Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Mie ayam level atas


__ADS_3

Fio datang bersama Edga duduk di meja yang cukup panjang dengan kursinya juga yang ada enam. Tidakalam Fio datang Anna dan sepupunya datang.


Anna mengambil tempat duduk di damping Fio dan sepupunya didepan Anna sendiri.


Tidak lama Aslan dan Halana datang sebelumnya mereka kemari beberapa jam yang lalu....


Halana terbangun dari tidurnya menunggu Aslan lama. Halana kesal karena dirinya sama saja sedang di sekap Halana.


Melangkah keluar dari kamar lain atau tempat istirajat ruangan privat Aslan seketika baru membuka pintu untuk keluqr seketika itu Julisy dan aslan keluar bersama Zoela dan Edgar.


Ketika Julisy akan menoleh Halana lanhsung masuk lagi dan mengintip dari pintu yang sedikit tertutup.


"Kenapa lama banget gak bosen apa tuh orang," ucap Halana pada dirinya sendiri.


Halana memegang kenop pintu ketika itu membukanya dengan berani.


Melihat saat itu Julisy memeluk Aslan dan mengusap pipi Aslan seketika itu Zoela menoleh melihat Halana menatap Aslan dan Julisy.


Halana melangkah dan mendekat seketika menarik tangan Julisy.


"Aw." Ringis sakit tangannya di raik hentakan kasar oleh Halana.


tatapan matanya seperti ingin memutilasi Julisy.


"Pembicaraan apa sampai lama sekali," ucap Halana menatap Zoela yang terdiam dan Edgar juga mencari pandangan lain asal.tidaj melihat wajah marah Halana.


"Halana." Suara aslans eketikaembuat Halana tersenyum paksa.


Seketika Halana menarik wajah Aslan dan bahunya membuat tubuh Aslan yang tinggi sedikit bungkuk Halana membersihkan bekas pegangan tangan Julisy dan bau parfum Julisy pada jas Aslan dengan menepuk nepuk Halana juga menatap wajah Aslan dari dekat dengan tajam.


Tiba-tiba Zoela dan Edgar berbalik.


"Sebaiknya kita pamit pergi." Zoela menarik Edgar pergi.


Halana mencium pipi kanan kiri sampai Dahi, seperti berlebihan.


Aslan juga tak keberatan.


Julisy mengepalkan kedua tangannya menahan kesal dari balik senyuman di wajahnya.


Halana menoleh berbalik.


Juslisy menatap Halana dari bawah keatas.


"Istri dari Xv Company seperti ini," kata Julisy menlihat celana dasar hitam dan kaos putih bagian depan di masukan bagian belakang di keluarkan.


Halana melipat tangannya.


"Hak saya, bukan anda yang memakainya, Kalo gitu..." Menoleh pada Aslan.


"APa sudah selesai sayang," kata Halana seolah membuat Aslan paling di cintai Halana didepan Julisy.


Dalam hati Julisy ingin mencakar wajah Halana.


Halana malah tersenyum kemenangan.


"Terimakasih atas kontrak kerjanya Tuan Xavier saya mewakili ayah sangat senang dengan perpanjangan kontrak dan persetujuan kerja sama tadi, dan Nyonya Xavier selamat sore saya pamit." Julisy pergi berbalik meninggalkan Halana dan Aslan.


Setelah berlalu Halana pergi ke ruangan istirahat Aslan yang tempat Halana bersembunyi tadi.

__ADS_1


"Aslan kenapa kamu mau di pegang pegang ama orang kek dia sih, kamu ini..." Halana kesal pun pergi ke sudut ruangan dan berjongkok marah.


Aslan menatap Halana melihat ekspresi Halana itu seperti kecewa kenapa Halana kecewa?


"Aku tidak akan memperbolehkan mereka jika kau tidak mengizinkannya," ucap Aslan dengan tenang menghampiri Halana.


Halana berdiri.


"Haah.. udahlah terserah lagi pula nikah kontra aja.. terserah anda!" Halana pergi keluar meninggalkan Aslan seketika masuk lagi dan menghela nafasnya.


"Aslan temenin aku pergi makan mie ayam sama teman-temanku?" malu malu bertanya dan menjatuhkan harga dirinya sekarang Halana.


"Mie ayam apa itu, Aku minta Zoela atau inah siapkan di rumah."


Halana diam mematung suara gagak memenuhi kepalanya.


"Apa.. Ini.. kamu gak tahu mie ayam? Jangan telpon," Halana meraih ponsel Aslan dan memintanya menyim pan ponsel itu.


"Ikut aja anterin aku ok," ucap Halana. Aslan mengangguk seperti anak kucing yang polos.


Xx


Sekarang didepan mereka Aslan dan Halana datang bersama Aslan melihat Fahmi lalu Edgar memincingkan mata dengan sekpresi datar.


Halana malah menatap sama terkejutnya.


Mereka berenam duduk saling berhadapan dengan pasangannya masing masing para lelaki melipat tangannya menatap wanita mereka yang duduk dengan menundukkan kepala tangan di bawah meja.


Tiba-tiba Pesanan mereka baru sampai dan kini baru mulai memakannya Ketika itu Aslan makan dengan biasa sedangkan Halana terkejut bukan main. Karena Mie ayamnya terlihat mengugah selera langsung di makannya.


"Lo Fio.. Ngoco juga lo.. plus plus lo, Sialan lo ngerjain gue Fi," ucap Halana yang kasar tak bisa di rem. Mengumpat serapah untuk Fio.


"Heeh.. gue gak tahu kalo maksudnya lima porsi besar trus gratis satu mangkok jumbo kek gini ceritanya. " Malu Fio di tatap Halana dan Anna yang akan memakannya hidup-hidup.


"Lo liat Pak Aslan aja makannya nyantai," ucap Fio mencari alasan. Fio tahu itu Aslan wajah Aslan itu tidak asing di pemberitaan pebisnis kaya Fio juga belum tahu dan belum bertanya kenapa Halana bisa dengan Aslan.


"Aslan jangan di makan lagi kamu minum aja, udah Liat nih minta di tutok palanya," Kesal Halana pada Fio. Aslan masih terus memaknnya karena melihat Halana makan ketika Halana berhenti Aslan juga berhenti tapi, makan lagi.


Semuanya kembali menatap Fiona.


"Lah.. gue gak tahu Sumpah Lan," ucap Fio terus tidak mau disalahkan melindungi diri dari Halana dengan tubuh Anna.


"Mau gimana lagi kita habisin aja," ucap Fahmi sepupu Anna membuat ketiga wanita terbakar cabai pedas mie ayam menoleh tajam pada Fahmi.


"Laah kan laah.. Lah.. Sedeng nih orang, Fahmi bin julid sepupu gue paling Asik, nih mie ayam isi cabe doang lo mau bolak balik toilet." Wanti-wanti Anna pada sepupunya yang kadang ngusulin gak logis gak liat sikon.


"Yaah terlanjur.. lagi pula kalo gak jadi dimakan kasih juga sama yang punya warung mie ayamnya kasihan, ini juga dia lagi promosi," kata Edgar menengahi mereka bicara. Seketika ketiganya duduk diam dan tenang.


Aslan berdehem. Semua menatap Aslan, Aslan yang wajahnya tenang menatap balik kelimanya.


"Begini jika ada yang bisa habis dua mangkok aku beri hadiah lima juta bagaimana," ucapan Aslan seketika menghentikan berdebatan mereka.


Mata Anna Fio dan Halana langsung berubah uang.


"SETUJU." Seru mereka bertiga bersamaan. Apa lagi Halana baru saja sah jadi pengangguran gara-gara Aslan, suaminya sendiri.


Mereka makan dengan lahap seketika Aslan menoleh ternyata Edgar dan Fahmi ikut makan juga dan terlihat wajah mereka merah semua.


Wadah besar mie ayam itu tiba-tiba menyisakan sedikit mie.

__ADS_1


Aslan yang sudah makan satu mangkok dan minum air dengan santai padahal wajahnya memerah pedas.


"Haah.. Pedes.. pedes.. Huuh.. Minta teh anget gak pake gula." ucap Halana dengan wajah mereh.


"Esteh gak pake gula apa teh panas gak pake gula lo, ntar salah lagi," ucap Fio yang masih kepedesan.


Seketika Datang esteh tanpa gula mereka semua akhirnya bisa menghabiskan semuanya dengan benar.


Aslan langsung membayar Didepan Fio dan Anna juga Edgar dan Fahmi.


"Gue dapet tiga juta lumayan,"kata Fio dengan riang.


"Gue sejuta doang." Kata Anna masalahnya ia makan minum makan minum.


Lima juta lainnya Edgar dan Fahmi.


Mereka tidak ada yang minum dan mangkok mereka isinya penuh langsung habis lalu minum.


Halana dua mangkok tapi, sepertinya kasihan juga tak habis satu mangkok.


"Aku gak usah.. Biarin kasih mereka aja Fio ama Anna," kata Halana dengan wajah memerah kepedesan lagian sadar diri mau dapet apa kalo cuman semangkok.


"Gak usah Halana gue udah dapet delapan juta dari Edgar," ucap Fio memamerkan teransferannya ditambahkan oleh Edgar didepan wajah Halana.


"Gue juga gue juga dapet enam juta dari Fahmi gak usah pak.." Kata Anna pada Halana dan Aslan.


Aslan menatap Halana yang masih memakan mienya terus karena masih ada.


Mereka duduk santai dan melihat Aslan dengan Halana lalu Fio sesekali melinat Edgar pada Halana. Ketika wajah mereka menunduk fokus pada Ponsel Fio menatap semua yang ada bersamanya dengan tatapan mencurigai satu persatu.


Xx


Setelah keluar dari sana mereka bertiga berjalan bersama di sekitar pasar malam di belakang mereka tiga orang lelaki yang saling kenal menjaga wanita mereka yang berjalan bersamaan didepannya.


"Sebenernya gue mau kenalin lo sama Edgar. gimana.. Lo suka gak ama dia?" Kata Fio tiba-tiba


Halana menoleh ke belakang tatapan mata aslan tajam dan terkunci pada Halana.


"Otak lo jungkir balik gara-gara Mie ayam pedes kali." Kesal Halana menjitak kepala Fio. Anna tertawa terbahak.


"Pendiem juga bisa bego ke Fio ya," kata Anna.


Mengaduh sakit seketika Fio membalas Halana dan Halana membalas Fio mereka saling cakar dengan cepat Anna memisahkan keduanya dengan berdiri di tengah.


"Tenang tenang dong ngegas mulu lo pada, cerita Fio ada ape? Halana lo yang sabar ok." Kata Anna.


"Dia noh mau deketin gue ama Edgar di bilang gue gak mau gak mudeng juga tuh bocah kesalnya," geram Halana karena berulangkali berbisik tidak Fio terus memaksanya seketika akan memukul Fio lagi seketika itu Anna menahannya.


"La ilah.. Woy.. udah napa gegara mie ayam Pedes aja sampe panas nya masih ada disini tenang dulu dong, jelasin kenapa dan bagimananya," kata Anna


Halana dan Fio menatap aneh Anna.


"TUMBEN LO BIJAK," seru Halana dan Fio bersamaan.


"Gue emang bijak kawan, Dah ah.. buruan ngomong apa gue colok lobang hidung lo pada pake petasan mau?"


Mereka berdua menggeleng.


"Otak lo jungkir balik gegera cabe setan ya," kata Halana dan Fio bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2