Pernikahan dengan Perusak Impianku

Pernikahan dengan Perusak Impianku
Episode 50 Tahun Baru Penuh Cinta - Ending


__ADS_3

Menjelang tengah malam di salah satu Ballroom yang ada di Knight Resort, Shawn, Shanaya, Jeffran dan Jillian sudah berkumpul dengan banyak pengunjung resort yang berniat merayakan pergantian tahun. Kali ini mereka menikmati meriahnya suasana, tanpa putra mereka, yang sudah tertidur nyaman di kamar mereka masing-masing ditemani baby sitter.


Sebenarnya ada beberapa pesta yang digelar di resort ini, seperti di club atau resto & cafe yang terletak di dalam resort ini. Tapi Jeffran dan Shawn lebih memilih pesta yang digelar di salah satu ballroom resort. Jeffran dan Jillian menikmati alunan musik dengan kedua tangan saling memeluk disertai tatapan penuh cinta yang terlihat begitu jelas. Begitupun dengan Shawn dan Shanaya yang juga berdansa disebelah mereka.


"Sayang, aku sungguh tidak menyangka, kalau moment ini benar-benar terjadi dalam hidupku." Ucap Jeffran dengan binar bahagia di wajahnya.


"Moment apa?" Tanya Jillian seraya tersenyum.


"Berdansa bersama perempuan yang aku cintai di malam pergantian tahun." Mendengar jawaban Jeffran, Jillian justru mengerutkan keningnya.


"Pastinya kamu pernah melewati malam pergantian tahun dengan mantan kekasihmu. Atau kalian justru melewatinya dengan makan malam romantis di sebuah private room?" Jeffran tertawa kecil mendengar rentetan kalimat Jillian. Karena terlihat jelas, kalau Jillian saat ini sedang cemburu.


"Tidak pernah. Setiap kali malam pergantian tahun baru, aku selalu merayakannya bersama dengan keluarga. Pernah beberapa kali aku merayakan tahun baru di luar negeri, karena ada perjalanan bisnis." Penjelasan Jeffran seketika melengkungkan senyuman di kedua sudut bibir Jillian. Entah kenapa hatinya bisa begitu senang mendengar ucapan Jeffran.


"Apa kamu pernah merayakan tahun baru bersama Jordan?" Kali ini giliran Jeffran yang bertanya dengan nada ragu-ragu. Jeffran memang bertanya karena rasa penasaran, tapi dirinya pun merasa takut jawaban Jillian akan membuatnya cemburu.


"Pernah.." Dan benar saja, jawaban Jillian seketika membuat mood Jeffran berantakan.


'Kenapa aku masih saja cemburu pada adikku sendiri. Aku cemburu pada kenangan mereka yang pastinya sangat indah.'


Cup..


"Aku mencintaimu.. Kamu adalah masa sekarang juga masa depanku." Ciuman dan perkataan Jillian seketika membuat hati Jeffran berbunga-bunga. Rasa cemburunya menguap begitu saja. Jeffran mengeratkan pelukannya, lalu mencium kening, hidung dan berakhir di bibir ranum Jillian.


"Akulah satu-satunya pria yang akan mencintaimu, menjagamu, melindungimu dan membahagiakanmu di seumur hidupku. Aku benar-benar mencintaimu Jillian Prisa Smith." Tulus Jeffran disertai tatapan begitu dalam, yang disambut senyuman bahagia di wajah cantik Jillian.


"Aku juga benar-benar mencintaimu Jeffran Nicholas Smith."


Jeffran kembali melabuhkan ciumannya di kening Jillian, hingga mereka larut dalam perasaan cinta mereka yang sangat dalam. Diiringi alunan musik romantis yang menambah hangat suasana. Hingga setengah jam sebelum malam pergantian tahun, barulah Jeffran, Jillian, Shawn dan Shanaya menikmati makanan dan minuman mereka di sebuah meja yang terletak di pinggir ballroom.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah pemandangan mengejutkan, sedikit mengusik Jeffran dan juga Shawn.


"Hah, kenapa orang itu bisa ada disini?" Shawn yang mendengar gumaman Jeffran, mengikuti arah pandang Jeffran.


"Kamu mengenal Bradley?" Bukannya menjawab pertanyaan yang dibisikan Shawn, Jeffran malah mengerutkan keningnya.


"Kamu mengenal Bradley juga Shawn?" Jeffran bertanya untuk memastikan.


"Orangtua Bradley dan orangtuaku dekat, aku bersahabat dengannya sejak kecil. Tapi aku sempat membencinya, saat dia mulai mencintai Shanaya. Setelah aku menikahi Shanaya pun, aku tidak pernah memberinya kesempatan untuk mendekati Shanaya." Bisikan Shawn mengejutkan Jeffran.


Wajar saja Jeffran tidak mengetahui hubungan persahabatan Shawn dan Bradley, karena Jeffran baru bertemu Shawn saat mereka sudah dewasa. Shawn yang diadopsi keluarga Knight dari panti asuhan sejak bayi, baru mengetahui jika dirinya bagian dari keluarga  Smith, beberapa tahun lalu.


"Jadi dia pernah mencintai Shanaya. Dia juga pernah menggoda Jillian, tapi saat itu dia belum tahu kalau Jillian adalah istriku." Kali ini giliran Shawn yang terkejut dengan perkataan Jeffran.


"Gila.. Kenapa kita bisa bermasalah dengan orang yang sama." Shawn menggelengkan kepala dengan masih melihat ke arah Bradley.


Shanaya dan Jillian mulai bisa menebak objek "ghibah" suami mereka, saat melihat Bradley berjalan ke arah mereka.


"Apa kabar Mr. Bradley. Saya juga tidak menyangka bertemu anda disini." Balas Jeffran dengan wajah datarnya. Jeffran tidak menyangka, Bradley sudah tahu mengenai hubungan kekeluargaan diantara dirinya dan Shawn.


"Hai Brad, kamu dengan siapa?" Shawn sedikit berbasa-basi seraya merangkul posesif bahu Shanaya. Hal ini membuat Shanaya tersenyum, karena menyadari rasa cemburu suaminya. Jeffran pun tidak mau kecolongan, dirinya pun segera melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Aku bersama Briley, Keiva, dan juga kekasihku." Jawab Bradley tanpa malu.


"Wah apa benar kamu sudah punya kekasih? Apa Kak Brad tidak mau mengenalkannya pada kita?" Shanaya terlihat sangat antusias, berbeda dengan Shawn yang kini memandangi istrinya dengan tatapan heran.


"Mungkin lain kali ya, dia sangat pemalu. Lagipula kami baru beberapa minggu berpacaran." Suara Bradley terdengar sangat lembut saat menjawab permintaan Shanaya. Tentu saja hal itu sangat menyebalkan bagi Shawn.


"Baiklah.. Jika dia memang jodohmu, semoga hubungan kalian lancar, sampai ke pelaminan." Doa Shanaya tulus.

__ADS_1


"Aamiin.." Lirih Bradley menatap dalam netra Shanaya, membuat Shawn jengah. Berbeda dengan Jeffran yang merasa aman, karena Bradley lebih fokus pada Shanaya dibanding istrinya.


"Baiklah, aku pergi dulu ya.. Kekasihku pasti sudah kembali dari toilet. Aku tidak ingin membuatnya menunggu."


"Ok Kak.." Respon Shanaya.


"Iya Bro.." Timpal Shawn.


"Silahkan Mr. Bradley." Ucap Jeffran dan Jillian bersamaan.


Bradley segera pergi menuju kerumunan orang-orang yang sedang berdansa. Namun netra Jeffran dan Jillian seolah hendak keluar, saat melihat perempuan yang dipeluk Bradley.


"Hah, Andrea?" Ucap Jillian dan Jeffran saling berpandangan.


*************************


3..2..1.. Happy New Yeaaaaaarr...


Suara terompet, tepuk tangan dan tawa bahagia , begitu riuh mengiringi perayaan pergantian tahun malam ini. Jeffran yang tengah memeluk Jillian dari belakang pun, semakin mengeratkan pelukannya.


"Happy New Year Sayang, semoga di tahun baru ini, kamu semakin mencintaiku dan semakin tergila-gila padaku." Jillian tertawa renyah mendengar harapan Jeffran. Jillian membalik tubuhnya hingga menghadap Jeffran.


"Happy New Year Sayang. Aku akan semakin mencintai dan tergila-gila padamu. Jadi aku berharap, semoga suamiku yang tampan ini akan selalu setia padaku sampai akhir hayat kita."


"Aamiin.." Jeffran langsung meng-aamiini doa Jillian.


"Aku akan mencintaimu seumur hidupku, dan akan selalu setia padamu sampai akhir hayatku." Sebaris kalimat dari mulut Jeffran, akhirnya sukses meloloskan air mata haru dari sudut netra indah Jillian. Tanpa menjawab sepatah katapun, Jillian memilih meluapkan perasaan bahagianya dengan memeluk erat tubuh suaminya seraya menenggelamkan kepalanya di dada bidang Jeffran. Sementara Jeffran tersenyum bahagia, lalu menciumi puncak kepala Jillian penuh cinta.


TAMAT

__ADS_1


*************************


__ADS_2