
Keesokan harinya
Saat Raka dan keluarganya sudah berkumpul untuk sarapan.Nisa pun berniat akan ikut sarapan bersama
Namum baru saja ia akan duduk,terdengar suara tangisan baby Ameena
Sang ibu mertua dan Putri pun langsung melirik kearah Nisa
"Lihat dulu anakmu..Mungkin haus."Sahut Putri
"Iya kak."Jawab Nisa beranjak bangkit
Ketika mereka sedang menikmati sarapan bersama,Nisa kembali menghampiri mereka dengan menggendong baby Ameena
Putri pun kembali melirik kearah Nisa,terutama pada baby Ameena yang sedang menangis
"Kenapa kau membawanya kesini??Seharusnya kau menyusuinya Nisa.."Tanya Putri dengan nada sewot
__ADS_1
"Maaf kak,tapi aku sudah menyusuinya tadi..Dan Ameena juga menangis terus,jadi aku terpaksa menggendongnya keluar.."Jawab Nisa menjelaskan
Dan beberapa saat baby Ameena pun menangis sekuatnya.Membuat Nisa langsung panik dan mencoba menenangkannya
"Kau lihat..Kau membawa bayi mu kesini,justru menganggu kita semua lagi sarapan..Berisik tahu..!!!"Sentak Putri yang kesal
"Kak..Tolong jaga bicara mu..Justru suara mu yang sangat menganggu,makanya baby Ameena menangis..Ayo Nisa kita bawa saja baby Ameena keluar.."Sentak Raka yang ikutan kesal dengan sikap Putri
Raka pun mengajak Nisa dan baby Ameena pergi keluar
"Sepertinya kau tidak menyukai keponakan mu sendiri Put."Sahut ibunya yang tengah menikmati sarapannya
Putri seketika menoleh kearah ibunya
"Bukan aku tidak suka ma,tapi keberadaan mereka sangat mengganggu..Bukannya mama juga berpikir begitu??"Jawab Putri
"Ya..Tapi melihat anak Raka,tapi sepertinya mama berubah pikiran..Mama lihat anak Raka memang anaknya..Jadi tidak ada salahnya mama menerima keberadaan cucu mama."Jawab ibunya dengan tenang
__ADS_1
"Mama ini bagaimana ,kenapa tiba tina berubah pikiran..Kenapa mama jadi bersikap labil??Bukannya mama bilang ingin mereka melakukan test DNA??Seharusnya sudah waktunya mama menyuruh Nisa melakukan tes DNA..Jadi baru terbukti bayi itu anak Raka atau tidak ma."Ujar Putri berusaha mempengaruhi pikiran sang ibu
"Itu mama tahu..Mama tetap akan menyuruh Nisa untuk lakukan tes DNA..Tapi mama tidak mau terburu buru.."Jawab ibunya
"Kenapa ma??Jangan mengulur waktu ma..Dan jangan biarkan Nisa terlalu lama tinggal dirumah kita ma..Aku justru ingin meminta mama untuk bicara pada Raka.."
"Bicara apa??"Tanya ibunya penasaran
"Bicarakan dengan Raka,agar Nisa kembali bekerja lagi..Karna Raka melarang Nisa untuk tidak bekerja lagi..Apa mama tidak kasihan,jika Raka berjuang sendiri untuk menghidupi Nisa dan anaknya??Aku justru merasa sangat kasihan ma..Dan terlalu enak hidup Nisa jika hanya dirumah mengurusi anaknya..Sementara Raka mati matian cari uang dikota yang jauh.."Ucap Putri yang masih terus berusaha mempengaruhi pikiran ibunya
Sesaat sang ibu pun terdiam dan mencerna semua perkataan Putri
"Nisa sudah terbiasa bekerja..Jadi menurutku,jangan biarkan Nisa hanya menghabiskan waktu untuk dirumah saja ma..Biarkan dia bekerja lagi,supaya bisa bantu perekonomian keluarga mereka ..Dan nasehati Raka untuk secepat mungkin bawa Nisa dan anaknya pindah..Tidak baim juga kan jika mereka terlalu lama tinggal berjauhan."
Sang ibu pun langsung mengangguk.Seolah ia langsung memahami semua ucapan Putri
"Ya..Mungkin ucapan mu ada benarnya..Jika dia hanya menghabiskan waktu di rumah ,mengurusi anak saja..Bisa membuatnya menjadi istri yang manja..Dan mama tidak suka caranya seperti itu."
__ADS_1