
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hamba memberi salam yang mulia. "
seorang pria dengan langkah kaki yang tegas dan datang kesebuah kamar di penginapan yang lumayan besar. Pria itu tampak baru saja menghadiri pertemuan penting, terlihat dari sesuatu yang dia bawa di tangan nya dan pakaian yang dia kenakan.
Orang yang berdiri dan melempar pandangan nya jauh keluar jendela,dan di panggil dengan sebutan yang mulia itu segera memutar tubuh nya menghadap ke seseorang yang baru saja datang.
"Bagaimana? apa semua nya berjalan dengan lancar? "
Alih alih menjawab sapaan dari bawahan nya, pria itu kembali memberikan pertanyaan.
"Semua sesuai rencana yang mulia, kita mendapat kan kesepakatan itu. "
kepala nya yang tadi tertunduk kini segera terangkat.
"Apakah kita akan kembali ke kekaisaran kita secepat nya? "
Pria itu kembali memutar tubuh nya, dan melihat kearah jendela. Seperti nya, sesuatu yang lebih menarik perhatian nya ada di balik jendela itu.
"Kita akan kembali setelah perayaan kekaisaran Long Hong berakhir . "
putus nya.
Bawahannya yang mengerti apa yang sedang di cari atasan nya itu, lalu membungkuk untuk memberi hormat.
"Baik yang mulia, hamba izin mengundurkan diri. "
Sebelah tangan terangkat tanpa memutar tubuh nya, sebagai jawaban dari salam yang di berikan sang bawahan.
"Hufh...
Ada tarikan nafas yang sangat berat terdengar dari hidung mancung pria itu setelah pintu kamar nya tertutup rapat oleh pengawal yang berjaga.
" Aku mencari mu hingga sejauh ini, dan kau menghilang tanpa jejak. Tapi, hari ini aku bahkan menemui seseorang yang memiliki aura yang sama dengan mu,seseorang yang terlihat berani melakukan hal-hal yang tidak mungkin di lakukan oleh orang lain. Dan dia berbeda.. "
__ADS_1
Tiba tiba ada kilatan amarah dari iris seterang perak itu.
"Apa yang terjadi dengan wajah lembut itu,hingga membuat nya tampak tenang namun penuh dendam dan ambisi. "
Tangan nya mengepal kuat, hingga urat-urat tangan nya menonjol kepermukaan.
🌾
Di sebuah kediaman tepat nya di kamar yang sangat mewah, sepasang kekasih sedang melakukan pergumulan panas di atas ranjang.
Nafas kedua nya saling memburu dengan keringat keringat kenikmatan membasahi tubuh kedua nya.
"Aku akan menyelesaikan nya.. "
terdengar suara parau seorang pria sambil melakukan pekerjaan nya.
Sedang kan sang wanita hanya meringis menikmati apa yang di lakukan oleh sang pria.
Dari arah luar, seorang wanita berajalan dengan tergesa gesa ke depan pintu megah yang di jaga dengan ketat.
"Umum kan ketibaan diri ku.. "
Dua orang pengawal dan seorang kasim, serta beberapa pelayan segera berlutut.
"Salam kepada selir ketiga. "
Wanita yang baru saja datang, dengan berapi api untuk menemui orang yang berada di dalam kediaman mewah itu mulai mengeraskan rahang nya.
"Selir mur*han itu telah mendahului ku. "
Dari balik gaun yang dia kenakan, sepasang tangan mengepal dengan kuat saat suara-suara aneh menembus pintu tebal.
Manik nya menyapu setiap orang yang berada didepan kediaman.
"Aku ingin menemui yang mulia kaisar. "
Tambah nya tak sabar.
"Ampuni hamba selir ketiga, yang mulia sedang tidak bisa untuk di ganggu. "
__ADS_1
Kasim paruh baya itu kembali membungkuk kan tubuh nya.
Dengan wajah penuh amarah, selir ketiga yang di kenal dengan nama Yue Yin itu segera berlalu meninggal kan kediaman Naga api milik penguasa Kekaisaran Long Hong tanpa mengacuhkan salam dari semua bawahan pria berkuasa itu, serta para pelayan dari wanita yang selalu mencuri hati kaisar Zhaoyang.
Ditambah kedatangan nya ke kediaman sang kaisar, hanya untuk melaporkan satu berita penting, yang pasti nya akan memancing amarah dari pemilik kediaman.
"Wanita murah_an itu benar benar telah merasuki yang mulia kaisar, aku harus menyingkir kan nya secepat mungkin. "
Wajah Selir Yue Yin memerah, para pelayan setia nya hanya bisa mengikuti tanpa bersuara.
"Salam selir ketiga.. "
Di pertigaan jalan selir Yue Yin tidak sengaja bertemu dengan selir Juan Yui.
"Cih... wanita sampah ini datang di saat yang tepat untuk meluapkan amarah. "
Selir Yue Yin menatap lekat kearah selir Juan Yui sambil membatin.
Selir Juan Yui menjatuh kan pandangan nya ke tanah jalanan istana Long Hong.
Siapa orang bodoh yang akan berani bermain dengan selir ketiga yang di kenal dengan kelicikan nya. Walau tidak sebanding jika di sanding kan dengan selir agung, tapi setidak nya.. wanita dihadapan nya ini bukan lah lawan yang mudah, kekaisaran selatan di kenal dengan kerajaan yang sangat kuat.
"Enyah lah dari pandangan ku selir Juan Yui, hari ini suasana hati ku sangat buruk.. kau tidak sepadan untuk ikut mengganggu. "
senyuman sinis terbit dari bibir tipis itu.
Selir Juan Yui kembali menunduk kan kepala nya, sebagai seseorang yang selalu menghindari segala macam intrik didalam istana.. menghindari konflik adalah jalan yang terbaik.
''Maaf kan aku selir ketiga.. aku menghalangi jalan anda. "
Di tarik kaki nya untuk berdiri di sisi jalan yang lain, otomatis semua bawahan nya juga melakukan hal yang sama.
Selir Yue Yin tersenyum dengan angkuh, dia bahkan mengangkat tinggi dagu nya.
"Memang benar benar sampah, aku masih merasa heran hingga saat ini. kenapa yang mulia kaisar bersedia mengutip mu dan membawa mu keharem milik nya. "
Di buang pandangan nya setelah mengeluarkan bisa dari mulut nya. Mereka berjalan dengan cepat, meninggal kan rombongan selir Juan Yui dengan amarah yang terpendam.
.
__ADS_1
. bersambung