
Aslan selesai mandi dan kembali berkutat dengan pekerjaan ketika melihat Halana membersihkan ruangannya. Aslan cuek saja.
Aslan kembali duduk di kursinya, Aslan sedikit meliriik Halana lalu Halana juga sedikit melirik Aslan dan pergi dengan acuh setelah menyelesaikan membersihkan tampat yang sedang Halana bersihkan.
Halana melangkah keluar dengan semua alat bersih-bersihnya dan tak lama masuk Zoela mendekat pada Aslan dan meletakan minuman untuk Aslan.
"Ada acara apa sampai aku harus datang dengan Halana dan kau bersama dengan Mommy menyediakan segalanya."
"Untuk itu saya kurang tahu Tuan, karena undangan hanya nyonya yang tahu dan semua persiapan tentang Nyonya muda Nyonya besar yang urus Saya tinggal menjalankannya."
Zoela melangkah berbalik pergi dan menutup kembali pintu.
Xx
Malam harinya Halana sengaja mampir mampir agar terhindar dari acara yang akan di datanginya bersama Aslan.
"Udah gelap ini palingan juga acara udah selesai." Tanpa sadar Halana di ikuti dan di cari tapi, mereka anak buah Zoela dan Arzen sempat berpapasan dan tak melihat tak sadar juga jika itu Halana.
Halana duduk di pinggir taman dekat penjual eskrim bersama pembeli lainnya. Ponselnya sejak tadi mendapat telepon dari Inah Zoela mereka berdua menelpon Halana. Notifikasinya ramai sekali. Halana kembali berjalan pergi menuju tempat bersenang senang.
"Ogah banget gue dateng," ucap Halana sibuk bermain Timezone di mal sekarang setelah pulang kerja setelah berjalan-jalan sebelumnya.
Halana istirahat sebentar untuk jajan. Lalu main lagi.
Di tempat lainnya.
Zoela menunggu kedatangan Halana dan Aslan sudah berangkat sejak tadi.
Halana sudah selesai dan bosan lalu memilih berjalan kaki untuk mengulur waktu, Halana tak sadar ketika menikmati jalan pulang, tak sengaja melewati mobil yang di dalamnya ternyata Arzen yang mengemudi.
"Nyonya," ucapnya seketika rem mendadak dan memutar arah seketika kembali ketempat itu Arzen tak menemukan Halana setelah turun dari mobil, ketika menoleh berputar akhirnya menemukan Halana sedang makan mie instan di mini market.
Ketika itu Arzen segera menelpon Zoela.
"Hallo," Kata Arzen setelah sambungan pada Zoela masuk.
"Baik Mam," ucap Arzen untuk panggilan Zoela di dalam lingkungan anak buah Aslan. Zoela di panggil Mam atau Mom karena Panggilan nama langsung tidak sopan dan mereka juga lebih muda dari Zoela, Zoela juga tak suka di panggil Ibu hanya Halana saja yang bisa memanggil Ibu dan Zoela mengizinkannya karena terbiasa jadi keterusan.
Zoela mengetuk ngetuk ponselnya di telapak tangan kiri berjalan mondar mandir seketika itu Zoela berhenti Inah dan yang lainnya terkejut.
"Siapkan semuanya sesimpel mungkin jangan ada yang terlelu ribet dalam lima belas menit Nyonya muda Halana harus sampai di tempat acara sebelum Nyonya besar datang," ucap Zoela panik tiga kali lipat. Menantu satu-satunya yang berhasil membuat keadaan malam dan tugas Zoela berantakan, hanya Halana orangnya.
__ADS_1
Arzen masuk dan membayar pengawas toko untuk meminjam mini market dan menutup mini market sekarang.
"Kau tutup toko ini sekarang," ucap Arzen memberikan sepuluh lembar di tambah lima lembar untuk mematikan cctv depan.
"Ini..." Penjaga toko menatap Arzen dari atas bawah.
Seketika Arzen memberikan beberapa lembar lagi hingga Mata penjaga atau pemilik toko itu atau entahlah karena dia sendirian menunggu di kasir menatap lembaran uang itu lanhsung bergerak mengantongi dan langsung memasang plang tutup.
Lalu meminta maaf pada Halana.
"Maaf ya kak selamat datang kembali," katanya.
"Iya.. Mb gak masalah." Kata Halana malu.
Halana keluar setelah pemiliki mini market memintanya pergi.
Padahal Halana baru saja makan sedikit ketika itu langsung di minta pulang Halana langsung di tarik paksa sebelumnya di bius sedikit agar cepat semuanya selesai.
Mie tadi tumpah di jalanan kebetulan tak ada yang melihat dan cctv di depan mini market di matikan pemiliknya ketika Arzen memberikan uang.
Masuk ke mobil setelah aman, segera Arzen melaju kencang dengan mobilnya dan menembus jalanan raya pada lalu lintas dan meminta pihak pengawas dengan kartu izin aksesnya melewati jalur darurat.
Di radionya Arzen bicara pada anak buanya untuk membuka jalan tercepat sampai tempat tujuan seketika itu sampai di tempat tujuannya. Arzen membelok mobil tajam dan terparkir sempurna.
Sekarang Inah dan juga asisten lainnya mengambil Halana dari mobil.
Halana sadar seketika sampai di tempat acara, awalanya paksaan Inah bujukan asisten lainnya tapi, ketika menerima tatapan Zoela. Halana patuh.
Bagaimana tak patuh, Zoela memberikan sebuah kertas dengan tanda jika Halana harus di ikutkan kelas khusus dan itu akan sangat membuat Halana tersiksa pastinya.
Semuanya berjalan sesuai rencana Zoela seharusnya Arzen dan para Asisten segera menuju tempat dan menjaga di depan ruangan tempat Halana bersiap.
Untuk Arzen sisanya serahkan pada Inah dan para asisten juga Zoela.
Selesai lima belas menit akhirnya Halana tampil sangat cantik dengan gaun putih dan rambut di urai dengan indah di tambah jepit ranting bunga yang tak terlalu berlebihan lalu tas kecil dan sepatu yang pas.
"Sempurna," ucap Zoela sambil bernafas lega.
"Sekarang waktunya untuk turun dan dan bersiap." Kata Zoela lagi mengantar Halana ke tempat acara di lantai bawah sebenarnya mereka semua ada di tempat acara dan menyewa kamar untuk Halana membersihkan badan juga mengganti pakaian dan berdan-dan.
Halana turun bersama Zoela dan melangkah mendekat dimana Aslan berada seketika itu semua terpukau melihat kecantikan Halana gaun putih berenda di bawah lutut dan riasan biasa tak berlebihan terlihat sangat pas dan cocok untuk Halana dan seperti mencerminkan kepribadiannya yang sederhana.
__ADS_1
Masa iya! Beneran! Halana sederhana memang.
Halana mendekat pada Aslan. Zoela mengisyaratkan dengan memegang lengan atas Aslan seketika Halana menurutinya mata, para tamu kolega tersenyum menyapa Halana mereka yang sedang bicara dengan Aslan.
Halana balik menyapa dengan anggukan dan tersenyum juga bersikap tenang.
Zoela pergi dari sana dan meninggalkan Halana dengan Aslan.
"Apa yang harus ku lakukan di tempat seperti ini,"ucap Halana tampak beda dari segi kata juga sedikit di kalimatnya. Dan itu juga berhasil membuat Aslan beralih perhatian pada Halana yang berbisik padanya.
"Diam saja," kata Aslan dengan pelan dan tenang di samping telinga Halana.
"Kau tampak sangat cantik malam ini Lady," ucap seorang tamu dengan bahas asingnya sepertinya dari negara yang terkenal dengan kota romantisnya.
"Iya. Terimakasih Tuan," ucap Halana yang ternyata bisa bahasa asing Aslan sedikit terganggu dan kembali menatap Halana dari samping dengan tatapan mata yang sedikit terpukau.
"Diam saja," ucap Aslan. Di samping telinga Halana.
"Dia yang mengajakku bicara apa aku harus diam. Heeh," kata Halana lagi dengan berbisik.
Aslan mengangguk dan tersenyum ketika kolega dari benua asing itu kembali bicara mengenai bisnisnya.
Halana pegal dengan berdiri menggunakan sepatu haknya.
Halana menoleh kesana kemari seketika menemukan kursi. Ketika akan berjalan ke kursi. Seorang pelayan lewat dengan troli sajian makanan kecil refleks Aslan tanpa menoleh menarik tangan Halana dan mendekat kan pinggangnya memeluknya dari samping belakang dan rapat pada tubuhnya. Jika tidak cepat sikap ceroboh Halana bisa membuat hancur suasana dan dirinya malu di tempat umum.
"Aslan," ucapnya dengan merapatkan giginya menatap Aslan kesal.
"Hem Iya.. tentu silakan nikmati pestanya aku akan permisi sebentar," ucap Aslan dengan bahasa asingnya lalu menarik pelan tangan Halana untuk ikut pergi menjauh.
Halana dan Aslan pergi ke kursi empuk tak lama datang Sepasang lalu dua tiga hingga empat pasangan mendekati Halana dan Aslan.
Mereka semua adalah kenalan Aslan salah satu mereka ada yang menyukai Aslan tapi, Aslan tak menanggapi. Ada dua atau salah satunya melihat Halana di pandangan pertama langsung terpesona dan jatuh hati, Saat itu padahal mereka sedang memiliki pasangan mereka dan juga tunangan mereka.
"Ku dengar kalian berdua sudah menikah." Kata wanita dengan rambut pirangnya dan kulit putih pucat gaun biru malam.
"Iya.. Kami sudah menikah." Kata Halana dengan tersenyum manis.
"Lady apa anda bisa menerima tawaran berdansa dengan saya tapi, itupun sesuai persetujuan suami anda." ucap lelaki dengan rambut ikat dan potongan Undercut.
Halana menoleh ke pada Aslan. Aslan tetap tenang.
__ADS_1
Halana tersenyum menatap semuanya yang sepertinya terang-terangan membencinya.