
Raka pun akhirnya menghabiskan waktu menemani dan bermain dengan Ameena .Nisa juga tidak melarang Raka untuk menemaninya.Sebab biar bagaimana pun,Raka tetap lah sosok ayah dari anaknya
Dan Ameena pun begitu senang bisa ditemani oleh ayahnya.Hingga membuat Ameena lelah dan tertidur .Karna begitu puas bermain dengan Raka
Sebelum Raka pulang,Raka dan Nisa mengobrol sebentar diteras
"Nisa..Tidakah kamu berpikir untuk kita bisa kembali seperti dulu??Maksudku memberi ku kesempatan untuk memperbaiki semuanya dari awal??"Tanya Raka
Sesaat Nisa pun tersenyum
"Aku sudah bisa menebak,jika tujuan mu kesini bukan cuma untuk bertemu dengan Ameena..Tapi pasti ada tujuan yang lain."Ujar Nisa dengan santainya
__ADS_1
Raka pun ikut tersenyum malu
"Cinta bukan seperti main yoyo yang bisa kau lempar dan tangkap sesuka hatimu..Terkadang kau harus melupakan apa yang kau rasakan dan mengingat apa yang pantas kau dapatkan..Kau pasti mengerti maksudku."Jawab Nisa dengan nada serius
Membuat Raka diam menunduk
"Dan rumah tangga bukan tempat persinggahan yang di mana kau bosan bisa pergi, dan ketika kau butuh datang kembali..Memang sakit untuk melepaskan, tapi akan lebih sakit lagi jika hanya satu pihak yang terus bertahan."Ucap Nisa lagi
"Tapi bagi ku itu semua tidak ada artinya lagi..Aku sudah menikmati kesendirian ku..Aku menikmati status ku sebagai ibu tunggal..Tanpa mu aku masih bisa bangkit dari semua keterpurukan dan rasa sakit hati yang kau berikan padaku. Aku bangga dengan hatiku.. Sudah dimainkan, dibakar, dan dipatahkan, tetapi entah bagaimana masih berfungsi..Kepergianmu membuatku belajar tentang mana yang benar-benar harus diperjuangkan dan mana yang tidak pantas untuk diperjuangkan."Jawab Nisa panjang lebar
"Dan sekarang , aku harus melupakan apa yang hilang.. Hargai apa yang masih tersisa dan nantikan apa yang akan terjadi selanjutnya."..Jadi jawaban ku tetap sama..Aku tidak bisa kembali dan memulai semuanya dari awal dengan mu..Dan berhentilah berharap atau memohon agar kita bisa kembali seperti dulu."Ucap Nisa dengan tegas
__ADS_1
Raka pun hanya bisa menarik nafas panjangnya dan menatap Nisa tanpa melihat dirinya
"Andai aku dapat memutar waktu, aku ingin menulis ulang takdir yang berbeda untuk kita.. Aku ingin kita bersama seperti dulu..Begitu sulit melupakanmu dalam pikiranku, menghapus namamu dari hatiku.. Karena ternyata cuma dirimu yang sebenarnya bisa membuatku bahagia Nisa."Ungkap Raka
Nisa hanya diam tak bergeming
"Aku yakin,kamu pasti memiliki perasaan yang bisa melunak..Jika aku berusaha meyakinkan mu..Membuktikan jika aku benar benar serius akan berubah demi mu dan Ameena..Karna aku tahu,kamu memiliki hati yang tulus Nisa."Ucap Raka yang penuh yakin
Seketika Nisa tersenyum miring
"Maaf Raka..Aku bukan Nisa yang dulu..Bukan perempuan yang dulunya banyak mengalah karna memang sangat mencintaimu..Karna sudah tidak ada lagi cinta dihatiku untukmu..Artinya tidak ada perasaan yang melunak,walaupun kau terus berusaha membuktikan keseriusan mu..Jadi daripada kau hanya membuang waktu mu sia sia..Lebih baik belajar lah untuk melepaskan dari pada akhirnya hanya akan membuat perasaanmu sakit hati.."Jawab Nisa dengan tegas dan mematahkan semua perkataan Raka
__ADS_1