Pernikahan dengan Perusak Impianku

Pernikahan dengan Perusak Impianku
Episode 42 Lembaran Baru


__ADS_3

Matahari yang bersinar cerah disertai udara pagi yang sejuk, menyambut pasangan suami istri yang menatap penuh bahagia ke arah mansion mewah dihadapan mereka. Sang suami yang tengah menggendong seorang bayi, berkali-kali mengucap rasa syukur dan bahagianya seraya menatap mata teduh sang istri, karena akhirnya bisa hidup bersama istri dan anak yang sangat disayanginya.


30 hari setelah kelahiran Putra kebanggaannya Jarell Niels Smith yang diwarnai perjuangan untuk meyakinkan Papa Rendra dan Mama Jovita, akhirnya Jeffran bisa mendapatkan maaf dan restu dari kedua mertuanya itu.


Papa Rendra dan Mama Jovita bahkan mengizinkan Jeffran untuk membawa Jillian dan juga Jarell ke mansion yang sudah disediakan Jeffran untuk mereka. Tentunya dengan didahului banyak syarat dari mertuanya, terutama Papa Rendra. Tapi Jeffran tanpa ragu menyetujui semua syarat dari mertuanya tanpa terkecuali.


Bagaimana tidak, Jeffran sangat yakin bisa memenuhi semua syarat yang diajukan Papa Rendra. Diantaranya, harus ikut bangun saat Jillian begadang karena Jarell. Harus makan bersama Jillian, di semua jam makan, kecuali makan siang. Setiap kali Jeffran ada pekerjaan ke luar kota atau luar negeri, maka Jillian dan Jarell harus dibawa. Setiap kali ada moment penting seperti ulang tahun dan anniversary pernikahan, maka harus dirayakan. Dan semua moment dalam syarat Papa Rendra itu harus didokumentasikan dalam bentuk photo dan video, untuk kemudian dikirimkan pada Papa Rendra selama setahun.


Berlebihan? Itulah yang dirasakan Jillian. Tapi bagi Jeffran, hal itu wajar dilakukan Papa Rendra. Sang mertua hanya ingin memastikan kalau Jeffran memperlakukan Jillian dengan baik, dan Jeffran akan membuat Papa mertuanya yakin dan tenang mempercayakan putrinya pada dirinya.

__ADS_1


Setelah makan siang, Jeffran dan Jillian terlihat bersantai menikmati secangkir jasmine tea di gazebo yang terletak di halaman belakang mansion. Ada beberapa pelayan yang melayani mereka, juga beberapa pengawal yang berjaga. Sementara Jarell yang sedang tertidur di kamarnya, dipercayakan pada babysitter yang handal dan dapat dipercaya. Memang Jeffran ingin sekali memberikan yang terbaik bagi keluarga kecilnya. Memastikan kalau mereka merasa nyaman, aman dan juga bahagia bersamanya.


"Sayang, aku sungguh bahagia karena akhirnya kita bisa tinggal bersama di istana baru kita." Tangan Jeffran menggenggam erat tangan Jillian, yang disambut senyuman manis dari istri cantiknya itu.


"Aku juga sangat bahagia Sayang, karena kita bisa membuka lembaran baru bersama anak kita. Semoga setelah ini hanya akan ada kebahagiaan dalam keluarga kita." Harap Jillian diangguki Jeffran.


"Aamiin.. Terima kasih Sayang, karena sudah memaafkan dan mencintaiku. Kamu juga memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku berjanji akan selalu mencintaimu dan tidak akan pernah menyakiti, apalagi mengkhianatimu." Janji Jeffran penuh keyakinan.


"Tentu saja kamu bisa memegang janjiku Sayang." Jeffran melabuhkan sebuah ciuman di kening Jillian, yang menutup matanya seraya menyunggingkan senyum yang lebih lebar.

__ADS_1


*************************


Selama seminggu ini, Jeffran tidak pernah absen mendokumentasikan moment kebersamaanya bersama Jillian dan Jarell. Bukan hanya untuk dikirimkan pada Papa Rendra, tapi juga untuk koleksi pribadinya. Jeffran juga mulai membuka status pernikahannya ke publik, dengan membagikan photonya bersama keluarga kecilnya di media sosialnya. Tentu saja hal ini mengejutkan banyak orang, dari mulai partner bisnis sampai teman-teman semasa sekolah dan kuliah dulu.


Diantara orang-orang yang terkejut itu, ada seseorang yang ternyata sangat kecewa. Andrea.. Gadis yang begitu mencintai Jeffran sejak SMA. Bahkan saat SMA, dirinya rela memutuskan hubungannya dengan Jarvis, kekasih yang sudah berpacaran dengannya hampir satu tahun.


Andrea begitu berusaha menarik perhatian Jeffran secara terang-terangan sejak saat itu. Bahkan Andrea masuk di kampus yang sama dengan Jeffran, demi mengejar cinta Jeffran. Tapi harapannya musnah saat Jeffran akhirnya berpacaran dengan Dhiva, apalagi Dhiva tidak pernah memberinya kesempatan untuk mendekati Jeffran. Dhiva seringkali mengancam Andrea jika berani mendekati Jeffran, bahkan Dhiva tidak segan-segan bersikap kasar pada Andrea, jika Andrea tetap bersikeras mendekati Jeffran.


"Dulu aku terpaksa menyerah karena si brengs*k Dhiva yang selalu saja menjegal langkahku. Tapi sekarang, aku tidak mau menyerah lagi. Aku tidak peduli Jeffran sudah menikah, karena sampai saat ini, aku masih begitu mencintainya. Apalagi Jeffran sudah menjadi seorang CEO dari banyak perusahaan besar. Aku akan berusaha mendekati Jeffran lagi, sampai aku berhasil mendapatkannya." Tekad Andrea berapi-api.

__ADS_1


*************************


__ADS_2