Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Extra Part


__ADS_3

Halana memeluk Aslan seketika itu melepasnya dan berganti tangan Halana memegang kedua pipi Aslan dan Aslan memegang pingga Halana agar terus menempel padanya.


"Kaulah yang terbaik, kau suami paling kejam dan lembut yang pernah aku miliki," ucap Halana. Seketika mareka saling berciuman sebentar dan terdengar suara tepuk tangan mengganggu.


Halana menyudahi kegiatannya dan menunduk malu Mommy Aslan menghampiri keduanya.


"Kalian harus hidup bahagia sayang, Maaf Mommy membuat pernikahan yang bisa membuat kalian berdua hancur Mommy kira Halana yang berbahaya tertanya keduanya sama-sama manusia bahaya jika di biarkan. Mommy menjadi orang pertama yang selalu ikut campur maafkan mommy sayang."


Mengecup dahi Aslan lalu mencium seluruh wajah Halana.


Mereka saling berpelukan bertiga Arga seketika menyusul dan Ayla menariknya untuk berpelukan bersama.


"Kejadian itu bener-bener buat Mommya ketakuatan," ujarnya sambil melepaskan pelukannya.


"Semua sudah berlalu sekarang kita keluarga," ucap Mommy Aslan.


Edgar dan Fio sekerang lebih dekat dan lebih bisa menggandeng tangan satu sama Lain biasnaya memegang tangannya saja mereka saling tepis.


Anna dan Zoela menatap hangat.


Acara berlanjut sampai semuanya masuk dan merayakannya.


Halana melihat Ais seketika memeluknya dan mengambil putri Ais dalam gendongannya.


"Falisha gimana kamu jadi anak tante halana aja, Mama kamu itu udah buat Tante sama Om Aslan bersatu gimana." Halana menatap tatapan Falisha yang hampir menangis.


Seketika Anna menjitak kepala Halana.


"Lo.. nih ada aja otak nya, Nak orang kalo mau buat sendiri," ucapnya.

__ADS_1


"Eh.. Ais lama gak ketemu, berapa anak," Anna tanpa basa basi.


"Tiga mungkin," ucap Ais seketika itu membuat Anna dan Fio terdiam.


Seketika rangkulan di pinggang Fio membuatnya terkejut.


"Kita bisa lebih kamu belum pernah menconya selama tiga puluh hari," ucap Edgar di telinga Fio.


Fio langsung memebekap mulut Edgar.


"Gilee.. Bacctnya.." Anna membuat Fio semakin malu.


"Gue juga denger..." Halana bersuara.


Seketika Aslan berdiri di belakang Halana.


"Halana..." Suara itu datang dari Anna dan Fio yang melipat tangan.


Menoleh menatap kedua temannya.


"Ehm ehm.." Menggeleng.


"Lo gak bisa nolak," ucap Anna.


"Lo Nolak gue rante lo," ucap Fio.


"Aslan jagain kalo perlu borgola aja bawa aja kemanapun, nih bocah kalo gak punya kerjaan suka keluyuran cari tumbal," ucap Anna mendorong Halana hingga memeluk Aslan Aslan langsung merangkul bahu Halana.


"Lo kira Kujang," ucap Fio seketika Edgar mengusap anak rambut Fio.

__ADS_1


"Setan Fio," ucap Edgar membuat Anna tertawa.


"Ribet amat mau ngomong Kuyang aja," ucap Anna sambil tertawa terbahak bahak.


Dinda mendekat pada Halana.


"Kak Halana selalu bahagia ya, Ini bunga yang Dinda pilih sendiri," ucap Dinda.


Lalu di susul Zeline dan Dennis memberikan hadia tak lama Anak-anak Samuel dan Emelly lalu Gavin dan Ais lalu Arzen dan Tes bersama Inah lalu pelayan lainnya.


Sampai Rayhan Raxen pamannya Arkan memberikan Hadiah juga pada Halana dan Aslan.


"Ini buat kalian ini hadiah kecil dari Rama dan bundanya," ucap Rayhan.


Aslan mengangguk. Halana mengusap kepala Rama yang sudah hampir tinggi padahal baru sekolah menengah pertama.


"Terimakasih banyak." ucap Halana.


Aslan membantu menyingkirkannya.


Di luar masuk mobil mewah keluaran terbaru dan terlihat maskulin lalu di belakangnya adalah mobil sport hitam yang cocok untuk perempuan seperti Halana.


"Ini kunci mobil untuk kalian," ucap Arkan seketika itu Aslan menerimanya Halana juga.


Halana menoleh kebelakang mendengar suara sirine mobil melihat keluar ternyata ada beberapa mobil baru masuk halaman Vila.


"Ini dariku," ucap Arjuna memberikan Saham sebesar 50% untuk Halana dan juga mobil sport untuk Halana.


"Ini buat aku," ucap Halana tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2