
Nurul pun hanya tersenyum mengangguk
"Bagaimana bis Nur??Darimana kamu mendapatkan uang untuk melunasi nya??"Tanya Sumiati yang masih bingung
"Nisa tidak pernah cerita ya bu..Kalau dia punya kartu jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah..Sebelumnya aku menyarankan Nisa untuk membuat kartu jaminan kesehatan..Sebagai pegangan jaga jaga jika Nisa harus melahirkan secara sesar.."Jelas Nurul
"Ternyata begitu..Nisa tidak pernah cerita Nur..Karna dia yakin dia bisa lahir secara normal..Dan dia berusaha tidak mau melahirkan secara sesar.."Ujar Sumiati
"Ya..Bibi benar..Memang itu yang Nisa inginkan..Tapi,ada alasan lain kenapa Nisa membuat kartu jaminan kesehatan itu.."Ujar Nurul yang sesaat menarik nafas panjangnya
Sumiati pun melihat bingung
"Itu karna ibu mertuanya..Bukan aku ingin ikut campur dalam rumah tangga Nisa..Tapi aku merasa kasihan,saat Nisa pernah bilang kalau Nisa harus punya tabungan lebih jika dia melahirkan sesar..Dan itu karna tuntutan dari ibu mertuanya.."Jelas Nurul menceritakan apa adanya
"Ya Allah..Kenapa Nisa harus menyembunyikan hal ini dari bibi..Bibi tidak tahu jika ibu mertuanya menuntut Nisa seperti itu Nur..Bibi cuma tahu,kalau Nisa ingin bibi menemaninya saat lahiran,karna Raka tidak bisa menemaninya."Jelas Sumiati
__ADS_1
"Ya..Raka beralasan tidak bisa pulang,karna lebih memikirkan usaha temannya disana..Sementara mertua dan iparnya seakan kurang peduli pada Nisa bi..Aku benar benar tidak tega melihat Nisa diperlakukan seperti itu bi.."
"Iya Nurul..Bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang datang untuk melihat Nisa yang akan mau melahirkan..Padahal bibi sudah menghubungi mereka,dan juga Raka..Tapi Raka tidak menjawab panggilan bibi..Bibi hanya mengirimkan pesan padanya.."
"Biarkan saja bi..Kita tunggu saja,apakah Raka dan keluarganya akan melihat Nisa setelah melahirkan atau tidak..Yang terpenting kita sama sama berdoa untuk keselamatan Nisa dan calon bayinya..Semoga operasinya berjalan dengan lancar."Ujar Nurul menyemangati bibi Sumiati
"Iya nak..Amin.."Jawab Sumiati mengangguk sambil menghela nafas panjang
...****************...
Saat Nisa dan bayinya sudah diperbolehkan pulang.Sumiati dan Nurul menemani Nisa pulang kerumah Sumiati
Sesampainya dirumah,Nisa menggendong bayi cantiknya bernama Ameena Syaqila Raka sambil duduk diruang tamu
Tampak wajah bahagia Nisa saat memandangi bayi Ameena yang sedang tertidur.Nisa hanya tersenyum sambil mencium Ameenan dengan lembut
__ADS_1
"Bayi mama yang cantik..Mama bersyukur kamu terlahir dengan sempurna dan tanpa kekurangan sedikit pun nak.."Ucap Nisa sambil mengusap usap pipi lembut Ameena dengan jarinya
Sumiati dan Nurul pun ikut bahagia melihat senyum bahagia dari raut wajah Nisa
"Selamat ya Nis..Akhirnya kamu sudah menjadi ibu..Aku turut bahagia melihat kamu sekarang memiliki bayi yang sangat cantik dan lucu.."Sahut Nurul sembari ikut menatal bayi Ameena
"Iya Nak..Bibi juga sangat senang..Bibi bersyukur kamu dan bayi mu selamat saya operasi kemarin.."Sahut bibi Sumiati
"Terima kasih bi,Nur..Aku lah yang sangat berterima kasih pada kalian..Karna kalian ada disaat aku membutuhkan dukungan dari kalian.."Jawab Nisa tersenyum
"Ya..Mulai sekarang,kamu harus jadi ibu yang kuat dan tangguh untuk anakmu..Jangan pikirkan apa pun..Fokus lah pada anakmu..Besarkan dan rawat dia sepenuh hatimu..Aku yakin,kebahagiaan akan menemani kalian selalu.."Ujar Nurul memberi semangat
Nisa pun tersenyum mengangguk
Dan disaat mereka sedang tersenyum bahagia,tiba tiba saja seseorang datang...
__ADS_1