Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Cemburu? Siapa? Enggak Cemburu cuman ketemu musuh bebuyutan kemaren


__ADS_3

Persis seperti istri yang kesal melihat kekasih suaminya masuk rumah saat itu ekspresi Halana yang kesal pada Kelly.


Kelly yang pura-pura menyapa Halana dengan ramah dan senyum lebar juga berdiri menyambutnya kecuali, Aslan yang diam tenang, tiba-tiba Halana juga menyapa kembali Keduanya dengan senyum terpaksa Kelly langsung berekspresi kesal karena Halana lebih bisa mengendalikan dirinya ketika ada Kelly tak seperti bayangan Kelly.


Kelly tidak tahu siapa Halana sebenarnya dan datang dengan siapa Halana barusan, bisa masuk keluar bebas di rumah ini.


Jika tahu Zoela dan Mommy Aslan di belakang Halana Kelly mungkin akan tidak berani lagi datang, yah tapi, karena tak tahu Kelly akan melakukannya sesuai keinginannya.


“Selamat malam Halana kamu datang lagi kemari, sepertinya kamu...” ucapnya terpotong dengan suara kantuk Halana yang sengaja di besarkan bersamaan dengan meregangkan tangannya ke atas.


“Selamat malam juga Kelly Sarvon dan Aslan Xavier tapi, gue harus itirahat didalam kamar yang nyaman rasanya gak penting banget anggepin semua perkataan lo yang, Ck.. Gak guna gak mutu gak berbobot dan satu lagi,” ucap Halana berjeda.


Berdecak menatap Kelly atas bawah lalu bawah atas lagi.


Halana menggeleng dan tersenyum remeh sedikit terkekeh.


“Kau bisa tidak jaga etika dan sopan santunmu dan yaa.. satu lagi," ucap Kelly yang tak suka sikap Halana terang-terangan didepannya di perhatikan juga oleh Aslan.


“Hooam... Capek gue bener bener capek gue ama cewek modelan kek gue.” Ucap Halana tiba-tiba menadapatkan tatapan heran dari Kelly menguap dua kali dengan sengaja.


Halana mengangguk dan menyakinkan nya dengan wajahnya jika perkataannya benar tidak salah sesuai kenyataan.


“Iyaa cewek modelan kek gue emang gak punya etika tata krama asalan bar-bar dan sejenis lainnya, dan Lo termasuk Kelly Sarvon, Model... kok sukanya ngebully yang lemah, berarti yang di medsos itu yang lo bagi-bagi sedekah... pencitraan lo biar keliatan wah gitu, Satu lagi keknya gue lebih cantik lebih baik dari lo karena Lo tibaztiba ketakutan liat gue masuk kerumah Aslan. Kenapa? Takut.. Iya Takut tersaingi ama ke lebihan gue?"


Halana menatap menantang Kelly yang mulai mengepalkan kedua tangannya.


Kelly hampir hilang kesabaran seketika Halana mendekat pada Kelly seketika itu Kelly menciut.


Kenapa? terbalik posisinya?


Halana seperti membersihkan debu di pakaain Kelly mendekat terus Kelly mundur mengikuti gerak langkah Halana yang perlahan maju dan pasti, dan di bahu Kelly di tepuk dengan kedua tangan Halana di usap lembut terakhirkali di tebuk kelas membuat Kelly kaget karena kasarnya.


Aslan masih diam melihat pertunjukan nyata dan menarik dihadapannya. Sebenarnya Kelly datang sudah setengah jam yang lalu dan Aslan juga tak menganggp bicaranya Kelly seperti biasa didengar di angguki jawab saja satu kata 'iya' dan semua selesai, begitu cara Aslan menghadapi Kelly tapi, kali ini Aslan sedikit terhibur karena Kelly memiliki Halana yang bisa bicara dengan banyak ekspresi dan paling banyak ekspresi memainkan senyumnya.


"Jangan kaget."


Halana tersenyum memmiringkan kepalanya lalu menatap Kelly yang marah.


Seketika mata Halana memiring melihat Aslan disan dan berganti senyuman.


'Seharunya aku lupa kalo waktu kemarin tuh orang ngancem tapi, cuman liat mukanya bikin gue ciut, nih juga Kelly Sarden udah tahu ikan sarden kalo mau di konsumsi harus di masak lah dia dah Sarden gak bisa diapa-apain.'


"Sarden?" ucap Halana.


" Sarvon aku ini keluarga Sarvon Berani sekali kali kau mengatai nama keluarga. Liat siapa dirimu jika kau membuatku marah tak masalah kau merusak nama Sarvon dengan nama ikan laut," ucap Kelly bergantian marah. Halana tetap santai dengan kekehan.

__ADS_1


"Ups.. maaf Marah ya.. Makanya lo kalo mau maen kerumah cowok lo harusnya lo juga tahu kek gimana cowok lo, Lo liat gue kemaren. Lo liat gue sekarang kita ketemu dua kali tatapannya udah kek musuh bebuyutan, gue kasih tahu lo Sekarang lo pilih pulang cari tahu gue siapa atau lo mau mondar mandir rumah ini ketemu gue terus, Terserah..."


Halana tersenyum iblis melipat tangannya menatap Kelly yang terdiam.


"Kau..."


"Kenapa?" tantang Halana.


Plakk... Suara tamparan keras membuat suaranya menggema di rumah Aslan. Inah dan para pelayan yang bisa mengintip dari tenpat tak terlihat halana Aslan dan Kelly.


Sedangkan Aslan hanya diam dan menyaksikan pertunjukan menyenangkan baginya, menurut Aslan ini bisa sangat menarik sekarang.


Halana menyentuh pipi yang di tampar Kelly dengan keras didepan Aslan. Halana terlalu tinggi harga dirinya tak mungkin menangis.


"Kau itu ****** kau wanita murahan kau itu itu tak lebih dari sampah."


Kelly dengan amarahnya mengatai Halana menunjuk wajah Halana.


"Kenapa.. Kenapa? Paham sekarang sadar... Kau itu wanita bayaran tidur di bayar tukang bersih-bersih kecantikan palsu." Kata Kelly lagi dengan sombong tersenyum iblis bergantian dengan Halana yang tadi tersenyum iblis.


"Hah.. Hahahah." Tawa Halana menggelegar kuat.


Berdehem. menyentuh pipinya dengan punggung tangannya, rasanya panas. Halana memegang dahinya dari tangan yang menyentuh pipinya mendorong rambutnya kebelakang.


"Haah... tamparan lo itu gak seberapa lo mau gue tampar balik atau lo pergi," ucap Halana dengan berani terkekeh.


Halana memainkan lidahnya didalam mulut melirik Aslan masih memperhatikannya. Halana memberi isyarat lirikan ke Kelly Aslan bergeming.


'Ku anggep itu jawaban si Aslan, Serah dong mau di tampol nih cewek gak masalah.' Halana menatap tajam Kelly.


"Kenapa mau nangis, nangis aja gak ada yang mau kasihani kau," ucap Kelly. Menoleh pada Aslan.


"Dia? Gak mungkin bantuin cewek macam ****** gini," ucap Kelly sambil tangan terangkat menyincing lengan baju atas Halana.


“Haaduh lupa gue harus pergi," ucap Halana seketika Kelly terkejut.


Hilang perkiraan Kelly kalo Halana bakalan menamparnya balik.


"Gue baikkan Sabar gue orang nya rajin menabung rajin juga ngurusin orang kek lo khusus beneran!" Kata Halana.


Kelly kesal.


Halana melangkah pergi melewati Kelly seketika itu Halana di tatap marah dari belakang oleh Kelly.


Kelly hilang kesabaran seketika iti menjambak rambut Halana dan menyeret Halana keluar. Belum sempat keluar rumah.

__ADS_1


Halana melawan Kelly menghentikan langkahnya.


"Bener-bener nih lo ya, gak tahu sabar apa ya?" Kata Halana marah.


Sekatika Halana melawan berputar dan sekarang tangan Kelly kesakitan, di pelintir Halana bergantian setelah melepas jambakannya.


Halana memegangi tangan Kelly di belakang tubuhnya.


"Sakit?" Halana mendorong Kelly ke depan.


Kelly erbalik dan menghampiri Halana dengan marah melayangkan tangannya pada Halana seketika di tangkis. Halana memegang tangan Kelly dan menampar balik Kelly dua kali berturut turut.


Seketika Kelly melawan lagi dan membuat perkelahian itu menjadi tontonan sungguhan bagi Aslan dan Inah juga pelayan.


"Ah.. ya ampun jangan liat kalian balik badan," ucap Inah.


Seketika para pelayan berbalik badan menuruti perintah Inah.


Inah yang melihat sendirian. Para pelayan memilih pergi ketika merasakan aura rumah semakin tak nyaman karena teriakan Kelly kesakitan


Aslan yang melihat sambil menyesap tehnya dan memainkan ponselnya lalu menatap kegiatan mereka sebentar.


Halana melumpuhkan Kelly dan seketika itu Kelly menatap melas pada Aslan.


Halana juga menatap Aslan, dengan kesal dan senyum remeh pikir Halana, Kelly akan di bela Aslan tapi, tidak sepertinya.


“Aslan kamu kok diem aja aku di giniin," ucap Kelly memelas.


Aslan acuh saja dan berdiri sambil menelpon seseorang.


Menutup ponselnya dan mengantongi kedua tangannya di saku celana.


Aslan meminta pengawal wanita masuk dan memisahkan keduanya. Kelly pisah dari Halana dan Halana tersenyum menatap Kelly yang berantakan.


“Bawa Kelly pulang,” ucap Aslan pada pengawal wanita itu yang langsung mengangguk.


Kelly jelas terkejut menatap tak percaya.


Kelly hendak bicara.


Aslan pergi meninggalkannya.


Kelly menatap nanar langsung menoleh pada Halana.


Halana hanya tersenyum melambai dan bicara selamat malam semoga istirahatmu menyenangkan.

__ADS_1


Halana melangkah berbalik pergi mengikuti Aslan dengan riang. Kelly di bawa pergi oleh pengawal wanita itu keluar.


__ADS_2