
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Permaisuri Lien berdiri dengan fikiran yang melayang jauh, memutar ulang pertemuan dengan ketiga wanita di hadapan nya. Begitu luar biasa dan sangat misterius.
"Permaisuri .. yang mulia permaisuri. "
sentuhan lembut di pundak menyadarkan nya dari lamunan.
"Mari.. silakan duduk. "
ucap Xio lagi, kembali menawarkan.
"Ah.. iya, maaf kan aku. '
permaisuri Lien bergeming, melangkah keruangan yang lebih dalam, menampilkan dua sosok wanita cantik yang sedang duduk dengan aktifitas yang berbeda.
" Permaisuri Lien, senang melihat anda kembali. "
Quen tersenyum lembut, namun mata nya nya begitu tajam dan mengintimidasi. Sedang kan Serena hanya mengangguk kepala nya sedikit, lalu kembali melanjutkan kegiatan nya.
Permaisuri Lien duduk dengan anggun, kemudian menyilangkan kedua kaki nya.
"Dari mana kalian berasal..? "
Mata Quen menyipit, sedang kan Serena menegak kan kepala nya.
"Kalian tentu tahu apa yang aku maksud !
Dari mana asal kalian? "
kembali pertanyaan yang sama di lontar kan oleh permaisuri Lien.
Quen terkekeh pelan, lalu melirik kearah Serena.
Permaisuri kaisar Malai Ziyu itu sangat mengerti arah pembicaraan wanita yang baru mereka kenal beberapa hari yang lalu.
"Wushu.. karate, wushu.. ?"
Tubuh serena menegang, hingga tanpa sadar mengerat kan pegangan sepasang pisau berwarna silver dan gold di tangan nya.
Quen menggelengkan kepala nya kearah Serena, sedang kan permaisuri Lien terlihat tenang.
Quen terkekeh pelan untuk mencairkan suasana.
"Yang mulia, hamba akan pergi untuk mengurus keperluan para prajurit kita. "
Xio membungkuk kan tubuh nya, lalu berjalan mundur untuk pergi kearah pintu besar dan keluar dengan pelan.
Mata Quen menatap lekat orang didepan nya. Bibir nya melengkung,lalu memiring kan kepala nya kesamping. Semua yang dia lakukan tidak luput dari perhatian permaisuri Lien.
"Langsung keinti nya. apa yang
__ADS_1
kau ingin kan? "
Quen menyilangkan kaki nya dengan anggun, bibir nya menyungging kan senyuman tipis.
Permaisuri Lien yang merasa tidak puas dengan jawaban lawan bicara nya menegakkan tubuh nya.
"Jika tebakan ku benar, aku juga berasal dari mana kalian berada sebelum ada di tempat ini. "
Ucap nya serius, namun tanggapan orang di depan nya tetap waspada.
"Wushu, karate, di padukan dengan teknik pedang. Bukan berasal dari dunia ini. "
"Ha-ha-ha.. "
Quen tertawa renyah, sedang kan Serena mengangkat kedua bahu nya.
"Sungguh seorang penyidik yang berbakat, ah..seorang mata mata. "
Lanjut Quen masih terkekeh.
Permaisuri Lien tersentak membuat nya bangun dengan cepat dari duduk nya.
"Jadi.. kalian benar benar berasal dari dunia yang berbeda? "
"Hei.. santai lah, kau akan mati untuk kedua kali nya jika terlalu serius akan semua hal. "
Tangan Serena terangkat,untuk menenangkan keterkejutan orang di hadapan mereka.
"Bagaimana kalian bisa berada di tempat asing ini? "
seperti nya jawaban yang ia terima tak membuat hati nya puas, bagaimana pun bertemu dengan orang orang dengan dunia yang sama di tempat antah berantah , siapa yang tidak merasa begitu senang.
"Alana Kompeny, dunia bawah, pengusaha muda. "
Tiga kalimat, dan itu membuat permaisuri Lien menegang.
"Bagaimana bisa kebetulan seperti inj, bagaimana bisa bertemu dengan orang orang ini di sini. "
Permaisuri Lien berdiskusi dengan hati nya sendiri, hingga membuat kening nya berkerut.
"Yang mulia kaisar Zhaoyang datang berkunjung.. "
kasim mengumumkan kedatangan orang nomer satu di kekaisaran Long Hong tersebut.
Membuat ketiga nya kembali kedunia nyata dari pikiran mereka masing masing. Quen dan juga serena segera bangun dari duduk mereka, mengubah ekspresi setenang air di danau, tanpa gejolak.
Pintu di dorong dengan pelan, memuncul kan wajah wajah orang dari dalam kediaman.
Senyum yang tadi terbit seperti bunga yang baru mekar, mulai menguncup secara bertahap setelah sepasang manik penuh kebahagiaan itu bertemu dengan manik teduh nan tajam dari arah berlawanan.
"Salam yang mulia kaisar, semoga panjang umur. "
Senyuman di paksakan terbit untuk menjawab sapaan dari ketiga wanita di depan nya.
Dari arah belakang muncul Xio yang juga kemudian membungkuk kan tubuh nya. Di susul Suoxue dan Qixuan.
__ADS_1
"Apa gerangan yang sedang permaisuri Lien lakukan di kediaman para putri kekaisaran Han? "
Alis nya bersatu saat melemparkan pertanyaan dengan tatapan menyelidik.
"Ah.. kami yang memanggil permaisuri Long untuk datang dan minum teh bersama yang mulia. "
Quen menjelas kan dengan suara nya yang lembut, dan itu begitu menggelitik hati kaisar Zhaoyang.
"Maaf kan kelancangan kami, karena tidak meminta izin terlebih dahulu. "
wajah Quen begitu sendu, menampilkan rasa tidak berdaya nya.
Kaisar Zhaoyang menjadi salah tingkah, hingga senyuman nya semakin lebar.
"Bukan.. bukan seperti itu, kaisar ini begitu senang jika permaisuri kami bisa membawa diri. "
Balas nya untuk mengurangi rasa bersalah tamu kehormatan nya.
"Ikh... sungguh menjijik kan. Membuat tanggan ku gatal ingin memberi tamparan. "
Gigi serena tertutup rapat satu sama lain, dengan tangan yang terkepal.
Sungguh untuk pertama kali nya, ia bertemu dengan orang yang begitu menguji iman nya.
"Baiklah... seperti nya kaisar ini akan membawa Permaisuri untuk kembali, karena kami akan segera mengunjungi para tamu kekaisaran lain nya. "
Quen, Serena dan Xio membungkuk dengan gaya yang sangat anggun. Membuat manik hitam kaisar Zhaoyang berkilauan.
Permaisuri Lien juga ikut membungkuk sebagai salam perpisahan. Dari mata nya menggambar kan ketidaksenangan nya akan kedatangan pria angkuh tersebut.
Kaisar Zhaoyang mengulurkan tangan nya kedepan, memberi isyarat agar wanita yang menjadi permaisuri nya itu untuk segera menyambut nya.
Di luar dugaan, setelah memberi salam perpisahan. Permaisuri Lien berlalu begitu saja dan tidak memberi muka untuk pria di depan nya.
"Berani nya kau mempermalukan aku. "Rahang kaisar Zhaoyang mengeras ketika tubuh ramping itu melewati nya begitu saja.
Quen, Serena dan Xio mencoba untuk mendatar kan wajah mereka sebisa mungkin.
" oh.. permaisuri Lien, tidak kan anda lupa akan barang bawaan anda. Aku tidak akan mengantar nya dengan cara yang baik. "
Namun, bibir sexy Serena tentu tidak akan mungkin melewat kan kesempatan untuk menjatuh kan lawan nya.
"Tidak.. mungkin jika aku meninggal kan sesuatu, mungkin itu adalah sesuatu yang tidak penting sama sekali untuk ku. "
Setelah menyambut pedang yang di lempar kan Serena, permaisuri Lien melangkah tanpa ingin berbalik.
"Sangat di sayang kan.. "
guman Serena lagi.
Dengan kesal kaisar Zhaoyang mengibas kan hanfu nya, lalu memutar tubuh dan pergi begitu saja dengan wajah yang mulai menghijau.
"Sampai ketemu di lain waktu.. "
Ucap serena dengan tangan melambai di udara. Xio tertunduk menahan tawa di bibir nya, sedang kan Quen kembali menjatuh kan tubuh nya kekursi yang tadi di tempati.
__ADS_1
.
. bersambung