
Mendengar ucapan Raja membuat darah Yuni pun mendidih dan menatap tajam kearah Raka
"Apa katamu??Takdir??Kalau saja ibumu tidak memperlakukan ku seperti budaknya,dan kamu tidak jatuh miskin,aku tidak akan stres dan kehilangan anak ku..Seharusnya kamu sadar,ini semua karna mu. Kamu yang sudah membuat hidup ku menderita..Aku benar benar menyesal sudah hidup dengan lelaki tidak berguna seperti mu..!!!"Ucap Yuni meluapkan seluruh emosinya
Raka pun hanya diam menunduk.Untuk kali ini ia pun hanya menahan diri untuk tidak emosi.Sebab ia sadar,semua yang terjadi memang kesalahannya.Dan melihat situasi Yuni yang saat ini masih syok dan trauma.Tak ingin membuatnya semakin terpuruk
"Intinya sekarang aku minta cerai..!!Aku minta pisah darimu..Aku tidak mau lagi hidup dengan penuh penderitaan yang kamu berikan padaku..Kalian semua bukan manusia..Kamu yang sudah membuat ku seperti ini..Dan kamu yang juga sudah menghancurkan hidup ku..Aku benar benar muak dengan semua ini mas..!!!"Ucap Yuni yang masih meluapkan semua emosinya
"Iya..Aku mengerti..Aku akan mengabulkan permintaan mu..Aku akan mengurus semua nya..Aku benar benar minta maaf atas semua yang terjadi.."Ungkap Raka yang menyesali perbuatannya
Yuni pun memilih tak menanggapi ucapan Raka dan mengalihkan pandangannya
...****************...
Keesokan harinya..
__ADS_1
"Ma..Aku mau pergi sebentar.."Ujar Raka yang tengah bersiap siap
"Mau kemana??"Tanya Arini sang ibu
"Kekantor pengadilan agama ma.."Jawab Raka dengan nada tidak bersemangat
"Pengadilan agama??Memangnya kalian mau berpisah??"Tanya Arini
"Iya ma..Yuni ingin berpisah..Setelah ia kehilangan calon anaknya,dia merasa tidak bisa lagi meneruskan rumah tangga ini.."Jelas Raka
Raka pun mengangguk dan langsung berpamitan pergi.Dan Arini hanya menatap kepergian Raka
Bagus lah jika mereka berpisah..Aku juga sudah muak melihat perempuan ja*ang itu..Dia pantas mendapatkan karma nya,karna sudah menjadi perempuan perusak rumah tangga anakku..Batin Arini merasa puas dengan apa yang terjadi dengan Raka dan Yuni
Yuni yang keluar kamar,tampak memperhatikan Arini yang masih berdiri didepan pintu.Seketika membuat dirinya pun menjadi dendam dan menatap tajam.Ia merasa masih tidak terima atas kehilangan sang anak.Karna Yuni beranggapan jika semua yang terjadi akibat ulah sang ibu mertua
__ADS_1
Yang sudah memperlakukannya seperti bukan manusia.Dan bahkan posisinya pun juga tidak dianggap sebagai menantu dirumahnya
Yuni sesaat mengepalkan kedua tangannya Ia begitu merasa sangat sakit hati,dan masih tidak terima dengan perlakuan sang ibu mertua
Yuni pun berjalan kearah dapur dengan sikap yang tenang
...****************...
Raka yang dalam perjalanan menuju kantor pengadilan.Tiba tiba saja menghentikan laju kendaraannya
"Ah..Sial..Ponselku ketinggalan..Sepertinya aku harus mengambilnya dulu dirumah."Ujar Raka yang merasa ketinggalan barang
Ia pun memutar balikkan kendaraannya menuju kerumah sang ibu
Arini yang akan hendak kedapur,Tanpa sengaja berpapasan dengan Yuni yang masih didapur.Arini pun hanya menatap datar tanpa bicara apa pun.Sementara Yuni masih menatap tajam kearah Arini,sambil memegang sesuatu ditangannya
__ADS_1
"Apa sekarang kau puas wanita sihir??Kau puas sudah menghancurkan hidup ku??"Tanya Yuni dengan nada dingin