Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Tidak ada rumah


__ADS_3

Di ruangan dimana Aslan membuat Halana menangis di saat itu juga datang wanita yang membuat masalah dengan Aslan.


Kelly Sarvon.


Dia sudah harusnya di tahan waktu itu tapi, kenapa malah bisa bebas. Pekerjaan ini jadi dua kali kerja.


"Kenapa Aslan kenapa kau tidak membuatnya lebih buruk kau mau menurutiku kemarin Aslan," ucap Kelly.


Memang Kelly kemarin bertemu Aslan dan Arzen di markas mereka tapi, yang Kelly lihat jika Aslan keluar dari bengkel mobil biasa.


Kelly mengajak Aslan bicara dan membuat pilihan jika masih ingin Halana selamat jauhi dan jangan dekati.


Aslan hanya mendengarkan dan pergi.


Aslan mencari tahu tentang Kelly bisa bebas dan itu adalah ayah Dimas yang membuatnya bebas.


Aslan seketika memiliki ide tapi, Ide ini membuat Halana pasti tersakiti untuk membuat Kelly mendekat sendiri.


Saat kemari itu Kelly mengikuti dan melihat Halana juga Aslan bertengkar setelah Halana pergi keluar setelah itu Kelly keluar dari tempatnya dan langsung di tahan kedua bawahan aslan di dudukan di kursi paksa.


Mereka juga memastikan Halana sudah jauh dari tempat itu.


"KAU..." Aslan membentak didepan wajah Kelly dan menuding wajahnya dengan pistol.


"Aku beri kau dua pilihan Kelly pergi dengan nyawa atau nyawamu sendiri yang pergi," ucap Aslan membuat Kelly tersenyum


"Aku senang sekali karena kamu, Aslan.. coba kamu ingat aku selalu membuat kenangan bagus buatmu," ucapnya berusaha membuat Aslan luluh tapi, Kelly tidak tahu tentang Aslan.


Aslan mencengkran dagu Kelly dan memasukan pistol kedalam mulutnya.


"Akhslan..." Kata Kelly tak jelas.


Sketika Kelly terpojok tak bisa bicara apapun, Aslan menarik keluar pistol dalam mulut Kelly dan menodongkannya pada dahi Kelly dengan sangat dekat.


"Bagaimana dengan mati ditempat? hem," katanya menatap wanita yang menatap cinta juga ketakutan ke arahnya.


"Kamu kenapa bisa seperti ini Aslan?" Kelly menatap wajah Aslan.


Aslan tidak menjawabnya dan malah mengarahkan pistol lebih di tekan di dahi Kelly.


Aslan pergi dari tempat itu bersamaan darah yang ada di ruangan itu sangat banyak. Arzen dan semua anak buahnya membereskan apa yang Aslan lakukan.


Kelly mati begitu saja di tangan Aslan dengan banyak darah keluar dari jantungnya.


"Kejam," ucap Arzen menatap datar Wanita malang yang pergi membalas dendamnya pada Halana malah terbujur dengan darah mengenang.


Aslan melajukan mobilnya dengan cepat dan hampir menabrak mobil lainnya di jalanan.

__ADS_1


Di rumah Halana membereskan semua pakaiannya dengan menangis Halana akan pergi dari rumah dengan tas yang kecil hanya berisi pakaiannya yang sering di pakai dirinya saja, yang di bereskan.


Aslan sampai dirumah lanhsung menepikan mobil dan turun bersamaan dengan itu.


Halana selesai membereskan pakainnya.


'Tidak ada rumah untuk seorang gelandangan yang memiliki keluarga terlalu benci padanya,' kata hati Halana menatap lantai.


Ketika akan keluar dari rumah seketika itu juga berpapasan dengan Aslan yang akan masuk dan tanpa basa basi Aslan melangkah melebarkan tangannya Halana tak sadar jika sekarang Aslan sudah memeluk Halana dengan erat, melihat tas yang Halana bawa Aslan melepaskan pelukannya, masih membeku di tempat, ketika Aslan membuang tas itu sembarangan, Halana menatap Aslan tajam tanpa takut.


"Tidak! Aku tidak izinkan kau pergi," ucap Aslan dengan wajah datarnya.


"Kenapa.. kenapa tidak bisa Haah.. Harga diri tak ternilai semuanya anak dan segalanya, Aslan ini cuman sampai sepuluh tahun dari awal juga kita gak saling kenal kamu menjauh aja dari aku, aku juga berusaha menjauh kok tenang aja. Aku itu udah belajar buat gak deketin kamu tapi Kamu kayaknya emang gak bisa jauh dari aku, dan itu bukan salah aku." Halana lupa tentang Aslan yang tidak bisa merasakan emosi tapi, jika melihat sekarang wajah Aslan seperti sangat sesih dan tak ingin kehilangan.


"Minggir." Halana mendorong Aslan menjauh memukul dadannya sampai menendang paha atasnya pun Aslan bergeming menatap Halan.


Halana semakin kesal.


Aslan langsung mencium paksa Halana mengigit bibir Halana agar mau menerimanya.


Palaak..


Halana menampar Aslan dan mengambil tasnya pergi menjauh.


Xx


Ayla datang kerumah membawa kejutan seketika itu semuanya hilang, Ayla sebenarnya menyiapkan Halana kejutan ulang tahun pernikahan mereka berdua sekaligus ulang tahun Aslan dan Halana bersamaan di tanggal pernikahan karena mereka buat tak sempat jika satu-satu.


Dan rencananya Mommy adalah meminta Aslan membawa Halana untuk jalan-jalan sebentar tapi, kenapa jadi berbeda sebenarnya apa yang mommynya perintahkan dan apa yang Aslan lakukan.


"Aslan kamu sendiri kenapa kamu kayak gini," ucap Mommynya khawatir menatap putranya.


"KELUAR SEKARANG..!" Tiba-tiba Aslan mengamuk dan memecahkan guci melempar Vasbunga sembarangan. Edgar yang baru datang bersama Fio seketika terkejut.


Aslan tidak tahu kenapa Halana pergi rasa didalam dirinya seperti ingin menghancurkan sesuatu perasaan apa ini.


Apa Aslan salah melakukan sesuatu apa yang Aslan kurang pelajari apa? Apa Aslan sangat tidak bisa memiliki orang terdekat seperti Halana.


Mommynya langsung meraih wajah putranya dan menatap matanya.


"Sayang liat mommy liat," ucap Mommynya Halus seketika berubah memeluk putranya.


" Halana pergi, Mommy jangan cari dia karena Aslan yang minta Halana pergi," Wajah Aslan masih datar masih tak berekspresi walau nada bicaranya membentak semua pelayan tadi juga Mommynya yang ada di hadapannya sekarang Aslan tetap Aslan yang sama bentakan itu adalah salah satu kemajuan. Bukannya kesal Mommy semakin menyukai ini Halana adalah yang terbaik tanpa sengaja.


"Kenapa?" Mommynya menatap wajah putranya. melepaskan dari pelukannya.


Mommynya seketika mengusap pipi putranya.

__ADS_1


Aslan menepisnya pelan dan berlalu pergi keluar meninggalkan semuanya.


Seketika Aslan pergi dengan mobilnya semuanya menatap heran.


Seketika menoleh kearah Edgar Zoela Mommy Aslan langsung menatap tajam.


"Cari dimana Halana berada sampai di pergi keluar kota tetap cari dan bawa pulang jangan dengan paksaan," perintah Mommynya Aslan membuat Anna dan Fio seketika terkejut.


Zoela dan Edgar yang tahu itu langsung membawa mereka, Fio dan Anna Menjauh.


"Kalian disini sebentar," kata Zoela menatap Anna dan Fio.


"Tapi, Tante kita bisa bantu," ucap Fio.


"Enggak perlu Fio disini sama Anna, Kita sama Arzen cukup kalo sampe kalian berdua kenapa-kenapa, Kalian akan memperburuk," ucap Edgar seketika menciutkan mental Fio untuk membantu.


Xx


Guntur petir bersahutan tanda hujan deras akan turun tapi, bukan hujan deras melainkan rintakan hijan kecil yang awalnya turun.


Halana duduk di bawah atap Halte bis sendirian menatap ke depan dengan mata yang sembab.


Halana baik-baik aja.. Halana gak akan takut apapun. Mengepalkan tangan memukul pahanya.


Di dalam mobilnya Aslan memukul stir mobil tanpa Alasan.


Menatap keluar jendela mobil. Seketika ucapan Halana barusan terngiang.


"Aku udah bisa nerima kamu Aslan tapi, sika kamu kasar gini dan cara kamu membawa aku kemari itu sama sekali bukan kamu Aslan, Aku gak nyangka," ucapan Halana ketika di tempat asing tadi.


"Aku emang gak bisa jadi yang Mommy kamu bilang tapi, kamu dengan bunuh orang mudah berarti kamu itu gak lebih dari iblis, pantes kamu gak bisa ngerasain apa yang dia rasain, Kamu iblis Aslan," ucapan Halana menatap Aslan marah waktu di rumahnya sebelum pergi.


Aslan memang menembak seorang bawahan Arzen yang membantu Halana berdiri sebelumnya jatuh tersandung kakinya sendiri ketika akan melangkah melewati mobilnya.


Halana terkejut dan mengatakan ucapan tadi lalu pergi dengan tangisan.


Arzen yang baru keluar dari mini market seketika melihat Halana sendirian di Halte bis.


Baru mau mendekat ke Halana seketika itu Halana naik bis dan Arzen kehilangan dengan cepat Arzen masuk mobilnya dan mengejar Halana.


Baru saja Halana naik bus dan menikmati malam kota yang mendung juga gerimis.


Disana Aslan kembali menjalankan mobilnya pergi ke tempat lain menenangkan sesuatu yang membuatnya sulit bernafas tiba-tiba.


Aslan memasuki Hotel Hurgari sendirian dan rambut acak acakan.


Memesan kamar dan pergi sendirian.

__ADS_1


__ADS_2