Permaisuri Impian

Permaisuri Impian
dua puluh delapan


__ADS_3

.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana hening memenuhi ruangan kediaman sakura, yang terdengar hanyalah suara hembusan nafas dari orang orang yang berada didalam nya.


tok.. tok.. tok.


Permaisuri Lien duduk dengan posisi yang sangat santai, jari jari nya bahkan mengetuk dengan santai pembatas kursi yang dia tempati.


"Apa yang membuat anda menemui ku pangeran? "


Akhir nya permaisuri Lien mencoba memecah kecanggungan.


Pangeran Zhang Xiu huat tersenyum tipis, tangan nya saling bertautan di atas meja.


"pangeran ini datang hanya untuk memastikan kedatangan anda yang mulia permaisuri Lien di saat hari perayaan kekaisaran. "


jawab nya sambil menarik tubuh dan bersandar di kursi yang terbuat dari kayu tersebut.


Permaisuri Lien yang memperhatikan gerak gerik pangeran yang terkenal akan ketenangan nya itu terkekeh pelan.


"Aku tidak merasa kedatangan anda sesimpel itu yang mulia. hah... mari mengatakan yang sesungguh nya, mengingat anda mengutus seseorang untuk memata matai saya sepanjang hari. "


Wajah pangeran Zhang Xiu huat berubah kaku, jelas sekali jika diri nya sangat merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh permaisuri saudara nya itu. Namun, secepat kilat dirubah nya kembali mimik wajah nya seperti semula.


kekehan kembali keluar dari bibir tipis wanita cantik itu. Bahkan kini dia kembali menyesap teh hijau milik nya untuk menahan diri.


"Ah.. menyenangkan sekali, melihat jika tebakan ku tidak meleset dari sasaran nya. "


ujar permaisuri Lien dengan sikap santai, sambil menggoyang goyang kan cangkir teh di tangan nya.


Pria di samping pangeran Zhang Xiu huat hanya diam mematung, mendengar dan mencermati setiap ucapan dari permaisuri kekaisaran Long Hong itu dengan cermat.

__ADS_1


Dan berjanji dalam hati nya, jika diri nya tidak akan pernah mencampuri lebih jauh urusan keluarga kekaisaran.


kini pangeran Zhang Xiu huat yang ikut terkekeh.


"ah.. pangeran ini sangat mengagumi sifat baru yang mulia permaisuri, tapi.. bagaimana sebuah kecelakaan bisa membuat seseorang berubah sedemikian rupa. "


mata sendu nya tiba tiba berubah menjadi tatapan tajam penuh menyelidik kearah permaisuri Lien, dan itu sempat membuat permaisuri Lien sedikit tercengang.


"Hanya kematian yang bisa merubah kehidupan seseorang pangeran kedua. "


mata nya menyipit membalas tatapan pangeran Zhang Xiu huat, lalu kembali meletakkan dengan pelan cangkir teh nya.


"anda pasti mengerti, untuk bertahan hidup.. seekor rusa harus berubah menjadi singa, jika dulu di buru sekarang aku harus kembali memburu.


Jika mendapat kan kesempatan kedua, apa suatu hari nanti akan ada kesempatan ketiga? "


Pangeran Zhang kembali tersenyum.


"anda benar yang mulia, tapi berhati hati lah dalam melangkah. Jika anda tergelincir, jurang selalu menunggu untuk menelan korban nya. "


"pangeran ini izin untuk kembali, dan memberi kabar kepada kakak kaisar jika anda telah berangsur pulih berkat kemurahan dewa. "Sebelum benar benar pergi, di lemparkan tatapan kearah gadis bawahan permaisuri Lien satu persatu, lalu segera memutar tubuh nya kearah pintu keluar kediaman sakura.


Pria yang tadi bersama pangeran Zhang juga ikut membungkuk, setelah memberi salam penghormatan. Pria itu juga bergegas menyusul atasan nya itu.


Permaisuri Lien menatap lekat kearah orang orang pangeran Zhang Xiu huat, sampai mereka benar benar menghilang di balik pintu.


"yang mulia..."


baru saja Jian Mi mengangkat bibir nya, tangan permaisuri Lien telah terlebih dahulu terangkat dan menghentikan ucapan nya.


permaisuri Lien menoleh kearah Suoxu dan Qi Xuan yang berdiri dengan wajah tertunduk.


"Kurasa.. siapapun kalian, dan dari mana kalian berasal telah di ketahui oleh pangeran Zhang. Aku mungkin tidak akan bisa menjamin jika dia terus berdiam diri. "


Semua orang didalam kediaman itu kembali berdiam diri, hingga Qi Xuan melangkah kedepan dan segera berlutut. Suoxu yang melihat itu juga ikut melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Mohon bantuan anda yang mulia permaisuri. "


Suoxu dan Qi Xuan berucap dengan kompak, membuat Jian Mi sedikit terkejut.


"Mulai lah bercerita, aku akan mendengarkan nya hingga teko teh ku kosong tak bersisa. "


Dia menyadari bahwa dua gadis di hadapan nya itu memiliki rahasia yang tak ingin di bagi pada siapa pun. Dan itu akan menyulit kan mereka semua nanti nya.


" Liu Qi Xuan, hamba putri dari kediaman perdana mentri Liu Changhai. Putri yang terlahir dari hasil perselingkuhan yang di lakukannya dengan seorang selir kediaman pangeran . "


Tangan gadis itu terkepal erat, hingga membuat urat tangan nya menonjol jelas.


"ibunda hamba di jatuhi hukuman pancung bersama selingkuhan nya, hamba di kirim kan kembali kekediaman perdana mentri Liu Changhai sebagai tanda penghinaan yang telah di lakukan oleh pria itu kekeluarga kekaisaran. Mereka memberikan siksaan tanpa henti, hingga menjual hamba kerumah lelang. Seseorang dari rumah lelang membawa hamba kedaratan Timur, dan menjual hamba sebagai budak. "


Guratan amarah jelas terlihat dari wajah yang mulai memerah itu. keinginan untuk melakukan balas dendam terpancar di mata nya. Manik kecoklatan itu beralih kearah gadis di sebelah Qi Xuan.


Merasa ada yang memastikan, Suoxu mengangkat kepala nya, lalu buru buru menjatuh kan pandangan nya kembali.


"Ham.. hamba, hemm... "


gadis itu tampak gelisah, bahkan kedua tangan nya meremas lekat gaun yang dia gunakan.


"Putri yang berasal dari daratan utara,putri Mu Wang Suoxut. Lari dari hutan larangan karena di culik oleh saudara nya sendiri saat pemberontakan perebutan tahta, hingga kini diri nya tidak mempunyai keberanian untuk kembali pulang. sepuluh tahun yang lalu, bertahan hidup di tengah belantara dan di temui oleh seorang saudagar kaya dari seberang. Akibat dari kebencian di kediaman saudagar kaya tersebut, diri nya di lempar jauh dari daratan utara dan juga berakhir di rumah perlelangan. Nasib baik masih menyertai nya, pemilik rumah lelang menyayangi nya seperti putri sendiri, hingga kedatangan ku membuat nya berakhir sama. "


Suoxu meraih tangan Qi Xuan yang kedua mata nya mulai berkaca kaca.


Permaisuri Lien tersentak saat mengetahui asal usul kedua gadis yang dia selamat kan dari tempat perdagangan budak, yang di kenal dengan sebutan pasar lelang di zaman ini.


"Sungguh kisah yang rumit, bagaimana orang orang di zaman ini begitu mudah memutus kan sebuah hubungan. Apakah nyawa dari ikatan darah sangat tidak berarti. "


Guman nya di dalam hati. Mata nya terpejam rapat sebelum kemudian kembali terbuka lebar dan menatap kedua gadis yang saling memberi kekuatan itu dengan tatapan penuh kekaguman.


"Kita akan melakukan sesuatu yang membuat kita semua terbebas dari tempat neraka ini. "


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2