Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
lima puluh


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman mewah milik Selir Agung begitu sibuk, penusukan yang dia alami dimalam terjadi nya kekacauan membuat diri nya terbaring lemah hampir kehilangan nyawa.


"Yang mulia Kaisar Zhaoyang Hong telah tiba.. "


Kasim istana berteriak mengumumkan ketibaan pria berkuasa itu.


Para pengawal dan pelayan segera berlutut setelah wajah dingin itu melewati mereka. Pintu yang terbuka lebar dengan pelan dan penuh hati hati kembali tertutup,para pelayan yang melayani wanita kesayangan kaisar itu juga segera merangkak mundur.


"Yang mulia.. "


Suara lemah nan manja itu menyeruak kependengaran semua orang.


Kaisar Zhaoyang dengan penuh wibawa datang mendekat, namun tidak sangat dekat hingga wanita yang di gilai kaisar itu hanya sanggup menyentuh angin.


"yang mulia.. "


sambung nya lagi lemah.


Kaisar Zhaoyang menatap dengan tatapan yang tidak seperti biasa nya.


"Apakah keadaan mu baik baik saja selir agung ? "


Sapaan yang tak begitu akrab itu membuat selir Agung Li Mei bergetar, tidak ada tatapan penuh hasrat seperti biasa nya.


"Yang mulia.. hamba.. "


"Segera lah beristirahat, para dayang akan membantu mu. Jangan melakukan keributan, karena aku sangat sibuk akan semua masalah yang kalian ciptakan. "


Ucapan selir agung Li Mei terpotong dengan kalimat pedas dari kaisar Zhaoyang.


"Apa ini berhubungan dengan para putri dari kekaisaran selatan yang berpenampilan bagai wanita jala*g ? "


Selir agung Li Mei bangun dari tidur nya, dengan tertatih menahan nyeri akibat bekas tusukan di samping pinggang nya.


Kaisar Zhaoyang menyeringai, lalu memutar tubuh nya. Ditengah tengah jalan, dia menghentikan langkah nya.

__ADS_1


"Bersikap lah seperti seharus nya selir agung, ingat apa tujuan ku membawa mu kesini. Mungkin aku terlalu memanjakan mu sehingga kau lupa, dan ingat akan satu hal. Kau bertahan disini hanya karna ku ingin, bukan karna aku memuja mu. "


"Deg.. "


Selir agung Li Mei meremas pinggir gaun nya, wajah sedih itu segera berganti saat sosok pria berkuasa itu menghilang di balik pintu.


"Jika bukan karena ingin membalas budi, aku juga tak ingin berada disamping orang menyedih kan seperti anda kaisar haus tahta. "


Diseret kembali kaki nya dengan tertatih.


"agh... bajingan Lien itu, jika saja aku tidak berada disana mungkin tidak akan terlibat dengan wanita bodoh seperti nya.


🥀


🥀


" Pengawal... pengawal.. "


Suoxue berteriak histeris, "Tolong... tolong yang mulia permaisuri. "


pekik nya kembali.


Dua penjaga yang sedang duduk di kursi mereka segera berlari, merapat kearah ruang tahanan berbau rerumputan lembab tersebut.


tampa aba aba, kedua pengawal yang kurang waspada segera tersungkur ke lantai.


Suoxue menopang sebelah tangan permaisuri Lien kepundak nya, lalu membantu nya keluar dari dalam ruangan pengap yang menyesak kan.


"Mari yang mulia.. kita harus bergegas. "


ucap Suoxue lagi dengan suara pelan.


Permaisuri Lien mengangguk sambil melangkah. Mereka menajam kan idra pendengaran dan penciuman, menatap sekeliling nya dengan hati hati.


"Setidak nya, kita harus keluar dulu dari tempat tidak menyenangkan ini. "


ucap permaisuri Lien sambil memegang perut nya yang perih, bisa di pastikan.. Luka memar pasti tercetak jelas disana, bagaimana pun. Tubuh pemilik raga yang dia tempati ini begitu rapuh, berbeda dengan tubuh asli nya.


"Tap.. tap..


Terdengar langkah langkah kaki bergerak mendekat.

__ADS_1


" Shutt... "


Permaisuri Lien meletak kan jari telunjuk ke bibir, setidak nya kemampuan mendengar dan merasakan kedatangan orang asing masih berguna di saat sulit.


Suoxue memutar mata nya kesekeliling, lalu menarik tubuh permaisuri Lien dengan tergesa, membawanya kesebuah sudut yang lumayan tersembunyi.


Kedua nya berdiri mematung sambil menahan nafas, menempel kan tubuh mereka seakan menyatu dengan tembok bebatuan.


Beberapa pengawal berjalan melewati mereka begitu saja, melihat situasi yang memungkin, kedua nya segera bergegas pergi kearah berlawanan. Hingga suara teriakan membuat suasana semakin mencekam.


"Permaisuri Lien melarikan diri dari ruang kurungan.. "


Teriak salah satu pengawal, beberapa dari mereka segera berlarian dengan pedang yang sudah terlepas dari sarung nya.


"Ke arah sini yang mulia.. "


ujar Suoxue sambil menyeret tubuh kesusahan permaisuri Lien, bahkan terdengar nafas nya yang memburu.


Kedua nya berlarian kearah yang tidak bisa di pastikan, melihat betapa banyak nya jalan di dalam ruang bawah tanah tersebut.


"Cahaya.. "


ucap Permaisuri Lien sedikit senang, namun suara langkah kaki yang teedengar begitu ramai mengarah kearah mereka.


Kedua nya saling berpandangan, mencari celah untuk mereka melarikan diri, namun gerakan dari arah depan begitu mendesak.


Sampai dua pasang tangan menutup mulut kedua nya dan menarik mereka kedalam kegelapan.


"Ugh... ugh.. ugh.. "


Kedua nya meronta, mencoba untuk membebaskan diri.


"Diam lah.. atau kalian ingin membusuk di tempat ini. "


Seseorang membentak dengan suara tertahan, namun ancaman yang diri nya berikan membuat permaisuri Lien dan Suoxue seakan kehilangan tenaga.


"Hah... "


kedua nya menghembus kan nafas dengan kasar, sambil berlari di dalam dekapan dua orang dengan wajah tenang.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2