Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
dua puluh sembilan


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jian Mi duduk di taman kediaman belakang istana sakura.Pikiran nya jauh melayang, membayang kan beberapa hal mengejut kan yang terjadi di kediaman utama sang permaisuri.


perubahan dari junjungan nya begitu menyakitkan hati nya sekaligus membuat nya bahagia. Hal yang menyakitkan, wanita yang selalu berusaha mereka lindungi itu sekarang seperti orang yang berbeda, bahkan sangat bertolak belakang dengan kepribadian permaisuri sebelum terjadi nya sebuah petaka.


Bahagia.. mereka semua, yang merupakan pelayan setia milik permaisuri Lien sangat menyukai pribadi dan sikap dari junjungan mereka yang lebih berani, kuat dan penuh akan kejutan. Bahkan bisa membalas semua kejahatan yang akan di tuju kan kepada sang junjungan.


Dan kini, kedatangan dua orang yang di dapat kan wanita agung itu dari pasar lelang memiliki latar belakang yang tidak biasa. Apakah suatu hari, kedatangan mereka membuat petaka dan itu sangat di cemas kan oleh nya yang begitu mencintai junjungan nya itu. Mereka bahkan bersedia menyerah kan nyawa mereka agar sang junjungan kembali terselamat kan.


"Saudari Jian Mi.. "


Sentuhan di pundak jian Mi membuat sang empu tersentak, dan bingung untuk bersikap seperti apa.


Gelengan kepala menghentikan ekspresi canggung diwajah gadis kepercayaan permaisuri Lien itu.


"Semua yang terjadi hari ini adalah rahasia yang harus di simpan dengan rapat, aku bahkan telah meninggalkan gelar itu cukup lama. "


Bibir gadis itu tersenyum lembut, di bawa tubuh nya kedepan dan mensejajarkan dengan tubuh kurus Jian Mi.


"Kau tahu.. saat usia ku mulai membuat ku mengerti semua yang terjadi di istana, aku mulai merasa ketakutan. "


di toleh leher nya kearah Jian Mi sebentar, lalu kembali menatap lekat kearah pepohonan sakura yang sedang berbunga lebat.


"Seorang pelayan di istana ku pernah bercerita, jika saudara ku yang merupakan seorang pangeran hilang dari istana Wang. Ada yang mengatakan, jika dia mati terbunuh oleh pemberontak. Saat itu aku mulai mengerti, istana bukan lah suatu tempat yang aman. Bahkan mereka mengincar nyawa ku yang merupa kan putri sah dari permaisuri dan kaisar. Aku senang saat terbebas dari istana, setidak nya nyawa ku masih bertahan hingga saat ini. "


Jian Mi memperhatikan wajah gadis cantik di sebelah nya, tidak heran jika dia sangat berbeda. Aura seorang putri mengalir dalam darah nya.


"Qiqi juga mengalami hal yang lebih mengerikan, kami sama sama terlahir di istana. Dan berakhir di jalanan, aku mengerti kau memikirkan sesuatu. Tapi percaya lah, kau beruntung berada di sini bersama dengan yang mulia permaisuri Lien. Aku iri pada mu.. "


Sambung Suoxu dengan senyum tulus.


"Soso... "


panggilan akrab itu membuat kedua gadis itu segera memutar tubuh mereka. Tampak Qi Xuan berjalan cepat kearah mereka berada.


"Cepat lah kembali ke kediaman permaisuri, yang mulia membutuhkan kita disana. "

__ADS_1


Sambung nya lagi.


Jian Mi mendadak merasa panik, gadis itu menghawatir kan keadaan junjungan nya, dengan cepat mereka berjalan kearah kediaman utama.


kreettt..


Pintu di dorong dengan pelan, memperlihat kan seseorang dengan gaun dan sesuatu di tangan nya.


"Kami memberi salam yang mulia.. "


Ucap mereka bersamaan.


"Mendekat lah.. "


permaisuri Lien melambaikan tangan nya, lalu segera bangun dari tempat nya duduk.


"Jian Mi.. aku membutuh kan mu untuk mengawasi semua pergerakan di istana. Biarkan kamar ku dalam keadaan terkunci, aku akan pergi keluar istana untuk sesuatu hal yang penting. "


Ujar permaisuri Lien dengan raut wajah serius.


"Yang mulia.. diluar sana sangat berbahaya, apa yang akan anda lakukan jika bertemu dengan kawanan penjahat. "


gadis itu kembali mencemas kan keadaan junjungan nya itu, hingga membuat raut wajah nya memucat.


Tambah permaisuri Lien berusaha menenang kan bawahan nya itu.


Suoxu yang di sapa dengan panggilan Soso itu juga sedikit merasa kaget, nama nya juga termasuk dalam perjalanan permaisuri Long Hong tersebut, dan dia merasa sangat bersemangat.


"Tap.. tapi yang mulia.. "


"Tenang lah Jian Mi, aku akan baik baik saja. Jika kamu menghawatirkan keadaan ku, lakukan lah tugas mu dengan baik dan jangan memancing kecurigaan untuk siapa pun. "


Ucap permaisuri Lien lagi merasa jengah, dia merasa bawahan pemilik tubuh itu begitu berlebihan. Seharus nya dia melatih gadis itu untuk lebih tangguh, tapi kekacauan harus segera di selesai kan.


"Ambil ini, lalu segera bersiap lah.. "


Suoxu dan Qi Xuan segera meraih buntalan yang baru di serah kan oleh permaisuri Lien kepada mereka. Sebelum pergi, kedua gadis itu membungkuk kan tubuh mereka lalu menghilang di balik pintu kediaman.


"Aku mengandalkan mu untuk ini Jian Mi, tolong jangan kecewakan diri ku. "


permaisuri Lien beralih menatap wajah sendu itu, dan menepuk pelan pundak Jian Mi.

__ADS_1


"Maaf kan hamba yang mulia.. "


Jian Mi tersentak saat tangan halus itu menyentuh pundak nya,ada perasaan hangat tersalur disana. Bahkan selama bersama permaisuri Lien, ini pertama kali nya wanita itu begitu perhatian.


Langkah langkah penuh semangat berjalan mendekat kearah pintu kediaman sakura, memunculkan dua gadis dengan gaun dan penutup wajah.



"Hamba telah bersedia yang mulia. "


Qi Xuan membungkuk kan sedikit tubuh nya.


Lalu di susul oleh Suoxu dari arah belakang gadis berwajah datar itu.


"Suoxu juga bersedia yang mulia. "



Permaisuri Lien mengangguk dengan senyuman di wajah nya.


"Lumayan menarik, kita akan segera pergi untuk mencari informasi penting di pusat kota. "


Di keluarkan sesuatu dari balik gaun nya, lalu memakai kan di wajah nya seperti yang di lakukan Suoxu dan Qi Xuan.



"Yang mulia sangat menakjubkan.. "


Suoxu dan Jian Mi tanpa sadar berguman dengan sangat keras.


Dan menghasil kan tawa renyah dari sang junjungan.


"Mari.. kita akan segera pergi, dan .. Jian Mi, ingat apa yang harus kamu lakukan. "


ucap permaisuri Lien sambil menaiki jendela kamar nya.


"sesuai perintah yang mulia. "


Jian Mi membungkukkan tubuh nya seiring kepergian ketiga wanita berstatus tak biasa itu keluar istana.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2