di hadapan seorang wanita yang terlihat sangat anggun.
"Huansui.. kamu telah tiba? "
tanya nya dengan senyuman lembut selalu menghiasi bibir tipis tersebut.
"Apakah permaisuri Lien baik baik saja setelah terbangun dari tidur panjang? "
Tambah nya lagi.
Huansui kembali sedikit membungkuk kan tubuh nya.
"Berkat dewa, yang mulia permaisuri tampak sehat yang mulia. "
''Aku sangat lega, semoga dewa selalu menjaga nya. hemm... ''
Ada lenguhan berat di akhir kalimat yang keluar dari bibir merah itu. Manik hitam nya menatap lurus kedepan.
Lalu kembali di tatap nya wajah wanita yang telah menemani nya dari awal pertarungan nya sebagai seorang permaisuri kekaisaran Hong Long tersebut.
"Ku rasa ada baik nya kita ke kuil dewa, untuk meminta keselamatan dan ketentraman bagi seluruh penghuni istana Hong Long serta rakyat kekaisaran. "
Huansui mengangguk kan kepala tanda diri nya juga menyetujui semua perkataan sang junjungan.
"hamba akan mengurus segala nya yang mulia. "
Ucap pelayan Huansui dengan senyuman merekah dibibir nya. Dia sangat mengetahui kebiasaan wanita cantik nan berkarisma itu dengan sangat baik, wanita yang seluruh hidup nya di abdikan kepada kaisar terdahulu, tanpa berniat untuk bermain intrik demi merebut apa pun dari siapa pun.
Ibu suri Sashuang membalas senyuman pelayan pribadi nya itu juga dengan senyuman lembut.
" Segeralah membuat persiapan, aku akan mengunjungi Li'er terlebih dahulu sebelum pergi. "
''Hamba mohon undur diri yang mulia. "
ucap pelayan Huansui sambil kembali membungkuk.
"pergi lah. "
__ADS_1
saut ibu suri Sashuang lagi.
"Yang mulia pangeran Zhang Xiu huat datang berkunjung. "
Terdengar suara teriakan kasim mengumum kan kedatangan dari pangeran muda berkarisma.
Ibu suri Sashuang segera bangun dari duduk, senyuman merekah di bibir nya.
"Salam yang mulia ibu suri. "
Pangeran Zhang Xiu huat melangkah mendekat, lalu membungkuk kan sedikit tubuh nya.
''Kemarilah Xiu'er.. "
Kedua tangan ibu suri Sashuang terbuka lebar, membuat pangeran Zhang Xiu huat datang mendekat.
"Apa yang membuat Xiu'er mengunjungi ibunda? "
tanya ibu suri Sashuang lagi.
Kedua nya kembali menempati kursi bundar yang berada di ruang tamu kediaman Phonix.
Seorang pelayan segera berjalan mendekat lalu berlutut dan menuang kan air teh hijau kedalam mangkuk mangkuk yang tersedia untuk sepasang ibu dan anak itu.
"Ah.. pangeran ini hanya ingin berkunjung yang mulia, telah lama sejak gragedi terjatuh nya permaisuri Lien, pangeran ini melupakan ibu suri karena kesibukan. "
Ada raut wajah bersalah terpancar dari mimik pangeran tampan yang betah melajang itu.
"Tidak perlu merasa sungkan, Ibunda memahami nya. "
jawab ibu suri Sashuang lembut.
"Minum lah, kita akan berbincang sesaat.
Kepala pangeran Zhang Xiu huat mengangguk pelan, kedua nya menyesap semangkok teh hijau itu dengan anggun, lalu meletakkan nya kembali keatas meja.
" ibunda akan pergi untuk sementara ke kuil dewa, sebagai tanda penghormatan dan ucapan rasa terimakasih atas keajaiban yang terjadi. "
Pangeran Zhang Xiu huat hanya mengangguk tanda ia pun menyetujui maksud dari ibunda nya itu.
"Apakah pangeran ini bisa ikut serta dalam perjalanan yang mulia kali ini? "
tanya pangeran Zhang Xiu huat penuh harap.
Ibu suri Sashuang tersenyum tipis.
__ADS_1
"Anda sangat di butuh kan disini, ibunda hanya bepergian untuk sesaat. "
jawab ibu suri Sashuang.
"Ah.. sangat di sayang kan. "
tambah pangeran Zhang Xiu huat lagi dengan wajah murung.
Hal itu membuat ibu suri Sashuang terkekeh pelan, diri nya tahu.. jika pangeran Zhang Xiu Huat adalah orang yang sangat beretika baik, membuat semua orang menyenanginya.Bila di ibaratkan,diri nya adalah air yang mengalir tenang, kaisar Zhaoyang adalah api yang membara,ketika datang angin akan membakar apa saja.
"Xiu'er begitu pandai dalam bermain kata. "
Bibir merah itu tak henti henti nya menyungging kan senyuman, namun kemudian ekspresi wajah nya berubah seperti terbawa angin kencang.
"Jaga lah permaisuri Lien dengan baik, ibunda rasa.. seseorang sedang mengincar nyawa dan serta kedudukan nya di istana. "
Ucap ibu suri Sashuang dengan nada yang pelan namun sangat terdengar jelas.
Pangeran Zhang Xiu Huat menghela nafas nya dengan berat, kemudian ikut menyesap teh hangat yang tersaji.
"pangeran ini akan mengurus nya, ibu suri tidak perlu merasa takut. "
Jawab pangeran Zhang Xiu huat menenangkan.
Tangan ibu suri Sashuang terulur kedepan, dan mengusap lembut tangan Pangeran Zhang Xiu huat.
"Lien'er terlalu polos, istana Long Hong begitu keras kepada nya. Aku takut jika ia tidak akan sanggup melewati ini sendirian. "
Di jeda sebentar ucapan nya, kemudian kembali melanjut kan kalimat yang sempat terpotong.
"Beri dia pengawasan, hingga kecil kemungkinan orang bisa mencelakai nya kembali. "
Pangeran Zhang Xiu huat lalu bangun dari duduk nya, membungkukkan sedikit tubuh kedepan.
"Sesuai keinginan yang mulia. "
ucap nya pelan namun terdengar sangat tegas.
"Pergilah."
ucap ibu suri Sashuang.
Pangeran Zhang Xiu huat segera berbalik, para pengawal penjaga segera membungkuk saat ia berlalu.
"Aku hanya bisa melakukan ini untuk mu, dan sisa nya dewa yang akan melindungi mu saat aku tidak berada disini. "
Di teguk nya kembali teh yang mulai terasa dingin itu dengan gerakan pelan. Mata nya menatap kosong kearah luar jendela yang langsung mengahadap taman bunga milik nya yang sangat indah.
__ADS_1
.
. bersambung