
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tunggu.. "
suara rendah, namun sangat jelas terdengar dari arah samping. membuat ketiga wanita bercadar berhenti dengan waspada.
Tiga wanita lain nya, yang juga menutup sebagian wajah mereka memblokir jalan orang yang baru saja membuat kegemparan di kekaisaran Long Hong.
Mata mereka menyipit dengan waspada, membuat wanita bergaun merah sedikit melembut kan ekspresi nya.
"Aku membutuh kan bantuan kalian, bisa kah kita bekerja sama? "
tanya nya tanpa basa basi.
Wanita bergaun hijau melipat kedua tangan nya kedepan, lalu memindai orang yang baru saja datang. membuat rasa tidak nyaman di wajah mereka.
"apakah ini sebuah penawaran? keuntungan apa yang akan kami peroleh untuk ini? "
Wanita bergaun merah membuka penutup wajah nya, di ikuti oleh kedua gadis yang bersama nya.
"aku bisa menawarkan kopensasi untuk setiap bantuan. Perkenalkan..nama ku Lien Xin Xin, aku permaisuri kekaisaran ini. "
Raut wajah orang dengan rambut putih berkilau sedikit tidak bisa di tebak.
"Kami tidak membutuh kan apapun. "
Kalimat selanjut nya memberikan kesan keangkuhan dari diri mereka.
Ada wajah tidak senang mendengar tanggapan tidak bersahabat itu.
namun wanita yang telah mengkonfirmasi kan status dan nama nya terlihat tidak terpancing.
"Aku tahu, kalian membutuh kan sesuatu yang kami punya. Hingga tidak ada alasan, jika kalian memerlukan kami sebagai sekutu. "
Wanita bergaun hijau terkekeh. Hingga membuat nya mengeluarkan dua pisau kembar dari balik gaun nya.
"Kalah kan aku, maka kami akan memikirkan nya. "
Permaisuri Lien sedikit mengerut kan kening nya, jika saja dengan tidak sengaja mendengarkan pembicaraan para wanita asing di hadapan nya. Tidak mungkin diri nya menawarkan kerja sama, di tambah dunia baru ini membuat langkah nya sedikit terbatas.
Mencari sekutu dengan keahlian dan status yang kuat itu yang harus dia lakukan. Seorang mata mata juga harus mengetahui medan yang harus dia kuasai.
"maaf.. aku tidak bisa bertarung. "
sekuat mungkin diri nya mencoba merendah kan diri.
Namun, ucapan nya itu tentu tidak akan di anggap. Terbukti ketika sebuah pedang melesat kedepan wajah nya.
__ADS_1
"Happ..
Wanita bergaun hijau menyeringai dari balik gaun nya.
Dengan cepat melesat dan menghilang ketika hampir berhadapan dengan permaisuri Lien.
" Apa apaan ini.. "
desis nya penuh waspada, Suoxue dan Qixuan melindungi wanita penyelamat nya itu.
"Kalian berdua, menyingkir lah. "
Suoxue tersentak, menoleh kearah permaisuri Lien lalu Qixuan menarik tubuh nya dengan keras.
Bertepatan dengan menghindar nya dua gadis di sisi permaisuri Lien, sosok bergaun hijau muncul dari arah atas.
"Trang..
Satu pedang dan satu pisau beradu di udara. Kedua nya menarik diri, kemudian wanita bergaun hijau segera menghujam dengan cepat kedua senjata di tangan kiri dan kanan nya secara bergantian. Mereka melakukan gerakan memutar, saling menangkis, menyikut, dan menebas kan kaki.
Sedang kan wanita dengan rambut putih hanya menonton dengan wajah tenang.
" Xio.. kita harus mencari tempat duduk yang nyaman. Ah.. sangat di sayang kan, seharus nya kita membeli beberapa makanan untuk menyaksikan pertunjukan ini. "
Dengan santai di bersihkan nya daun daun di bawah pohon, di ikuti wanita lain di belakang nya. Tampa merasa terganggu kedua nya duduk dengan damai.
"Sudah lama sekali tidak bersenang senang. Bukan begitu? "
Suoxue berdiri kaku dengan wajah cemas, namun pembicaraan dua orang yang datang bersama wanita bergaun hijau begitu menggelitik hati nya.
"Orang seperti apa yang bersenang senang di atas nyawa orang lain. "
Guman nya cemas bercampur bingung.
"Xixi, apa yang harus kita lakukan? "
Namun bukan mendapat jawaban, gadis berwajah datar itu hanya fokus menatap kearah pertarungan sengit di depan sana.
"Bugh..
Sebuah sikutan menggunakan lutut bersarang diperut permaisuri Lien, membuat nya mundur beberapa langkah. Lalu kembali tegak dan melibas kan kaki nya keatas hingga membuat benturan keras di tulang selangka lawan nya .
" ah.... sialan. "
Umpat wanita bergaun hijau kasar.
"Seren.. "
Wanita yang sedang duduk dengan tenang sedikit berteriak.
"Sudahi dengan cepat, aku mulai kelaparan. "
__ADS_1
Raut wajah pemilik nama berubah jelek.
"Apa kau tidak bisa menunda perut sialan mu itu sejenak saja. "
"Hei.. apa maksud ucapan mu itu, kau yang lamban kenapa perut ku yang kau salah kan. "
wanita berambut putih itu bahkan membuat provokasi.
"memang teman sialan.. "
Di hentak kaki nya ketanah dengan keras,lalu melesat kearah permaisuri Lien hingga berjarak kurang dari setengah meter.
"Sini pedang ku, kita tidak sebanding. "
perlakuan nya membuat permaisuri Lien mengerut kan kening nya.
"menyebalkan.. "
kalimat terakhir bahkan masih terdengar menjengkelkan bagi semua orang.
Tiga wanita kekaisaran Long Hong hanya terdiam dengan tatapan aneh kearah ketiga wanita di hadapan mereka.
mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri tanpa memikirkan kehadiran orang lain. Permaisuri Lien bahkan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Ehem.. bisa kah kita bicara. "
permaisuri Lien terpaksa terbatuk kecil untuk membuat kedua orang yang sedang beradu umpatan itu memperhatikan kehadiran mereka.
''Perayaan kekaisaran Long Hong, kami akan berada disana. "
Tidak ada kalimat lanjutan, tiga wanita dengan tingkah aneh itu segera pergi tanpa berbalik dan menghilang dengan cepat.
"Yang mulia.. "
Mata Suoxue seperti akan keluar dari tempat nya, bukan saja tentang keangkuhan ketiga wanita asing tersebut, sifat tidak bersahabat mereka juga membuat nafas nya sesak.
"Mari kembali.. "
Hanya itu yang bisa di ucap kan permaisuri Lien, entah kalimat yang di lontar kan wanita berambut putih tersebut merupakan sebuah pernyataan atau pun sekedar angin lalu.
Dibalik nya dengan cepat tubuh nya kearah yang berlawanan, lalu segera meninggal kan tempat pertarungan mereka tadi.
Suoxue mengekor di belakang wanita yang selalu menunjukkan ketenangan, namun untuk pertama kali nya.. Sesuatu begitu menyita perhatian nya.
Sedang kan Qixuan masih berdiri mematung di tempat nya. Menatap lekat kearah ketiga wanita yang baru saja menghilang, tampak kekosongan dari manik hitam nya.
"Xixi, mari kita segera kembali.. yang mulia telah berada jauh di depan. '
teriakan Suoxue menyadar kan nya, dengan berat di putar kan tubuh nya lalu ikut menyusul.
.
__ADS_1
. bersambung