Pernikahanku Yang Gagal

Pernikahanku Yang Gagal
Bab 49


__ADS_3

"Cukup Nisa..!!! Kamu sudah terlalu berlebihan..Jadi intinya kamu mau kembali pulang atau tidak??Jangan membuat masalah ini semakin panjang.."Ujar Raka dengan tegas


Sesaat Nisa terdiam sambil menarik nafas panjang


"Nisa..??Apa kamu dengar aku??"Tanya Raka yang memanggil Nisa tanpa suara


"Tidak..Aku tidak akan mau pulang..Aku sudah bersumpah pada diriku,aku tidak akan pernah kembali lagi kerumah keluarga mu.."Jawab Nisa dengan tegas


"Oh..Jadi sekarang kamu sudah menjadi istri pembangkang??Apa kamu tidak berpikir dulu apa yang sudah kamu katakan ini??Apa kamu tidak berpikir dengan imbasnya pernikahan kita nantinya??"Tanya Raka menguji Nisa


"Justru aku sudah memikirkan itu semua..Daripada aku harus menerima perlakuan tidak manusiawi oleh keluargamu,bahkan pada anak ku sendiri..Aku tidak mau kembali kerumah keluarga mu..Biarkan aku dan Ameena tinggal berjauhan dari keluargamu,asal hidup kami aman dan tenang."Jawab Nisa

__ADS_1


"Oke..Jika itu mau mu..Ku harap keputusanmu tidak membuat menyesal..Karna aku juga kecewa dengan sikap mu..Kamu sudah gagal menjadi istri yang kuharapkan selama ini Nisa..Bye.."Ucap Raka langsung memutuskan panggilan teleponnya


Sementara Nisa akhirnya hanya bisa menangis.Menelan kekecewaannya dengan sikap Raka sebagai sang suami,yang tidak sedikit pun berpihak padanya.Ia tak menyangka jika Raka justru juga menyalahkan dirinya,dan lebih memihak sang keluarga


Nurul yang melihatnya tanpa sepengetahuan Nisa,hanya bisa menghela nafas panjang nya


*Malang sekali nasib mu Nis..Orang yang seharusnya menjadi satu satunya pelindung untukmu ,tapi justru ikut menyalahkan dirimu..Ku harap kesedihanmu saat ini akan berubah menjadi kebahagiaan tanpa suamimu ..Batin Nurul yang merasa prihatin dengan masalah yang dihadapi Nisa


Kediaman Raka*..


Putri menghampiri sang ibu yang sudah di kamar nya

__ADS_1


"Ma..Bagaimana??Apakah mama sudah menghubungi Raka??Tentang si Nisa pergi dari rumah kita??"Tanya Putri yang penasaran


Karna ia yakin,bahwa sang ibu akan mengadu pada Raka


"Sudah..Mama sudah menceritakannya pada Raka..Mama yakin,saat ini Raka pasti sangat marah..Terlebih dia pergi tanpa memberitahu Raka sebelumnya..Dan mama harap Raka segera menceraikan gadis tidak tahu diri itu..Rasanya mama sangat kesal dan marah dengan sikapnya yang tidak tahu etika ."Jawab ibunya dengan raut wajah yang kesal


"Bagus lah ma..Lebih baik memberitahu Raka secepatnya..Agar Raka tahu bagaimana kelakuan istrinya hang seperti orang tidak berpendidikan.."Sahut Putri yang ikutan kesal


"Tapi ma..Wajar saja sih,sikapnya seperti orang tidak beretika..Kan dia di didik bukan dari orang tuanya..Melainkan hanya bibinya yang seorang perawan tua..Jadi tidak tahu bagaimana bersikap layaknya wanita baik baik ma..Hamil diluar nikah saja,itu sudah menjadi contoh yang buruk ma.."Sahut Putri lagi menyinggung kehidupan Nisa


"Benar..Mama tidak sudi lagi punya menantu tidak tahu diri seperti dia..Semoga saja Raka mau mendengarkan kata kata mama..Agar secepatnya dia menceraikan Nisa..Jadi mama bisa cari menantu yang lebih baik lagi dari perempuan itu..Rasanya mama masih tidak terima dengan sikapnya..Benar benar memuakkan.."Ujar ibunya yang sewot

__ADS_1


Putri hanya tersenyum puas,karna sang ibu memihak dirinya.Karna sejak Nisa sudah memiliki anak,Putri semakin tidak menyukai Nisa.Sebab perhatian sang ibu terkadang lebih pada baby Ameena.Dan membuatnya menjadi kesal dan iri


__ADS_2