
Halana tersenyum mengangguk.
"Sepertinya aku snagat menghormati tawarannya tapo, suamiku ini pasti lebih bisa membuatku nyaman karena meminjam sesuatu dari kesayangan orang lain tanpa izin ataupun dengan izin itu pasti tidak akan bisa," ucap Halana.
Seketika para lelaki itu terdiam malu.
Dan oara pasangan wanita mereka bangga karena tanpa sadar Halana membuat mereka berbicara tanpa membuka mulut untuk lelaki pasangan mereka.
"Lady sangat pintar memojokkan orang, aku yakin anda sering bergaul dengan kalangan menengah ke bawah dan pasti sangat kasar drngan bahasa sehari-hari mereka," ucap Wanita dengan sanggul cantik gaun merah nya yang terlihat bagus.
Pasti mahal!
"Hem.. Tidak juga karena aku memang seperti itu, bicara terlalu bertele-tele membuatku lelah," ucap Halana diakhiri paksaan senyuman.
Halana mengambil tangan Aslan dan menggenggamnya.
Menoleh pada Aslan.
"Ayo bawa aku pergi saja dari sini!" Kata Halana berbisik menyela kesempatan ketika empat pasangan itu sedang teralihkan.
__ADS_1
"Oiya.. tapi, setahuku dia itu pasti sering bicara kotor." Wanita cantik yang bicara dengan gaun indah selutut dan wajah tak asing setengah wajah tertutup masker.
"Kelly," kata Halana sadar suara itu adalah punya Kelly.
"Yaa ampun kau masih mengingatku Halana." Katanya dengan sangat senang seketika itu yang lainnya yang duduk bersama mereka menoleh pada Kelly.
"Dia itu wanita simpanannya Aslan aku yakin kau mengaku menikah dengan Aslan karena kau itu... nikah siri terpaksa iya kan," ucap Kelly.
Halana mengepalakan tangan di tutupi dengqn meremas gaunnya. dan meremas genggaman tangannya pada Aslan.
"Kenapa... Kenapa jika kau tak percaya aku menikahi Aslan." Kata Halana.
'Aaah.. Bodoh.. bodoh gini caranya kek gimana ya kek gak pingin banget hubungan nikah sahnya dibilang sirih,' kata hati Halana dengan wajah tersenyum paksa lebar Halana kesal bukan main.
"Aku akan baik-baik saja," ucapnya lalu tersenyum Arga mengusap kepala istrinya lembut dan mengangguk.
"Ayo Zoe." Ajak Ayla pada Zoela. Arga menatap istinya sampai hilang diantara para tamu dan Arga kembali bicara pada koleganya dengan tenang.
Lalu berpura-pura mengangkat telepon saat istrinya mengisyaratkan untuk mendekat.
__ADS_1
Seketika bunyi mic terdengar.
Ngiiii~ng. Teeessst satu...
"Selamat malam semuanya langsung saja tanpa basa basi sebenarnya saya Ayla Xavier sengaja mengundang semua dalam acara ulang tahun pernikahan kami dan satu lagi kami juga akan mengumumkan untuk pernikahan putra semata wayang kami Aslam Xavier dan Halana Syeria. " Suara Ayla di mic seketika membuat semua tamu bungkam termasuk keluarga Halana yang sebenarnya hadir mereka terkejut ternyata putri merek menikah dengan Aslan putra tunggal dari keluarga Xavier.
"Tidak.. Enggak, Enggak mungkin!" Kata Kelly pelan mendengar ucapan Ayla di pengeras suara podium.
"Yaa.. Kalian tentunnya terkejut karena mereka menikah di uar negeri mereka sengaja melakukan pernikahan yang sederhana dan ketika ada kesempatan aku mengadakan acara resepsi untuk mereka karena sangking sibuknya merek.
," ucap Ayla lagi Mommynya Aslan dengan lantang dan tenang.
Halana menatap tajam.
"Re-resep-Resepsi... Haaah," ucap Halana terkejut.
Aslan seketika menatap Halana.
Halana menutup mulutnya refleks.
__ADS_1
Aslan tenang saja seperti tak terjadi apapun dia sudah tahu jika Mommynya pasti melakukan Hal itu.
'Aku akan memainkan peran penting ini.' Mommy Aslan menatap Halana dan putranya yang sedang berjalan bergandengan berdua mendekat.