Pernikahan Berbahaya

Pernikahan Berbahaya
Canggung


__ADS_3

Halana berjalan pelan keluar dari rumah tanpa ketahuan Aslan.


Sebenarnya semalam sudah pulang kerumah tapi, waktu mandi pagi Halana mengingat ingat apa yang terjadi kemarin malam.


Halana malu dan pergi keluar rumah tanpa Aslan tahu padahal Aslan sejak tadi melihatnya berjalan menunduk nunduk.


"Tidak sarapan," ucap Aslan tiba-tiba datang.


"Haah.. " Terkejut melihat Aslan Halana merutuki dirinya sendiri dan bergegas lari cepat.


Aslan hanya menatapnya datar.


Kejadian sebenarnya adalah setelah Aslan selesai dengan pekerjaannya Aslan melihat Halana semakin nyenyak tapi, tak nyaman Akhirnya Aslan memutuskan pulang di jam dua malam sampai rumah tetap sama Aslan tidak tidur.


Aslan meminta Inah membereskan Halana menghilangkan bekas make up juga mengganti pakaian Halana mengelap badannya.


Aslan memilih pergi ke ruang kerjanya.


Dan pagi ini Halana terbangun dengan wajah dan tempat yang berbeda semalam samar ia mengingat ada di ruangan yang bukan pagi ini ia lihat. Makanya Halana tiba-tiba malu terkejut kalo semalam Halana sendiri sangat agresif.


Xx


Di kantor.


Halana mulai pekerjaannya sampai selesai sampai kembali duduk lalu bekerja lagi menghilangkan perasaan berdebar karena kejadian semalam yang benar benar aneh dan juga memalukan baru saja akan mengepel toilet wanita tiba tiba poselnya bergetar Halana mengangkatnya ke tempat sedikit jauh.


"Kenapa?" Sahut Halana dari telepon yang tersambung sebelumnya Fio berteriak senang.


"Halana.. Gue menang kupon berhadiah, Gue bisa makan geratis lima porsi mie ayah babang Ganteng depan Mall pangeran, Gue gak nyakan, serius." Katanya dengan berlebihan. Halana sampai menjauhkan ponselnya.


"Lo kesambet tumben lo meriah amat biasanya lo horor dan kalem mulu," ucap Halana sembarang sembari bercermin.


"Eh.. Bocah di kira gue setan sembarangan ya lo," ucap Fio kesal.


"Iyee.. Canda doang sensian amat lo," Katanya lagi.


"Gimana yang tadi Halana?" Tanyanya lagi memastikan jawaban Halana sesuai harapannya.

__ADS_1


"Laah apa hubungannya ama gue dodol." Halana menatap layar ponselnya kembali mendekatkan pada telinganya.


"Pokoknya dateng kalo bisa bawa cowok lo itu siapa kek temen kerjaan lo yang mau ikut, Nanti gue juga telepon Anna Gue juga mau kenalin seseorang buat lo Bestie... Daah gue tutup ntar gue kirimin kapan bisa janjiannya." Belum sempat menjawab telepon teputus Halana menatap horor ponselnya.


"Gak waras nih bocah," ucap Halana kembali lagi bekerja seketika itu tidak sengaja bersenggolan bahu dengan wnaita cantik ternyata itu Julisy.


Tidak jelas Julisy melihat wajah Halana.


Xx


Di ruangan Aslan Halana masuk membawakan minuman ketika melihat ada Julisy Halana menatap Aslan dengan kode mata melirik Julisy.


"Permisi." Julisy memanggil Halana.


Halana menunduk. Seketika Aslan menariknya dan mengajaknya keluar.


Julisy merasa aneh dan bingung.


"Halana kenapa kau yang mengantarnya," kata Aslan datar.


"Aku gak tahu itukan aku disuruh bu Dinar." "S


"Kan aku masih kerja." Kekeh Halana menatap Aslan berani padahal pagi tadi ia sangat malu entah krnapa sekarang berani.


Aslan menatap netra tajam Halana.


"Kamu di pecat Halana." Dengan wajah datarnya Aslan bicara memecat Halana dari pekerjaannya.


"Lah! Terus aku makan apa kalo jajan Lan, kok gitu sih," kata Halana memohon.


Aslan masih menatap Datar seketika menoleh ke pintu ruangannya.


"Julisy mengenalmu waktu di acara kemarin malam jika kau terlihat seperti Ob apa dia akan akan diam dia pasti akan mempermalukanmu, aku tidak bisa melihat kau di tatap remeh orang lain ingat kau itu menantu Xavier kau istri sahku aku tidak akan suka istriku di remehkan" Wajah Datar Aslan tiba tiba bicara tentang memepermalukan Halana menghela nafas panjangnnya.


Deg... Ucapan terakhir Aslan sebelum menutupnya beberapa kali didepan wajah Halana Aslan menegaskan jika Halana adalah istrinya. Halana masih dalam angin apa benar sekarang sah dan tidak kontrak apa iya, Halana menggeleng.


' Enggak bisa pokoknya sepuluh tahun tetep sepuluh tahun,' kata hatinya menatap Aslan lagi.

__ADS_1


"Iya.." Halana pasrah dari pada urusannya panjang gak ada Kelly sama Julisy nih cewek kelas atas seleranya ngusik ketenangan hidup Halana.


Halana memukul kepala atasnya sambil berjalan menghilangkan rasa pening karena mereka semua.


Halana tak apa-apa mereka yang apa apa menyusahkan ketenangan jiwa raga seorang Halana saja. Menyebalkan!


Xx


Fio sudah siap dengan beberapa kalimat yang akan di katakannya untuk membuat Edgar tertarik pada Halana semoga saja Halana bisa menjadi pandangan mata pertamanya dan buat Edgar menceraikannya dan menjadikan Halana istrinya lalu Fio akan bebas dan Tekanan momongan keluarga hilang dalam sekejap.


Oh mungkin indah pada masanya, Fio sudah membayangkannya tidak sabar untuk cepat-cepat.


Di kantor Edgar bersin bersin sejak tadi sampai Zoela harus memaki masker.


"Apa kau sakit jangan sembarangan mendekatiku," ucap Zoela dari maskernya. Kesal sendiri karena Edgar bersin terus.


"Maaf Maam.. Sepertinya ada yang membicarakanku untuk sesuatu yang buruk," katanya seketika bersin lagi.


"Haccih... haccih.. haccih... Maaf," Edgar langsung berlari ke luar dan pergi ketoilet.


Ketika baru saja mencuci wajah dan tangannya ponselnya bergetar di saku celana. Edgar merogoh sakunya dan melihat jika itu panggilan dari Fiona.


"Hallo.." Suara Fio di sambungan telpon


"Ada apa Fio, kau mau.." Jawab Edgar tanpa basa basii dan belum selesai langsung di hentikan Fio di sambungan telponnya


"Aah.. Buka itu Edgar, Kau bisa ada waktu nanti malam jam delapan pergi makan di luar denganku aku juga membawa teman-temanku bagaimana?" Fio menatap televisi tapi, pikirannya berharap Edgar tak sibuk.


"Aku akan lihat nanti jika bisa aku akan menghubungimu lagi." Katanya Edgar menatap pantulan wajahnya di cermin. Seketika senyum mengembang di wajah Edgar berharap Fio membuka Hati untuknya.


"Ok Edgar terimakasih." Fio menutup telponnya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Untuk Anna Fio sudah tahu pasti tidak akan mengajak siapapun tapi pasti dia mengajak sepupunya itu saja.


Edgar tersenyum menatap pantulan wajahnya di cermin sangat hangat cara bicara Fio tadi apa Fio sudah membuka hati untuknya bagi Edgar Fio adalah yang pertam dan wanita satu satunya setelah ibunya Edgar berjanji akan setia oada Fio dan berusaha membuat Fio nyaman.


Tapi, di rumah Fio malah memikirkan jika Edgar akan snagat tertarik dengan Halana dan Fiona akan langsung di selingkuhi lalu cerai lalu bebas.. Ayolah bagi Fiona itu fase fase sangat sangat menyenangkan.

__ADS_1


Bagi Halana itu adalah Hal menjengkelkan juga menyebalkan sekarang detik ini juga rasa canggung semalam malah bertumbuh jadi kebencian bagaimana tidak, sebentar lagi dutinya akan jadi gelandangan dan pengangguran


"Haah... Aslan brengsek... Penghilang mata pecaharian orang kurang mampu...." Halana berteriak marah.


__ADS_2