Pernikahan dengan Perusak Impianku

Pernikahan dengan Perusak Impianku
Episode 44 Pengkhianatan?


__ADS_3

Menjelang petang hari, Jillian yang begitu cantik mengenakan dress motif bunga-bunga berwarna merah, duduk menunggu kedatangan suaminya yang sedang dalam perjalanan dari Airport. Jarell yang tengah tertidur di dalam stroller-nya, ikut menunggui Daddy-nya, ditemani beberapa babysitter yang sigap berjaga disekitarnya.


Jillian sengaja meminta tolong sopir untuk menjemput suaminya, meskipun Jeffran sempat bilang akan menggunakan taksi online untuk pulang ke mansionnya. Hari ini Jillian memiliki kejutan manis untuk suaminya, jadi Jillian ingin membuat Jeffran nyaman dan senang sejak tiba di Jakarta.


Jillian beranjak ke luar menuju teras mansion, saat sebuah mobil SUV yang membawa Jeffran mulai memasuki halaman mansion. Wajah lelah Jeffran berubah sumringah, saat melihat istri cantiknya yang berjalan anggun ke arahnya.


"Welcome home My Hubby.." Hati Jeffran semakin berbunga-bunga mendengar perkataan dan panggilan sayang dari sang istri yang sudah sangat dirindukannya.


"Thanks My Love.. Wow kamu sangat cantik Sayang. Aku begitu merindukanmu." Ucap Jeffran, merengkuh bahu Jillian lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di pelipis Jillian.


"Aku juga sangat merindukanmu." Lirih Jillian dengan wajah merona malu karena pujian dan ungkapan rindu suaminya. Apalagi interaksi mereka tidak luput dari pandangan beberapa pengawal dan juga beberapa baby sitter, yang tengah menggendong dan menjaga Jarell yang sudah terbangun.


"Wah Putra Kesayangan Daddy, ikut menyambut Daddy rupanya.. Apa kamu merindukanku juga Boy?" Seolah mengerti apa yang dikatakan Daddy-nya, Jarell tersenyum lebar seraya menggerak-gerakan tangan dan kakinya.


"Kamu jelas merindukan Daddy seperti Mommy-mu juga ya. Tapi maaf Daddy belum bisa menggendongmu, Daddy harus membersihkan diri dulu ya." Jarell kembali tersenyum lebar mendengar perkataan Jeffran.


Pandangan Jeffran kali ini beralih pada Jillian yang masih ada dalam rangkulan tangannya.


"Daddy juga sudah gemas ingin memeluk erat dan menciumi Mommy-mu yang cantik ini." Ucapan Jeffran lagi-lagi membuat pipi Jillian merona. Apalagi para pengawal dan baby sitter Jarell tampak mengulum senyum mereka.


"Sayang, sudah jangan menggombaliku. Ayo kita ke atas." Bisik Jillian tepat di telinga Jeffran.


"Rupanya kamu sudah tidak sabar ya Sayang. Aku juga sudah tidak sabar.." Ucapan Jeffran kembali membuat para pengawal dan baby sitter Jarell tersenyum. Berbeda dengan Jillian yang mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Kenapa kamu senang sekali membuatku malu? Lebih baik aku ke atas saja." Kata Jillian pelan tapi penuh penekanan. Kemudian Jillian mengambil Jarell dari gendongan baby sitternya, sebelum meninggalkan Jeffran yang sedikit panik.


"Sayang jangan marah.. Tentu kamu tahu kalau aku terlalu mencintaimu.. Aku.."


Jillian berjalan lebih cepat, mengabaikan teriakan Jeffran yang mensejajari langkah istrinya. Sementara para pengawal dan para baby sitter kini bebas menggelengkan kepala seraya mengulas senyum lebar mereka. Mereka sungguh tidak menyangka, seorang CEO yang seringkali terlihat dingin dan irit bicara itu, bisa bersikap sangat berbeda pada istrinya.

__ADS_1


"Boss kita ternyata bucin sekali ya." Ucap salah satu baby sitter.


"Benar.. Aku tidak menyangka Tuan Jeffran bisa semanis itu di depan Nyonya Jillian. Tadinya aku kira dia sangat dingin dan galak." Timpal baby sitter lainnya.


"Ternyata cinta bisa mengubah seseorang ya." Salah satu pengawal ikut menimpali, dan diangguki pengawal lainnya.


Jadilah dua boss mereka menjadi bahan ghibah selama beberapa menit, sebelum akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali pada tugasnya masing-masing.


*************************


Di ruang makan, Jeffran dan Jillian sedang menikmati makan malam mereka yang terasa lebih special dengan banyak hidangan favorit Jeffran. Mereka bisa begitu santai, setelah sebelumnya Jeffran menemani Jarell bermain, dilanjutkan Jillian yang meng-ASI-hi dan menidurkan Jarell. Meskipun Jarell dirawat beberapa baby sitter, Jillian dan Jeffran tidak lepas tangan begitu saja.  Mereka tetap menjalankan peran mereka sebagai orangtua yang baik bagi Jarell.


"Semua masakanmu sangat enak, Sayang.. Terima kasih ya." Tulus Jeffran seraya mengelus lembut tangan Jillian yang duduk tepat disebelahnya.


"Ini bukan murni masakanku Sayang, ada beberapa masakan yang dibantu oleh chef kita."


"Tidak masalah Sayang, aku sangat senang kamu membuat masakan special untukku. Tapi jika kamu tidak sempat melakukannya, cukup serahkan tugas itu pada chef. Kamu cukup mengurus Jarell dan aku saja." Entah kenapa, ucapan Jeffran yang begitu lembut, terasa sangat manis di telinga Jillian. Jeffran memang sengaja menyiapkan chef, para pelayan, dan beberapa baby sitter, agar Jillian tidak lelah mengurus semuanya. Kenyamanan dan kebahagiaan Jillian dan Jarell adalah prioritas utama bagi Jeffran.


*************************


WARNING..!!


Mengandung adegan dewasa, hanya diperuntukkan bagi yang berusia 21 tahun ke atas dan sudah menikah. Bocil menyingkir dulu ya..


Sesampainya di kamar mereka, Jeffran cukup bingung saat Jillian memintanya duduk di tepi tempat tidur, sebelum meninggalkannya ke ruang walk in closet.


'Hmm, kenapa istriku memintaku duduk disini. Apa yang dilakukannya di ruang walk in closet?' Jeffran masih sibuk dengan pikirannya, sehingga tidak menyadari kehadiran Jillian yang kembali dengan pakaian berbeda.


"Cantiknya.." Jeffran tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya, melihat istrinya yang mengenakan sebuah lingerie seksi berwarna hitam dan menerawang. Sungguh tidak disangkanya kalau malam ini dirinya akan mendapat kejutan super special dari kekasih halalnya.

__ADS_1


Jeffran melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jillian yang ramping. Dikecupnya dengan penuh perasaan kening Jillian, hingga Jillian yang juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jeffran, mulai memejamkan mata.


Kecupan penuh cinta Jeffran, kini beralih ke kedua kelopak mata Jillian yang masih tertutup. Dilanjutkan menautkan bibirnya di bibir Jillian yang sedikit terbuka.


Pagutan bibir Jeffran yang semula lembut, berubah menuntut bersamaan dengan pelukannya yang semakin erat. Tangan Jeffran pun mulai masuk ke dalam lingerie Jillian, meraba punggung halus istrinya, hingga membuat tubuh Jillian mulai meremang.


Karena hasrat yang sudah sampai di ubun-ubun, Jeffran gegas menggendong tubuh Jillian dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Tangan Jeffran kembali menjelajahi spot-spot favoritnya di tubuh Jillian. Bahkan bibir Jeffran pun mulai menyusuri telinga dan leher Jillian, hingga tubuh Jillian menggelinjang hebat.


Tanpa sadar, Jeffran mengulas senyum bahagianya, karena Jillian merespon semua sentuhannya tanpa ada tanda-tanda traumanya akan muncul kembali. Rasa syukur dan bahagia begitu terasa dalam hatinya, karena istri yang dicintainya bisa sembuh dari trauma akibat kesalahan dirinya. Apalagi Jeffran baru menyadari, kalau saat ini sudah 40 hari sejak istrinya melahirkan.


'Ternyata kamu memang sengaja menyiapkan kejutan special untukku. Waktunya buka puasa.' Tanpa sadar Jeffran menyunggingkan senyum tampannya.


"Sayang.. Apa kamu sudah siap, jika kita melakukannya malam ini?" Jeffran bertanya dengan harap-harap cemas. Khawatir jawaban Jillian tidak sesuai harapannya, disaat hasratnya sudah sulit dia kendalikan.


Jillian yang ditatap dalam oleh suaminya, hanya mengangguk malu. Namun hal itu seketika menarik lengkungan lebar di kedua sudut bibir Jeffran, yang kemudian kembali mendaratkan bibirnya di bibir ranum Jillian. Keduanya melanjutkan yang sempat terjeda, dengan sentuhan-sentuhan yang lebih memabukan.


Setelah mengucap doa di dalam hatinya, dan tanpa melepas pertautan bibirnya dengan bibir Jillian, Jeffran akhirnya melabuhkan miliknya dan segala perasaan yang sempat tertahan.


Jillian merasakan kenikmatan luar biasa, yang tidak dia rasakan saat pertama kali Jeffran mengambil kehormatannya. Berbeda dengan Jillian, Jeffran justru seperti deja vu, karena dirinya merasakan kenikmatan yang sama hebatnya seperti malam pertama mereka dulu. Namun bedanya, saat ini mereka melakukannya karena cinta dan juga dalam ikatan yang sah.


*************************


Lewat dini hari, Jillian terbangun karena bunyi pesan yang masuk ke ponselnya. Sesaat netra Jillian menatap wajah Jeffran yang tengah memeluknya, setelah malam panjang mereka. Dada bidang Jeffran yang hanya bertelanjang dada, kembali membuat hati Jillian berdebar. Senyumnya perlahan mengembang, mengingat apa yang mereka lakukan sepanjang malam.


Setelah melonggarkan pelukan suaminya, Jillian mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Netranya membulat dengan sebelah tangan menutup mulutnya, melihat pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Beberapa photo yang berhasil memberinya kejutan yang tidak pernah Jillian harapkan.


'Apa maksudnya ini Jeff? Kenapa kamu tega mengkhianatiku?' Tanya Jillian dalam hati, disertai air mata yang mulai menggenangi kelopak matanya.

__ADS_1


*************************


__ADS_2