
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa yang kalian fikir kan? Aku telah merencana kan ini cukup lama, tapi kalian menggagal kan rencana yang telah tersusun rapi. Dasar tidak berguna.. "
Selir Yue Yin menghempas kan semua barang barang yang ada di dekat nya.
Di dalam ruangan rahasia itu, seseorang berlutut tak bergeming, walau hanya sekedar untuk membela diri.
"Arg... bajingan Lien Xin Xin dan si jal*ng itu harus mati secepat nya. "
Bahkan kuku kuku panjang yang saling mencengkram kuat mulai merobek kulit tangan yang terkepal.
"Pergi.. aku tidak ingin melihat kegagalan di lain waktu. "
"Hamba mengerti putri. "
Pria misterius tersebut pergi melewati pintu belakang.
Mata selir Yue Yin terpejam erat, mulai menstabilkan emosi nya yang memuncak akibat kegagalan.
"Permaisuri... permaisuri.. ah.. aku harus mendapat kan tahta itu untuk ku."
Senyuman terbit di bibir merah darah, yang melambang kan kehausan yang mendalam dan tekat yang membara.
"Tiga tamu istimewa Kekaisaran. hmp.. maaf kan aku tuan putri, kalian harus terlibat jauh kedalam permainan ku. "
Setelah terdiam cukup lama, tawa menggelegar didalam ruangan rahasia.
🍀🍀
𝙳𝚒 sisi lain istana megah kekaisaran Long Hong, seorang wanita cantik nan sexy juga sedang dalam keadaan hati yang sangat buruk.
Setelah bersemangat untuk mengunjungi kaisar, yang di dapat kan nya adalah sebuah kenyataan tidak menyenangkan.
Flasback 🌺
Selir agung Li Mei berjalan dengan sangat anggun memasuki wilayah kediaman mewah Naga api milik kaisar Zhaoyang, para pengawal yang berjaga di sepanjang jalan menunduk hormat kepada nya, membuat diri nya seperti seorang ratu di masa depan.
__ADS_1
Sesaat setelah sampai di depan pintu megah, percakapan yang cukup mengejutkan terdengar dari dalam ruangan yang tidak tertutup rapat.
"Yang mul... "
Kasim yang hampir meneriakkan kedatangan wanita kesayangan kaisar itu terhenti ketika selir agung Li Mei memberi kan instruksi.
"Yang mulia.. menurut anda, apakah benar tiga putri dari kekaisaran selatan tiba tiba berada di daerah paling ujung kekaisaran utara? Bukan kah, kita patut waspada? "
terdengar suara yang begitu familiar dari dalam ruangan.
para pengawal dan kasim hanya bisa tertunduk karena kelalaian mereka dalam menjaga rahasia orang nomer satu itu. Tapi walau bagaimana pun, selama ini wanita berpangkat selir itu telah di berikan hak istimewa di istana oleh sang kaisar. Oleh sebab itu, siapa pun tidak bisa mengatasi nya jika ingin memperoleh sesuatu.
"Apa yang bisa di lakukan oleh seorang wanita? sehebat apa pun mereka, pilar kehidupan tetap berada di tangan yang tertinggi. Siapa yang tidak ingin berada di posisi paling mulia? "
Bisa di pastikan jika yang baru saja mengeluarkan pendapat nya adalah kaisar Zhaoyang.
"Maksud yang mulia? "
pertanyaan kembali terdengar.
"Apakah yang mulia akan mengorban kan seseorang untuk posisi penggatian? "
"Para wanita-wanita itu hanya bisa menjadi pemuas dan pajangan untuk menguat kan pilar pilar pemerintahan.
untuk tempat teragung harus di isi oleh orang yang tepat. Aku mengingin kan sesuatu yang spesial, bukan yang bisa ku bentuk sesuka hati ku. "
"Ah.. anda sangat benar yang mulia.. "
Tawa puas kembali terdengar nyaring.
Sedangkan di luar pintu besar, wajah wajah orang yang berdiri dengan diam telah berubah dengan tampilan sulit. Jika para pengawal menjadi ketakutan akan kemarahan selir agung yang akan menyulit kan mereka karena telah memberi ruang untuk wanita itu mendengarkan semua nya, selir agung berada di posisi dengan amarah yang memuncak.
Tangan nya terkepal erat, hingga mengalirkan darah dari sudut sudut kepalan.
Entah apa yang dia fikirkan, hingga dada nya begitu sesak.
flashback on🥀
"nyonya... "
seorang pelayan memberanikan diri untuk mendekat, dengan nampan di tangan nya.
__ADS_1
prangg...
Bunyi suara teko teh dan mangkuk mangkuk berisi kudapan berterbangan setelah nya jatuh menghentam lantai.
Para pelayan gemetaran hingga menjatuh kan diri dan berlutut, mengantisipasi kemarahan sang junjungan.
"Apa yang baru saja kau katakan?
kau memanggil ku dengan sebutan apa? "
selir agung Li Mei berteriak dengan keras, lalu menempat kan sebelah tangan nya di leher gadis pelayan yang baru saja berurusan dengan nya.
"Am.. ampun yang mulia, ham.. hamba mengakui kesalahan.. "
pelayan itu berbicara dengan nafas tersengal akibat keras nya tekanan tangan wanita kesayangan kaisar itu.
Tanpa ampun, wanita yang tidak kenal dengan belas kasihan itu menghempas kan kepala pelayan nya dengan keras ke tembok dan menekan nya.
"Yang.. yang mulia, am.. ampun. "
Buk..
Darah mengalir dengan deras, melewati tengkuk saat sebuah guci berukuran sedang mengentam dengan keras.
Tidak ada suara rintihan, tubuh mungil itu menyusut di tembok dan ambruk ke lantai dingin dengan mata terbuka lebar.
Para pelayan yang berlutut hanya bisa menahan teriakan mereka, bahkan tubuh semua nya bergetar hebat menahan rasa takut.
"Bersihkan sampah ini, buang jasad nya hingga tak berjejak.Ini yang akan terjadi jika kalian berani dengan ku. "
Selir agung Li Mei memutar tubuh nya dengan santai, lalu masuk kedalam ruangan pribadi nya.
Dengan cepat semua orang membersihkan sisa kekacauan , mereka tidak sempat untuk merasa sedih. Kematian begitu mudah untuk orang orang kecil seperti mereka, sejak di putus kan untuk menjadi pelayan istana dan bertugas di dalam kediaman para penguasa. mereka hanya bisa pasrah dan berdo'a, jika majikan yang harus mereka layani adalah seorang peri.
jika itu seorang dewa pencabut nya, setiap waktu hanyalah kehidupan terakhir bagi mereka.
.
.
bersambung
__ADS_1