Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
tiga puluh dua


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Qi Xuan.. Qiqi.. "


Suoxu menepuk pelan pundak sahabat nya, saat gadis itu berdiri terpaku menatap kearah sesuatu yang begitu menarik perhatian nya.


Qi Xuan terjengkit karena kaget, lalu menoleh kearah gadis yang memanggil nya.


"Ada apa dengan mu, yang mulia menunggu kita. "


ucap nya lagi dengan wajah penasaran.


"Kamu mengenal mereka? "


Tanya permaisuri Lien dengan wajah penasaran.


Qi Xuan segera membungkuk kan tubuh nya.


"maaf kan hamba yang mulia, hamba hanya mengagumi keahlian yang mereka miliki. "


ucap nya dengan wajah tertunduk.


Permaisuri Lien menaikkan sebelah alis nya.


"Aku merasa begitu penasaran dengan wanita wanita yang terlibat pertarungan, semua gerakan mereka sangat familiar di ingatan ku. Ku rasa Qi Xuan juga menyimpan sesuatu di fikiran nya. ''


Batin permaisuri Lien, lalu menatap kearah tempat nya kembali bertemu dengan sosok misterius. Sosok yang sama, yang dia temui di pasar lelang.


"Kita harus segera kembali, aku telah menemukan apa yang aku cari. "


Sambung nya lagi, lalu melangkah menjauh dari sana.


Qi Xuan dan Suoxu membungkuk kan sedikit tubuh mereka, sebelum mengikuti wanita penyelamat mereka.


Sepanjang perjalanan, bahkan setiba nya di istana Long Hong. Qi Xuan tidak terlihat seperti biasa nya, gadis itu tampak sendu bahkan mata nya seakan berkaca kaca.


"Qiqi... apa yang sedang terjadi pada mu? Apa kau merasa tidak nyaman? "


tanya Suoxu dengan raut wajah gelisah.


"Aku menemukan mereka.. setelah sekian lama. "


ujar Qi Xuan pelan, namun kembali tersentak saat menyadari apa yang telah dia ucap kan.


"Mereka?


mereka siapa?


apakah kau mengenal para nona mengagumkan itu Qiqi? "


Suoxu bertanya dengan wajah yang semakin penasaran.


Qi Xuan menggeleng kan kepalanya .


"mereka siapa yang sedang kamu bicara kan? "


Kembali memberi sebuah pertanyaan.


Suoxu mendadak bingung.

__ADS_1


"Jadi .. yang tadi kamu bicarakan itu? '


ujar nya terputus, karena seseorang datang menghampiri kedua nya.


" Saudari Jian Mi.. "


Senyuman terbit di wajah nya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? "


tanya gadis itu sambil melangkah mendekat.


''kami sangat beruntung hari ini, saat bertemu dengan beberapa nona yang mempunyai keahlian memukau. "Suoxu bercerita penuh semangat, hingga mata nya berkilauan.


"Ah.. benar kah? Apa kalian mengenali mereka? '


Jian Mi menatap kedua gadis itu bergantian, seakan ikut penasaran dengan cerita yang di ucapkan oleh putri daratan utara itu.


Wajah Suoxu berubah sendu.


" Sayang nya mereka pergi setelah membereskan kekacauan di pusat kota. "


"Sangat di sayangkan.. "


saut Jian Mi seakan juga merasakan kekecewaan yang di alami oleh Suoxu. Manik nya beralih menatap wajah gadis yang tidak banyak bicara dari saat kedatangan nya ke istana sakura. Gadis itu seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat menyita perhatian nya.


Merasa ada seseorang yang sejak tadi menatap nya, membuat Qi Xuan menoleh .


"Berhentilah menatap ku, aku akan pergi sekarang kekediaman utama. "


Gadis itu segera bangun dari duduk nya, lalu melangkah dengan cepat ke arah tempat yang tadi dia katakan.


"Ah..


Jian Mi terjengkit saat apa yang sedang dia lakukan di ketahui.


☘️Istana Long hong


" Salam Yang mulia...kaisar.."


Pria dengan seragam kebesaran nya berjalan dengan cepat .


Kaisar Zhaoyang menghentikan langkah nya, berdiri tegak hingga pria yang tadi memanggil nya mendekat.


"Mentri pertahanan.. "


kening nya mengerut saat melihat dengan jelas wajah tangan kanan nya itu.


"Sesuatu terjadi di pusat kota kekaisaran Long Hong. "


ucap mentri pertahanan Rui sedikit berbisik.


Kaisar Zhaoyang segera memaling kan wajah nya ke arah bawahan nya itu.


"Mari kita bicarakan di istana Naga api. "


Setelah mengatakan itu, kaisar Zhaoyang berjalan cepat di ikuti para pengawal dan mentri pertahanan Rui di belakang nya.


Disini lah mereka, duduk di kursi yang tersusun melingkar.


"Yang mulia Pangeran Zhang Xiu Huat datang berkunjung.


jendral Nian Jiangwu datang berkunjung. "

__ADS_1


Kasim Jierui mengumum kan kedatangan beberapa orang yang tidak di sangka akan datang di waktu yang sama.


Mentri pertahanan Rui segera bangun dari duduk nya, lalu membungkuk memberi penghormatan kepada saudara kaisar Zhaoyang itu.


"Salam yang mulia pangeran Zhang. "


Pangeran Zhang Xiu Huat tersenyum tipis seraya berjalan mendekat ke arah kaisar Zhaoyang.


"Salam kepada yang mulia. "


Kepala nya menunduk saat menyapa saudara nya itu.


"Salam kepada mu juga pangeran. "


balas kaisar Zhaoyang dengan wajah menebak nebak alasan kedatangan saudara kandung nya.


"Sesuatu yang penting seperti nya membawa mu menemui ku pangeran? "


tanya nya sambil merentangkan tangan sebagai penawaran agar semua tamu nya untuk duduk di tempat yang telah tersedia.


Pangeran Zhang melibas kan hanfu nya, lalu duduk dengan gerakan yang sangat mempesona.


"kedatangan diri ku, kurasa memiliki tujuan yang sama seperti mentri pertahanan. "


ujar nya, lalu melirik sekilas ke arah pria tangan kanan saudara nya itu.


Mentri pertahanan Rui sedikit terkejut, jika pangeran di kenal dengan sebutan dewa perang itu mengetahui tujuan nya.


"Hamba sangat terberkahi dewa, jika yang mulia juga berfikiran sama dengan hamba. "


ucap nya sambil menunduk hormat.


Kekehan keluar dari bibir pangeran Zhang, pria itu terlihat begitu menawan hanya dengan tersenyum.


"Aku tahu, jika mentri pertahan Rui memiliki jawaban untuk yang terjadi hari ini di luar istana. "


kalimat selanjut nya membuat reaksi kaisar Zhaoyang sedikit terpancing untuk ikut mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Kejadian apa yang membuat kalian bahkan datang bersama untuk itu? "


Mata nya menatap tajam kearah mentri pertahanan Rui seolah meminta sebuah jawaban akan pertanyaan nya.


Keringat sedikit membasahi surai yang tergelung itu.


"Maaf kan hamba yang mulia untuk kelalaian para bawahan hamba. "


pria itu tertunduk dengan wajah gelisah.


Pangeran Zhang Xiu huat menarik cangkir teh yang di sediakan untuk nya oleh pelayan kaisar Zhaoyang, menyesap nya dengan anggun sambil menantikan jawaban selanjut nya dari sang kakak.


"Kesalahan apa yang kau lakukan mentri pertahanan? "


kini tangan kaisar Zhaoyang mengepal erat di atas pegangan kursi milik nya.


"Sekelompok bandit melakukan perampasan di pasar kota kekaisaran, membuat keributan hingga mencelakai para pedagang dan pengunjung. "


Rahang mentri pertahanan Rui menegang setelah memberi penjelasan.


Prang....


Sebuah cangkir melayang kearah tembok kediaman, membuat semua orang menegang di tempat masing masing.


.

__ADS_1


. bersambung


Besok lanjut lagi yah.. 😀😀


__ADS_2