
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana yang canggung kini jadi semakin canggung. Jangan di tanya, kini meja bulatan tersebut menjadi begitu penuh dengan meja meja lain yang di satu kan.
Semua orang begitu ingin ikut bergabung, bagaimana pun tamu kali ini benar benar bukan dari kalangan yang biasa.
"Shitt.. Apa apaan ini. "
umpat nya rendah, dan itu masih bisa di tangkap oleh indra pendengaran milik Quen.
Baru Quen ingin menoleh pandangan nya, seorang wanita dengan tampilan begitu mencolok mendekat kearah mereka.
"Salam yang mulia.. "
bibir merah menyala itu bergetar ketika berbicara.
Quen dan serena bahkan bergindik ngeri, bagaimana wanita seperti ini berada dimana mana.
"Mei er.. "
Pria penguasa sebagian besar daratan timur itu mengulur kan tangan nya kedepan, menyambut tangan lembut dari wanita yang menyapa nya.
"kemari.. berikan salam kepada tamu istimewa kita. "
Tatapan tak bersahabat menguar dari wanita di samping kaisar Zhaoyang, lalu dengan cepat berubah begitu teduh dan lembut.
"Selir agung ini memberikan salam kepada seluruh tamu kehormatan yang mulia kaisar. "
ucap nya dengan sedikit membungkuk.
Bagi orang orang dari masa depan seperti Quen dan Serena, tampilan berpura pura wanita di hadapan mereka ini begitu memuak kan.
"Heh.. kenapa mendengar tentang sebutan selir agun ini, aku begitu ingin menebaskan pedang di tangan ku. "
Serena berguman di dalam hati.
Melihat jejak ketegangan, selir agung Li Mei kembali memainkan peran nya.
"maaf kan hamba yang rendah ini, karena berani menyela pembicaraan. " Raut wajah sedih nya membuat semua orang merasa tidak enak hati.
"Selir agung.. "
suara lembut menyeruak dari balik orang orang yang berkerumun.
Wajah cantik nan lembut keluar dari sana.
"Salam permaisuri Long Hong. "
ucap Quen, serena, dan Xio bersamaan.
Wajah selir agung Li Mei berubah biru, kemudian menoleh kebelakang punggung nya.
"Ah... permaisuri Lien. "
__ADS_1
Alih alih memberi salam, wanita dengan riasan tebal itu seperti menyirat kan ketidak sukaan nya secara langsung.
Kaisar Zhaoyang mulai mengendus bau bau ke tidak nyamanannya.
berjalan pelan kearah permaisuri nya itu, kemudian sedikit merapat kan tubuh nya kedepan.
"Apa yang kau lakukan? "
Bisik nya pelan, jika dilihat dengan mata kasar. Penampilan nya seperti sedang memberikan kalimat rayuan.
Namun, kenyataan nya.. kedua tangan itu menekan kuat pundak wanita dengan status permaisuri nya itu.
Permaisuri Lien menaikkan pandangan nya, sehingga bertemu dengan mata tajam yang menusuk langsung ke manik coklat nya.
"Apa yang anda kata kan yang mulia kaisar, aku berada di tempat seharus nya aku berada. Apakah posisi seorang selir lebih penting dari seorang permaisuri? "
Dengan lembut namun bertenaga, tangan ramping itu melepaskan cengkraman di pundak nya. Lalu melesat kedepan dengan langkah yang anggun, mengabaikan kekesalan di wajah kaisar Zhaoyang.
"Salam untuk kalian semua. "
wanita anggun itu menunduk kan kepala nya, lalu kembali menatap kearah semua orang dengan senyuman lembut.
Hal itu tentu tidak lepas dari tatapan mata setiap orang yang berada di perayaan kekaisaran Long Hong .
Bagaimana wanita itu bersikap, cara nya mengatasi setiap tatapan sungguh begitu berkelas. Tidak sesuai dengan rumor yang beredar.
"Permaisuri Long Hong, senang bertemu dengan anda. "
Quen tersenyum ramah, di ikuti Serena dan Xio.
"Satu penghormatan untuk ku tentu nya. "
Kini dia baru bisa melihat dengan jelas wanita di hadapan nya.
mata nya menyipit, lalu kembali tenang seperti lautan tanpa ombak.
Selir Li Mei yang merasa terabaikan mengepal tangan nya dari balik gaun yang dia kena kan. Di tambah tatapan memuja semua orang kearah kelompok wanita yang sedang saling bertukar kata, itu membuat nya semakin merasa ingin menghabisi ke empat nya.
"Apakah kita akan terus membiarkan tamu kita berdiri seperti ini yang mulia. "
Suara tegas dengan tatapan teduh menguar kearah semua orang.
Kaisar Zhaoyang berbalik, lalu segera tersadar.
"Ah.. saudara ku benar, bukan kah kita harus menikmati setiap pertunjukan yang telah kekaisaran kami siap kan. Mari untuk kembali menduduki tempat yang telah tersedia. "
Mendengar perintah Kaisar Zhaoyang, semua orang segera membungkuk lalu duduk kembali.
"yang mulia.. "
pangeran Zhang kembali mengingat kan saat kaisar Zhaoyang ingin duduk di meja tempat rombongan Quendan rombongan kekaisaranp selatan berada.
Wajah salah tingkah kaisar Zhaoyang menguar, dengan berat hati pria itu berjalan kearah tahta setelah sebelum nya memberi sedikit penghormatan.
Pangeran Zhang begitu mengacau, membuat hari nya kelam.
"Silakan lanjut kan menikmati kemewahan perayaan kekaisaran long Hong. "
__ADS_1
pria itu tersenyum lalu mengikuti tubuh kaisar Zhaoyang, di sertai permaisuri Lien dan selir agung Li Mei.
Sebelum sampai ketengah tengah aula, sepasang anak panah melesat kearah permaisuri Lien dan selir agung.
Pangeran Zhang dengan cepat memblokir serangan tiba tiba tersebut, namun hanya bisa menyelamat kan salah satu nya.
Pisau tipis entah dari mana ikut melesat dan langsung memblokir panah yang kedua.
"Akh...
permaisuri Lien dan selir agung terpekik keras, membuat semua orang juga membulat kan mata mereka. Kegaduhan tidak bisa di hindari.
Ketangkasan pangeran Zhang yang langsung menarik permaisuri Lien kesamping membuat wanita itu terselamat kan.Sedang kan selir agung Li Mei terpeleset hingga jatuh kedepan.
" Mei er.. "
kaisar Zhaoyang memutarkan tubuhnya lalu melesat kearah tubuh selir agung, menarik wanita itu kepelukan nya.
"Tutup semua pintu aula dan istana, jangan biarkan siapa pun keluar dari sini. "
Teriakan amarah dari kaisar Zhaoyang menggema di aula megah tersebut. Membuat semua orang semakin cemas, dan bersiaga.
"Siapa yang begitu berani melakukan ini di saat perayaan kekaisaran ku. Cari orang orang itu, lalu habisi semua nya. "
Pangeran Zhang segera melesat kearah asal serangan itu muncul, diikuti oleh jendral Liu Yaosan.
Permaisuri Lien di topang oleh ketiga orang kepercayaan nya, melempar kan pandangan kearah tiga wanita yang terlihat tenang.
kemudian di bawa ketempat yang lebih aman .
"Ah... ini akan sangat menyenangkan.. "
serena tersenyum tipis, lalu mengedip kan mata nya.
"Shutt..
" akh...
Buk..
Mata semua orang terbuka lebar, saat sesosok pria berpakaian ninja terjatuh dari atap.
"akh.. Quen, kau mendahului ku. "
keluh serena.
Bersamaan dengan puluhan prajurit yang langsung mengaman kan tersangka.
"Shutt..
" Bukk..
kembali seorang pria bercadar terjatuh. pelaku nya kali ini adalah wanita berstatus permaisuri Lien.
Quen menunduk kan kepala nya rendah.
"akh.. sangat tidak menyenangkan. "
__ADS_1
serena kembali mengeluh.
. bersambung