Pernikahan dengan Perusak Impianku

Pernikahan dengan Perusak Impianku
Episode 38 Anakku


__ADS_3

Menjelang petang hari, Jillian yang baru saja selesai mandi dan masih mengenakan bathrobe-nya, dikejutkan kemunculan Jeffran yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Senyuman jahil dan tatapan nakal Jeffran, membuat Jillian menggelengkan kepalanya sedikit kesal.


"Jeff, bisa tidak sih kamu jangan muncul tiba-tiba begitu. Kamu mengagetkanku." Protes Jillian hanya dibalas kekehan nakal Jeffran. Jeffran justru tampak tidak menyesal, masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu atau memanggil nama Jillian terlebih dahulu. Karena dia bisa melihat Jillian yang begitu segar setelah mandi, dengan rambut setengah basah yang tergerai indah.


'Kalau kamu tahu aku akan masuk, biasanya kamu akan segera berlari ke ruang walk in closet untuk berganti baju. Kalau begini kan, aku jadi bisa melihatmu setelah mandi.' Ucap Jeffran dalam hati.


Setelah menyimpan tas dan jas-nya di atas sofa, Jeffran menghampiri Jillian yang hendak duduk di depan meja rias.


"Sebentar Sayang, jangan duduk dulu." Pinta Jeffran, disambut kerutan di kening Jillian.


"Aku hanya ingin memandang istri cantikku, setelah seharian dihadapkan pada banyak hal yang memusingkan. Memandangmu membuat hatiku damai. Aku sungguh bersyukur memilikimu, Sayang. I love you.." Pipi Jillian memerah, mendengar pujian dan ungkapan cinta Jeffran. Apalagi tangan Jeffran mulai melingkar di pinggang Jillian, dengan bibirnya yang kemudian berlabuh di bibir Jillian yang dingin dan lembab.


Sepasang suami istri itu saling memandang dan tersenyum, ketika pagutan mereka terlepas. Jeffran tidak ingin membuat putranya iri dengan cinta yang terlampau besar pada istrinya, maka Jeffran kini berlutut, menciumi perut Jillian yang terhalang bathrobe. Dirinya tentu tidak berani menyibak bathrobe yang dikenakan Jillian, karena hal itu bisa membuatnya sakit kepala.


"Hai Son.. Bagaimana kabarmu hari ini? Kamu baik-baik saja kan? Apa kamu merindukan Daddy? Berikan tendangan pada Daddy, jika kamu memang merindukan Daddy." Entah mengerti atau tidak, tapi saat Jeffran menempelkan telinganya di perut Jillian, tiba-tiba putranya menghadiahinya sebuah tendangan kuat dari dalam perut jillian.


Bugh..


"Wow.. Tendanganmu sangat kuat Son. Sepertinya kita bisa menjadi partner bermain bola atau belajar beladiri. Baik-baik di perut Mommy-mu ya, keluarlah saat pertumbuhanmu sudah sangat sempurna. Daddy sangat mencintaimu Son.." Interaksi yang manis diantara Jeffran dan bayi dalam kandungan Jillian, selalu berhasil menghangatkan hati calon ibu itu. Jeffran memang terbiasa mengafirmasi bayi dalam kandungan Jillian dengan kalimat positif setiap harinya. Dirinya sangat berusaha menjadi suami dan calon ayah yang baik, dengan mempelajari banyak hal terkait kehamilan.

__ADS_1


Jeffran mendaratkan ciuman panjang di perut Jillian, yang langsung dibalas tendangan yang sama kuatnya seperti tendangan sebelumnya. Hal itu membuat Jeffran dan Jillian mengurai tawa secara bersamaan.


Bayi yang masih dalam kandungan itu, memang seringkali membuat kedua orangtuanya tersenyum bahkan tertawa bersamaan. Mungkin benar, anak adalah pengikat diantara kedua orangtuanya. Itu pula yang dirasakan oleh Jeffran dan Jillian. Meskipun Jeffran berharap, pengikat diantara dirinya dan Jillian bukan hanya anak, melainkan juga cinta yang kuat.


"Sayang, Daddy dan Mommy mengundang kita untuk makan malam di rumah utama." Terang Jeffran seraya mendudukkan Jillian di depan meja rias.


"Memangnya Daddy sama Mommy sudah pulang dari Paris, Jeff?" Tanya Jillian, memandang Jeffran dari pantulan cermin. Lalu mulai memakai produk perawatan wajah dan tubuh yang ada di atas meja riasnya. Sementara Jeffran membantu mengeringkan dan menyisir rambut istrinya dengan lembut dan hati-hati.


"Sudah Sayang. Mereka sudah sampai di Jakarta kemarin malam."


"Pantas saja, jam segini kamu sudah pulang Jeff."


Kedua mertua Jillian, Daddy Jonathan dan Mommy Rachel sudah beberapa bulan ini berada di Paris, untuk mengurus perusahaannya disana. Selain hubungan yang buruk diantara Jillian dan Jeffran di beberapa bulan pertama pernikahan, keberadaan kedua orangtua Jeffran yang sedang berada di Paris pun menjadi alasan, kenapa Jeffran tidak pernah membawa Jillian ke kediaman orangtuanya.


*************************


Tepat pukul tujuh malam, Jeffran dan Jillian tiba di kediaman orangtua Jeffran. Kedatangan mereka disambut antusias oleh Jonathan dan Rachel, bahkan sejak mereka baru memasuki pintu utama. Bahagia dirasakan Jillian, melihat sikap hangat kedua mertuanya, pada dirinya juga anak dalam kandungannya.


"Selamat datang menantu dan cucu kesayangan Grandma dan Grandpa." Ucap Rachel yang memeluk erat Jillian.

__ADS_1


"Apa kabarmu dan cucu Daddy?" Tanya Jonathan, ikut memeluk Jillian.


"Kabar kami baik Dad, Mom.." Jawaban Jillian menarik senyuman di wajah kedua mertuanya.


"Jeff sendiri yang akan memastikan mereka baik-baik saja Mom, Dad.." Jeffran merangkul mesra bahu Jillian, dan hal itu menambah lebar senyuman di wajah Jonathan dan Rachel.


"Mommy benar-benar bahagia, akhirnya kalian bisa saling mencintai dan menjadi orangtua yang sempurna bagi anak dalam kandungan Jillian." Rachel yang tampak berkaca-kaca, dirangkul Jonathan dengan mengelus lembut bahu istrinya.


"Jordan pasti sangat bahagia, karena kamu bisa menyayangi anak dalam kandungan Jillian, meskipun anak itu bukanlah anak kandung kamu, Jeff.." Mendengar perkataan Jonathan, Jeffran dan Jillian mendadak pucat. Sesaat kemudian mereka saling berpandangan dengan ekspresi khawatir dan bingung, membuat Jonathan dan Rachel merasa heran.


"Ada apa Jeff?" Tanya Rachel, menyadari keanehan sikap anak dan menantunya.


"Sebenarnya.. Anak dalam kandungan Jillian, bukanlah anak Jordan.. Tetapi anak Jeffran.."


Penjelasan Jeffran seketika membuat Jonathan dan Rachel shock, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Pikiran mereka berkecamuk, berusaha menebak maksud dari kalimat putranya itu. Meskipun mereka tidak ingin mempercayai kesimpulan dari hasil pemikiran mereka.


Beberapa detik kemudian, netra Jeffran dan Jillian seolah akan melompat keluar, saat melihat Rendra dan Jovita yang keluar dari arah ruang makan keluarga.


"Jeffran, apa maksudmu dengan mengatakan kalau anak dalam kandungan Jillian adalah anakmu?" Tanya Papa mertuanya yang mendekat bersama Mama mertuanya.

__ADS_1


Keringat dingin mulai membasahi dahi Jeffran, melihat tatapan tajam Papa mertuanya yang menuntut penjelasan darinya.


*************************


__ADS_2