
Acara malam tadi sangat tidak menyenangkan sekarang Halana sedang melakukan pekerjaan dengan kesal karena atasannya Bu Dina mencari kesalahan Halana tiba-tiba.
Halana harus bersyukur karena kejadian semalam tak dirsiarkan ke Tv atau pemberitaan media massa.
Baru akan meletakan alat bersih bersih sebentar Halana di bekap mulutnya hingga pingsan lalu di bawa seseorang untuk pergi dari kantor.
Di ruangan Bu Dinar.
"Bu," sapa Bu Dina lembut bercampur takut.
"Ah yaa.. Dimana Halana minta dia keruanganku sekarang," ucap Zoela.
Zoela minta Bu Dinar untuk memanggil Halana menghadapnya cepat, ketika Bu Dina sampai di tempat pegawai kebersihan Bu Dina tidak bisa menemukan Halana.
Bu Dinar akan mencari Halana keatas atap ternyata Halana sudah pulang tanpa izin ketika tidak sengaja berpapasan dengan pegawai yang tak sengaja melihat Bu Dinar.
"Ah... Apa kok gak izin sama saya dia," ucap Bu Dinar terkejut.
Bu Dinar memutar arah pergi menghadap Zoela.
Tanpa sadar wanita tadi adalah penculik Halana dan ketika di besmen dia membuang pakaian penyamaran ke tong sampah yang ternyata dia adalah Nitta.
Teman Halana sendiri.
Halana sadar dari pingsan seketika melihat Nita Halana menatap tajam kaget.
"Lo.. Nit.. Nitaa lo mau bawa gue kemana. kenapa lo gak Akh," ucap Halana seketika berhenti ketika suntikan bius kembali membuatnya pingsan.
"Cepat." Kata Temannya Sopir lelaki itu segera mengemudikan mobilnya keluar dari Basment.
Tanpa sadari mereka juga Dimas ternyata melihat semuanya dan menoleh lalu tersenyum.
"Mereka cukup pintar, Nita.. Musuh sebenarnya, Mereka tidak akan terekam kamera dasbor mobil jika si sebelah sini, Pandai," kata kata Dimas seakan memuji kecerdikan mereka yang membawa Halana pergi.
Dimas menyalakan korek dan mendekatkan pada Rokoknya lalu pergi melangkah meninggalkan tempatnya berdiri.
Halana yang masih pingsan di bawa ke sebuah tempat usang disana ternyata sudah ada Kelky menunggu dengan tak sabar dan meminta mereka membawa Halana masuk kedalam dan mengikatnya.
"Kau bisa aku bayar dua kali lipat, sekarang pergilah yang jauh," ucap Kelly.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Nitta dengan senang Seketika Nitta berbalik berjalan seketika itu Kelly menusuknya dengan pisau dari belakang.
"Maksud ku adalah ke alam baka, Daah.. sampai jumpa," ucap Kelly di akhir Nitta menghembuskan nafasnya lalu memejamkan matanya selamanya.
"Kalian bisa istirahat," ucap Kelly diangguki semua anak buahnya. Dan membawa mayat Nitta ketempat sampah di buang begitu saja.
Di kantor Aslan tidak merasakan apapun dan tetap tenang bekerja tapi, seketika itu dirinya ingat tentang malam itu dimana Halana di berikan bunga juga beberapa Hadiah dari para Kolega.
Halana menerima dengan tersenyum lebar seketika mengingat senyum Halana Aslan tiba-tiba menarik garis senyuman indahnya dengan mudah dan itu sambil membayangkan senyuman wajah Halana.
"Tersenyum indah," ucapnya menatap pantulan bayangannya dari kaca.
Sadar aneh Aslan menghentikannya dan kembali dengan wajah datarnya. Seketika pintunya terketuk dan masuk Edgar.
Xx
Bu Dina mendatangi Zoela dan mengatakan jika Halana ternyata sudah pulang. Seketika itu tidak sengaja Zoela menyenggol cangkir keramik lalu tumpah di mejanya beruntung tidak mengenai dirinya.
Zoela yang sedang fokus seketika kaget.
“Pulang, Kok bisa? Saya tanya kamu kenapa bisa, Kamu atasan semua petugas kebersihan enapa bisa gak tahu kalo Halana pulang karena apa? sakit? Saya tanya kamu diam aja,” ucap Zoela setengah emosi dan meminta Bu Dinar bicara tapi, diam dan gemetaran, Zoela mengisyaratkan Bu Dinar untuk pergi.
Bagaimana tidak kesal pada Zoela juga, Zoela itu seperti iblis wanita yang kejam dan Edgar adalah sepupu iblis mereka bekerja di bawah asisten Aslan yangs angat kejam.
Walaupun kejam mereka tetap bekerja disana.
Gaji mereka besar dan kebanyakan karyawan disana betah bukan karena atasan mereka yang baik hati tidak sombong tapi, kejam itu juga karena mereka mendapat gaji besar dengan kerja santai tapi, tahu-tahu perkerjaan mereka banyak menyelesaikan tepat waktu, walaupun santai gaji besar, intinya gaji besar pekerjaan juga banyak.
Di tempat gelap lampu diatas wajah Halana menyala menyilaukan mata yang tidak bisa terbuka sempurna.
Halana membuka matanya perlahan lahan lalu melihat sekeliling ketika akan bangun dan berdiri Halana sadar terikat dan tangannya tidak bisa lepas dari ikatan itu.
“Wooy.. ada orang gak.. sial... culik lagi sebenernya siapa klian kenapa sih selalu recokin hidup gue perasaan gue ramah gue juga selalu sedekah dan nyapa orang lain walaupun gak kenal, sekarang kenapa lo pada demen banget nyulik gue. Haaah,” ucap Halana dengan berteriak berharap ada yang dengar .
Seketika suara tepuk tangan terdengar nyaring dan munculah wanita cantik dengan hels biru dan rok sepan selutut hitam kemeja biru dengan kerah berenda rambutnya di susun cantik. Wanita karir setelah pulang kerja.
“Gimana suka sama hadiahnya Halana, Wanita simpanan yang sok belagu menghalangi jalan Kelly.”
Seketika Halana menoleh ke asal suara ternyata Kelly dan itu membuat Halana gak salah duga ternyata mak lampir ini gak capek capek gangguin hidup Halana dari pertemuan pertama.
__ADS_1
“Lo gak ada kerjaa lain lo peduli amat ama hidup gue... Eh gue kasih tahu, gue itu miskin lo kaya..."
" mau minta tebusan berapa juta lo sampe mau nyulik gue oh.."
" apa lo udah gak bisa kerja lagi jadi model terkenal dan udah jadi gelandangan makanya lo nyulik gue buat minta uang tebusan iya," ucap Halana lebih banyak bicara dan cepat membuat Kelly mengerut marah.
Plaaak.... tamparan keras melayang di pipi Halana membuat Halana kesakitan dan peri seketika berikutnya sampai Kelly puas dan kedua pipi Halana merah dan sudut bibir Halana berdarah pelipis Halana juga tergores dari cincin Kelly.
Mencengkram dagu Halana hingga membuat ke dua bibi Halana melengkung.
“Kau Tak pantas ada di sekitar Aslan dan aku, aku pemilik Aslan aku yang di cintainya Kau.. murahan tak berguna dan yaa... Kau bodoh,” ucap Kelly.
“Sampah,” ucap Kelly lagi.
Halana mengangkat wajahnya dan menatap marah Kelly
“Heh sampah! Lo bilang gue Sampah,Lo Anj***, gue yang harusnya ngomong itu ke elo.. lo sampah bau yang tugasnya bersihihin bunga indah di taman,” ucap Halana sengaja.
Menarik kebelakang rambut Halana kasar tiba-tiba dan bicara dengan menunjuk pipi Halana dengan kuku tajamnya.
“Kau masih kuat bicara pantas Aslan menggunakanmu murahan," ucap Kelly lagi.
‘Udah cukup Halana cukup nilai murhan itu di kasih lagi,’ kata Hati Halana yang berontak marah.
Kelly tersenyum menatap ekspresi marah Halana dan menatap remeh ekspresi marah Halana.
“Kenapa marah yaa.. uluh uluh.. cewek manja keknya butuh pelukkan hangat,”
"Sayang yang ada Kau butuh tidur selamanya," ucapan Kelly sambil memainakan pisau panjangnya, seketika akan menusukkan pisau ke Halana seketika itu sebuah tangan besar menahannya untuk menusuk Halana saat itu juga Halana sadar ada tangan yang melindunginya dari pisau yang mau di tusuk padanya.
“Aslan,” ucap Kelly ketika itu Halana mengangkat cepat wajahnya dan melihat Aslan lagi didepan wajahnya.
Halana terdiam membuangkam semua suara yang akan keluar dari mulutnya.
Tak lama datang para bawahan Aslan dan termasuk Zoela yang langsung membebaskan Halana dari ikatan seketika itu Halana langsung di bawa Zoela keluar dan di periksa perawat dengan ambulan yang di datangkan.
Halana dari dalam Ambulan yang terbuka masih bisa melihat Aslan yang terdiam sambil menelpon seseorang.
'Seharusnya aku tidak melakukan pernikahan ini, semua masalah datang karena pernikahan ini jika akau menolak dan lebihh memilihembayar penaltinya saja dengan mencicilnya pasti beda ceritanya.' Hala a malu dan sedih memikirkan sudah banyak Halana yang Aslan lakukan untuknya.
__ADS_1