Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Seperti seorang Ratu


__ADS_3

Halana pun turun di Halte berikutnya lalu menunggu taksi beberapa menit untuk pergi lagi dengan taksi menuju alamat yang Zoela beritahu tadi lewat sms karena tidak mungkin naik bus.


Menunggu taksi datang ketika taksi tiba Halana langsung minta di antar ke putik Xv di dekat tuku bunha besar Xv.


"Baik Non," ucap sopir taksi itu kembali melajukan mobinya setelah Halana masuk dan duduk tenang.


Menunggu beberapa menit sebentar dan akhirnya sampai juga Halana membayar ongkos taksi lalu turun baru saja menutup pintu mobil taksi dan berputar balik Halana melihat, ternyata Zoela sudah menunggunya didepan pintu teras Butik dengan pintu kaca dan juga kaca dinding untuk memamerkan beberapa gaun juga dres dan juga ada pakaian pernikahan lelaki dan perempuan.


Halana melihat kanan kiri semuanya berlogo Xv.


'Apa mereka benar-benar keluarga pengusaha ck ck... Kalo Helena yang nikah ama aslan dia bakalan seneng banget tapo, kenapa malah nikahnya ama bentukan cewek kek Halana diriku ini,' ucapnya dalam hati sambil melangkah mendekat pada Zoel lirikan mata Halana juga sempat melihat ada toko kue dari lo Xv dan yang keluar adalah orang yang baru akan menaiki mobil mahal.


"Silakan Nyonya muda," ucap Zoela membuat lamunan Halana berhenti sampai sana dan kembali fokus pada Zoela mengikuti langkah Zoela masuk ke dalam.


Baru saja masuk Halana sudah disambut berbagai macam deretan gaun dari yang paling meriah banget, Meriah biasa, Meriah santai ada juga yang polos dengan bentuk gaun dan berbagai bentuk tapi, polos hanya warna cantik saja tanpa motif. Lalu deretan lainnya dengan motif payet dan segala macamnya yang tidak terlalu terbuka tertutup juga tidak terlalu. Sebelumnya semunya memperlihatkan bentuk tubuh setelahnya menutup dan hanya memperlihatkan bagian tubuh yang sering di lihat sehari-hari.


"Ehm.. Ini buat apaan yaa Bu Zoela," ucap Halana dengan sedikit pelan sopan menoleh pada Zoela setelah matanya menatap semua pakaian juga hiasannya.


Terpaska tersenyum Halana lalu terkekeh renyah kembali menatap lagi.


"Semua ini adalah Nyonya besar yang ingin nyonya muda menjadi pendaping Tuan muda di acara yang akan di hadiri dan para tamunya di wajibkan membawa istri atau tunang jika belum ada ikatan keluarga mereka akan tahu. Jadi khusus Anda Nyonya muda, Nyonya besar ingin Anda datang bersama Tuan muda."


Halana menoleh cepat menghampiri Zoela.


"Maaf Bu Zoela sebelumnya tapi kan, ada cara lainnya gak harus..." Halana menghentika ucapannya di akhir dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Ini permintaan dari Nyonya besar untuk anda Nyonya muda." Kata Zoela lagi dengan tenang sedikit anggukkan kepalanya.


Halana berbisiki pada Zoela.


"Bagaimana kan Bu Zoela tahu jika..."


"Kami tahu itu Nyonya kami bahkan hanya meminta sedikit perhatian Nyonya untuk melakukan permintaan Nyonya besar. Anda pasti ingat jika kami tidak pernah mematok sejauh mana sikap anda juga tentang tingkah Anda untuk keluarga Xavier tapi, satuhal Nyonya lakukan permintaan Nyonya besar saja karena itu tidaklah sulit."


Halana melemas.


'Bukukan pake nama Kelly juga gak mempan bener bener.'


Halana tersenyum malu.


"Lalu apa yang harus gue lakuin gue itu gak pernah dateng kesana gimana kalo izin sakit berhalangan.. atau apa kek gitu bu Zoela."

__ADS_1


Halana menatap Zoela dengan berharap jika di angguki permintaan nya tapi, tidak seperti itu wajah Zoela datar dan mendekat pada Halana.


"Jika Anda tidak mau, tidak masalah tapi, bagaimana jika nyonya besar mengirimkan anga ke sekeloh khusus untuk belajar etiket tata krama juga membuat anda seperti memeliki banyak tugas untuk menjadi wanita lemah lembut penurut juga sedikit seperti bangsawan ningrat."


Halana menggeleng kuat dan melambai.


"Tidak.. Jangan Iyaa.. Iya," ucap Halana kalah kali ini.


Sadar Halana juga gak pernah dimintai macam-macam hal yang bisa membuatnya bukan menjadi dirinya.


"Semuanya terlalu tidak.."


"Tapikan di rumah masih banyak Tas sepatu aksesoris pakaian juga." Kata Halana lagi.


Zoela mengangguk.


"Senyamannya anda Nyonya Anda ingin semua dibawa pulang atu bagaimana nyonya," ucap Zoela malah lain dan Halana meringis bingung.


"Terserah saja," ucap Halana pelan.


Zoela mengerti.


"Baiklah sekarang kami minta izin untuk mengambil ukuran kaki dan ukuran tubuh Anda Nyonya," ucap Zoela sambil memanggil dua orang yang sama yang tadi berhadapan dengan Mommynya Aslan.


Setelah di ukur mencoba beberapa kain dengan warna kulit Halana lalu mencoba beberapa hiasan rambut lalu sepatu lalu semuanya di satukan dan masih banyak kurang cocok dan mencoba lagi hingga samai pukul sembilan malam Mereka baru selesai dan Halana kembali duduk di atas sofa lelah.


"Bawa beberapa yang cocok dan langsung berikan pada Inah agar langsung di susunnya." Kata Zoela pada kedua wanita yang membantu Halana mencoba semua pakaian yang Halana akan gunakan nanti.


'Apa kek gini banget jadi Ratu, pati Ratu yang ada di luar negeri lebih capek waktu mau pergi ke ajar jajal semunya yang pas terus dandan terus bla dan bla.. halah.. ribet amat, kenapa gak pake dres simpel aja panjang atau celana terus atas blus trus iket rambut pake pita make up tipis selesai, Aduuh. kenapa hidupku ribet gini sih,' kesal Halana dalam hatinya.


Zoela tersenyum lagi dengan mudah menatap Halana dengan wajah penuh dengan bahagia dan mempersilakan Halana untuk berjalan duluan kedepan.


"Mau kemana lagi Bu?" ucap Halana bertanya pada Zoela.


Zoela menoleh.


"Pulang memangnya Nyonya ingin mampir kemana lagi," ucap Zoela.


"Oh.. Enggak.. ada," ucap Halana cepat.


Zoela tersenyum.

__ADS_1


“Silakan," ucap Zoela lagi menyadarkan Halana dari lamunannya untuk masuk ke dalam mobil dan Zoela akan mengantar Halana pulang sekarang.


Halana menoleh dan tersenyum masuk dan Zoela menutupkan pintu untuk Halana.


Mereka pergi meninggalkan butik dan para Karyawati di butik itu masih belum bisa melihat kenyataan dan sadar dari namanya halusinasinya kalo Wanita barusan yang mereka layani sangat cantik kulit putih rambut ikal mata coklat alis rapih dan gak pake pensil alis buat menghitamkannya semua natural asli bibirnya pun bentuknya sedang bagus dan pas juga seperti memakai lipstik warna kalem tapi, itu warna asli bibirnya.


"Bener bener liat darah biru barusan," kata salah satu Karyawati.


"Yakin banget kalo dia itu memang menantunya Bu Ayla." Katanya yang satu lagi.


"Pasti itu gak mungkin bu Ayla cantik walaupun udah tua terus menantunya bentukan buluk kumel dekil kek kita, Itu mustahil banget!" Kata satunya lagi menyusun barang untuk segera diantar.


Xx


Didalam mobil Zoela.


Halana diam saja seketika itu Zoela tersenyum melihat Halana dari spion depan.


"Nyonya ingin membeli sesuatu yang segar pinggir jalan." Kata Zoela.


"Tidak usah Bu, Keknya juga duit gak cukup buat besok naik taksi lagi, jadi pulang aja," ucap Halana.


"Baik Nyonya," ucap Zoela.


"Bu." Panggil Halana tiba-tiba.


Zoela berdehem dan menyahut.


"Ada apa nyonya, apa yang bisa saya bantu untuk anda," ucap Zoela seperti tahu jika Halana menginginkan sesuatu terdengar dari nadanya bicara wajahnya seperti sulit untuk menahannya sendiri.


Beberapa detik diam.


"Tidak jadi tidak," ucap Halana lalu kembali diam lagi.


Sampai dirumah Aslan.


Halana turun dari mobil Zoela, dan Zoela langsung pergi setelah Halana turun dari mobilnya dan akan masuk ke dalam rumah.


Ketika itu Halana tak asing dengan mobil Kelly ketika baru melangkah keluar dari mobil Zoela.


“Tuh mobil itu lagi yang kemaren,” ucap Halana sambil melangkah masuk ke dalam ketika didalam.

__ADS_1


Aslan dan Kelly saling bicara sadar Kelly dengan kedatangan Halana baru saja melangkah masuk Kelly langsung diam dan menatap tak suka.


__ADS_2