
"Sial..Kenapa sifat Yuni berbeda sekali dengan Nisa..Dia sama sekali tidak mengerti kondisi ku...Istri tidak berguna,bisanya hanya menghamburkan uangku saja.."Umpat Raka kesal dan menyadari jika Yuni tak sesuai bayangannya
Keesokan harinya..
Sebelum Raka pergi ketoko,ia seperti biasa ingin sarapan dulu.Namun saat akan melihat meja makam,justru ia tak melihat sarapan yang tidak tersedia.Hanya meja kosong tanpa sedikit pun makanan
Raka pun menghela nafas panjangnya dengan berat
"Yuni..Yuni..."Panggil Raka yang kali ini langsung memanggil istrinya dengan sebutan nama
"Apa mas??Kenapa teriak teriak panggil nama ku??"Tanya Yuni
"Kau tidak masak lagi??Tidak buatkan aku sarapan lagi??"Tanya Raka
"Tidak.."Jawab Yuni singkat
"Kenapa??Bukankah ini sudah tugasmu ??"Tanya Raka terheran
__ADS_1
"Iya memang..Tapi saat ini aku sedang mogok untuk masak..Sampai mas memberikan aku uang..Dan lagi pula,aku ini sedang hamil..Aku tidak berselera untuk masak..Jadi mas beli makan saja diluar.."Jawab Yuni dengan lantang
"Ka..Kau..-"Seru Raka yang seakan tak tahu harus berkata apa .Melihat sikap Yuni yang mulai berani membangkang padanya
"Kenapa kau sama sekali tidak mengerti kondisi ku??Tolong jangan bersikap egois seperti ini..Kondisi kita sekarang sedang sulit,kenapa kau sama sekali tidak peduli untuk mengerti kondisi kita?"Tanya Raka kesal
"Kan sudah ku bilang..Aku tidak mau tahu..Sulit atau tidak,itu urusan mu mas..Kan kamu kepala rumah tangga..Ya kamu harus cari solusi sendiri..Aku sebagai istri hanya menuntut hak ku.."Jawab Yuni masih dengan lantang
"Sepertinya aku salah menikahi seorang wanita sepertimu...Kau memang sangat jauh berbeda dengan Nisa..Hidupmu hanya ingin bersenang senang,tanpa peduli keadaan suami yang sudah sulit.."Ujar Raka menyindir
Seketika membuat Raka emosi dan sebuah tamparan pun melayang ke wajah Yuni
Plak...
"Jaga ucapanmu..!!!Seharusnya kau juga tahu diri,aku menikahi mu juga karna terpaksa..Kalau pun aku tahu sifat mu terlalu matre,aku juga tidak sudi menikahi mu..Dasar perempuan tidak tahu diri.."Ucap Raka yang langsung pergi tanpa peduli keadaan Yuni
Untuk pertama kalinya,ia melakukan ringan tangan terhadap wanita.Yang seumur hidupnya ia tidak pernah berbuat kasar,bahkan pada Nisa sekali pun
__ADS_1
Namun untuk kali ini,Raka juga tidak bisa menahan dirinya.Melihat sikap Yuni yang seakan sudah tidak menghormati dirinya sebagai suaminya
"Keterlaluan kamu mas..!!!Aku benci pada mu mas..!!!Huuuaa...!!!"Teriak Yuni yang langsung menangis sambil meluapkan emosinya
Karna merasa tidak terima dengan sikap Raka yang sudah menampar dirinya
...****************...
Seminggu kemudian..
Sudah seminggu Raka dan Yuni tidak saling bicara.Bahkan tidak tidur sekamar,karna Raka lebih memilih tidur dikamar sebelah.Melihat sikap Yuni yang masih tidak mau meminta maaf
Raka yang sebelum berangkat,tiba tiba saja kedatangan seorang tamu yang asing baginya
"Selamat pagi pak..Maaf,kami menganggu waktu bapak..Apakah disini kediaman bapak Raka??""Ujar seorang lelaki dengan sopan dan berpenampilan sangat rapi bersama beberapa orang disampingnya
"Ya saya sendiri..Kalian siapa??"Jawab Raka dan bertanya
__ADS_1