
Halana baru masuk ke dalam toilet perempuan sebelumnya Halana mendengar dari pintu yang baru akan di bukanya jika meraka sangat senang hingga tawa mereka terbahak hingga terdengar juga kalo mereka mau melakukan rencana lainnya lagi.
Halana baru saja masuk seketika Jenna dan kawan-kawannya terdiam menatap Halana dengan tatapan remeh dan berdecih sangat jijik mereka bertiga seperti melihat seorang yang sangat buruk rupa.
Mereka tidak sadar jika semua ucapan mereka sudah Halana dengar dari A-z.
Halana tersenyum laluenghampiri dan menyalakan keran tanpa di pakai membiarkan airnya mengalir begitu saja.
“Lo pada lupa ternyata ama gue, Gak papa gue ingetin lagi ama lo pada,” ucap Halana seketika mendekat ke wastafel bersermin lalu mencuci mukanya.
Seketika Jenna menarik rambut Halana memperlihatkan ke kaca.
Halana terlihat dengan wajah basah yang berantakan dan rambut tertarik tangan Jenna kasar.
Halana melirik pada Jenna, tersenyum.
“Oiyaa.. lo yang sok berani sadar diri siapa lo di kantor ini." Ucapan Jenna dengan wajah yang sangat kesal setengah berteriak.
“Oh. Yaa gak tahu ya gue,” ucap Halana masih bisa membalas ucapan Jenna santai dan sengaja memancing Jenna marah.
Xx
Halana menepuk tangannya dengan pelan seperti menghilangkan debu halus dari telapak tangannya lalu setengah berjongkok dan lututnya menjadi tumpuan kedua tangannya Halana tersenyum dengan manis menatap ketiganya yang tidak berdaya.
“Baek baek lo ama gue.” Kata Halana sambil mengusap usap kepala Jenna dan menjambaknya balik lebih kasar.
Terlihat mereka bertiga kesakitan di badannya karena di pukuli Halana.
Halana tersenyum dengan manis lalu pergi berlalu meninggalkan Jenna Geng.
Sebelumnya.
Halana melawan dengan memutar kepalanya dan membuat Jenna melepaskan jambakannya dan seketika itu Halana memukulnya menghajarnya tak memberikan selah pada Jenna melawan, Halana terus menghajar balik hingga Jenna dan teman-temannya babak belur.
Siapa suruh mereka semua melawan Halana jangan sampai mereka mengulanginya kedua kalinya.
Halana melangkah keluar untuk pulang ketika akan melangkah menaiki ojek Halana memakai helmnya dulu,
Seketika sebuah motor sport hitam mengikutinya.
Halana tidak sadar juga tidak tahu, tetap tenang sampai didepan pagar rumah Aslan motor hitam itu juga berhenti di jarak yang jauh, Ia melihat dan menganggukan kepalanya mengerti tempatnya berhenti sekarang di mana dan rumah siapa, lalu menatap ruamh mansion yang mewah. Pengendara itu tersenyum dari balik helemnya.
Motor Sport hitam itu berputar meninggalkan tempatnya berhenti.
Halana masuk dengan langkah santai ketika itu mobil mewah melewatinya.
Halana acuh saja seketika mobil mewah biru metalik dan ketika Halana memasuki gerbang utama lebih besar, Halana langsung memasuki halaman rumah seketika itu pengendara mobil itu turun dan ternyata seorang perempuan yang sama yang bertemu dengan Halana di kantor Aslan.
Halana dengan santai tetap berjalan masuk tapi perempuan yang baru saja datang dengan kaca matanya seketika melepasnya dan melihat Halana melangkah masuk hanya terdiam dan tak percaya.
“Dia di rumah ini bagaimana bisa.” Ucap perempuan itu yang sebenarnya adalah Kelly,
ya.... Kelly bisa datang ke rumah Aslan seinginnya jika tidak ingin tidak akan datang.
Kelly melangkah masuk menatap Halana yang sudah masuk dan di sambut Inah.
Kelly semakin curiga hingga sampai didalam menatap para pelayan lalu Kelly tanyai satu persatu
__ADS_1
"Siapa dia?" Kata Kelly dengan mendekat ke salah satu pelayan yang sengaja lewat.
"Ehm... ehmmm emm." Pelayan itu ketakutan juga ragu juga bingung.
Kelly menepuk bahu pelayan itu kasar.
"Heey aku tanya bukan Ham hem ham hem."
Lalu tanya pada yang lainnya semuanya sama.
Di tanyai Kelly tapi, tak ada satupun yang menjawab dan memilih pergi dan menjauh, mata kelly menatap menerawang jauh ke depan jika sesuatu telah terjadi di belakangnya pasti Aslan sedang ada sesuatu dengan pegawi kebersihan di kantornya.
Kelly duduk dengan agak kasar di atas sofa dan memainkan ponselnya lalu menelpon seseorang ternyata menelpon Aslan di sebrang sana.
Aslan sedang ada di rumah Mommynya dan duduk dengan tenang di meja makan bersama Mommy dan Daddy.
“Bagaimana dengan Halana," ucap Mommynya seketika Aslan melihat ponselnya bergetar lalu mematikan ponselnya dan Kelly yang ada di seberang sana hanya mendengus kesal dan menghentakkan ponselnya diatas Sofa.
“Kenapa Aslan mematikan panggilannya ada sesuatu yang di sembunyikannya."
Kelly melangkah menerobos masuk ke kamar Aslan melewati para pelayan yang sudah mencegahnya seketika, masuk kedalam ruang kerja tidak ada menemukan apapun lalu, di ruang istirahat Aslan malah melihat Halana yang sedang maskeran wajah setelah mandi.
Kelly sangat marah dan jengkel tapi wajahnya tetap tenang dan santai tidak membentak bukan berarti belum membuka mulutnya dan mengeraskan suaranya kencang didepan wajah Halana, belum saja.
Halana menoleh dengan santai dan menatap kaca kembali ketika mendengar suara pintu terbuka.
“Maafkan kami nyonya, Nona Kelly memaksa masuk dan ingin mencari sesuatu dan kami sendiri tidak bisa menghentikannya." Kata salah satu pelayan.
Halana yang diam tanpa ada suara dan anggukan samar didepan cermin yang bisa di lihat pelayan yang mengatakan itu.
“Oh.. simpanan ya, sekarang pekerjaan seorang tukang bersih-bersih adalah simpanan pengusaha kaya, Apa gajinya kurang buat sehari-hari ehm. Gak masalah asal dia gak meniduri dan tidur denganmu,” ucap Kelly percaya diri sambil melihat lihat isi kamar Aslan dan juga mengambil salah satu alat makeup dan juga barang-barang yang ada di meja rias di awasi oleh Inah dan para pelayan.
Kelly mengeraskan rahangnya karena semua barang-barang perempuan juga ada di setiap ruang kamar istirahat Aslan.
“Rasanya sangat canggung bukan bagaimana jika kita bisacara berdua,” ucap Kelly dengan senyum terpaksa.
Seketika Halana mengangguk dan melepas maskernya dan meminta semua pergi kecuali Inah.
Kelly menatap cermin seketika Halana menatap cermin yang memantulkan raut tak senang Kelly. Lalu wajah Kelly yang tidak suka kehadiran Inah.
“Tidak masalah dia mampu menjaga rahasia kok,” ucap Halana dengan mengisyaratkan tangan menarik garis didepan bibir dan jari telunjuk di tempel tengah bibir dengan wajah tersenyum.
Halana dengan wajah tenangnya menahan sesuatu yang sangat ingin di lepaskannya, yang sebenarnya tak suka dengan Kelly di hadapannya sekarang.
“Kenapa, Kenapa kau datang kemari, Aslan kan sedang tidak di rumah," ucap Kelly melipat tangannya.
Kelly tersenyum memiringkan wajahnya menatap Halana remeh. Halana tersenyum menunduk dan berbalik dengan posisi masih terduduk dan mengangkat wajahnya.
"Lalu anda untuk aapa masih disini datang kerumah yang pelik rumahnya tidak ada?" Halana membalik ucapan Kelly seketika Kelly terdiam.
Kelly mendekat.
"Karena aku kekasihnya jadi aku bisa datang kerumah kekasihku sendiri, Kau.. siapa lebih baik pergi saja."
Kelly menatap remeh Halana lagi.
Halana bangun dari duduknya dan bendekat selangkah.
__ADS_1
“Oiya. Tapi sayangnya gue udah deket ama dia hampir tiap hari gue datang kemari, anda bilang seorang yang di bayar hanya untuk melayani Tuannya.. jadi kenapa? Hem, apa anda cemburu, rendah sekali selera cemburu anda pada hal yang terlalu remeh, jadi itu bisa di billang kalo gue bukan orang asing lagi kan ,” ucap Halana menunjuk didirnya sendiri dengan kelima jemarinya. Halana terkekeh dan menatap Kelly dengan raut kasihan dan berdecak.
“Lalu... kenapa kau masih disini kau pergi lah gue juga gak akan pergi karena gue juga lagi kerja disini,” ucap Halana.
“Anda sombong sekali oh.. iyaa pakaian mahal dan perawatan mahal itu semua miliku jangan pernah mengambilnya terlalu banyak,” ucap Kelly.
‘Iya tahu! siape juga yang mau ngambil, aku gak sudi ama yang mereka kasih lagian aku lakuin ini karena Inah mohon-mohon ama aku buat sandiwara kalo gak gak bakalan mau. Lagian ribet ama dia urusannya ama nih orang, satu ceweknya si alAslan kan, cakep sih tapi, tahu kelakuannnya kek gitu ya elah aku jadi Aslan juga aku buang nih cewek,' ucap Halana dalan hatinya menatap Kelly dengan wajah tersenyum ramah dan terbesit semua ucapan itu dalam pikirannya dan masih banyak hal lagi yang tidak di ucapkan Halana di ucapkan dalam hati.
Halana bangkit dan menarik Kelly keluar dari kamar dan keluar dari rumah mengusirnya seperti Halana seorang pemilik rumah.
Kelly tidak terima dan merasa jika dirinya diperlakukan dengan sangat buruk wajah mendengus berekspresi kesal itu tak hilang hingga Halana hampir mendorong Kelly jatuh.
Halana melipat tangannya dan menatap dengan berani.
“Siapa yang buat semuanya jadi sesukamu,” ucap Kelly dengan kesal seketika Halana pergi dan dan masuk seketika itu pintu tertutup Halana duduk dengan nyaman di meja makan lalu melepas jubah handuknya yang dirinya sudah berpakaian kaos polos dan celana rumahan milik Aslan yang di pinjam habisnya semua gaun tidurnya mengerikan dan membuat Halana melihat monster wanita penggoda yang jelek.
Di luar teras rumah. Kelly kesal dan pulang dengan mobilnya di perjalannannya Kelly memarahi mobilnya memukul mukul stir mobil.
Xx
Di rumah orang Tua Aslan.
Mommy mengajak Aslan bicara banyak juga membicarakan tentang Halana.
Ketika akan menanyakan apakah mereka sudah tidur bersama Aslan mengangguk.
Karena hanya mengerti jika tidur bersama adalah tidur saja tidak ada apapun.
“kapan kalian tidur bersama? yang lainnya," ucap Mommy dengan aneh menatap putra semata wayangnya.
“Sejak awal pernikahan,” ucap Aslan sesuai dengan kenyataan.
Mommy senang bukan main sambil bertepuk tangan sendiri dan seketika memanggil semua pelayan untuk membuat makanan untuk dibawa Aslan pulang dan diberikan pada Halana.
Para pelayan langsung bersiap.
“Sayangnya mommy kenapa gak ngomong dari dulu,” ucap Mommy.
Aslan menoleh dari layar ponselnya yang sedang di nyalakan.
“Yaa mommy gak tanya Aslan, Lagian tidur doang gak pake apa-apa,” ucap Aslan terus terang seketika itu raut wajah sang ibu berubah derasti ucapan putranya membuat semangatnya turun.
“Aslan! Mommy minta kamu nikah sama wanita pilihan mommy itu untuk kamu agar bisa sembuh siapa tahu dengan adanya Halana, wanita itu bisa membuatkamu menjadi lebih normal dan lebih baik, Mommy ingin kamu merasakan bahagia sedih dan rasanya perasaan bercampur aduk,” ucap mommy dengan wajah yang lesu.
Aslan mendengar nada suara mommy sepertinya perasaan mommynya sedang sedih.
Aslan berbalik menatap mommynya dan mengecup pipi mommy kanan kiri.
“Aslan gak bisa tidur kayak yang mommy bilang Aslan ngerti maksud mommy tapi, gak bisa. Aslan juga gak merasakan apapun kalo Halana kecewa nantinya. Halana juga bisa lebih dulu memutuskan hubungan pernikahan ini sebelum sepuluh tahun, Sampai saat itu mommy jangan berharap apapun,” ucap Aslan.
Mommynya Aslan seketika menangis seketika itu Aslan merasakan sedikit guncangan dalam pikirannya jika ini sangat menyakitkan untuk mommynya.
Aslan membalik tubuh mommynya menghadapnya dan mengusap air mata mommynya perlahan dan lembut.
“Atau kalian mengadopsi anak saja nanti setelah pernikahan kalian sepuluh tahun boleh kalian melepas anak itu biar mommy yang urus,” ucap Mommy aneh dengan tangis yang masih berlangsung.
Aslan menggeleng dan pergi dari sana setelah berpamitan sebelumnya.
__ADS_1