
Setelah cuci piring,Nisa melanjutkan pekerjaannya untuk mengepel lantai
Nisa mulai mengepel lantainya dengan menggunakan tongkat pel.Namun sang ibu mertua yang melihat langsung menghampirinya
"Tunggu."Seru ibu mertuanya
Membuat Nisa menoleh kearah ibu mertuanya
"Kalau mengepel itu pakai kain saja..Jangan pakai tongkat pel ini.."Ujar ibu mertuanya
"Tapi bu..Aku kan sedang hamil..Aku akan sulit jika mengepel menggunakan kain bu."Jawab Nisa
"Jangan manja..Justru karna kamu lagi hamil,kamu harus mengepel dengan kain dan mengepelnya jongkok..Untuk melatih kamu nantinya bisa lahiran secara normal..Beda cerita kalau kamu lahir sesar..Orang jaman dulu,kalau lagi hamil ngepel itu harus pakai kain dan posisinya harus jongkok..Paham??"Jelas ibu mertuanya
Sesaat Nisa terdiam dan menatap ibu mertuanya
__ADS_1
"Sudah kerjakan saja..Dengerin apa kata orang tua..Itu demi kebaikan kamu juga..Mengerti??"
"Iya bu..Akan ku lakukan.."Jawab Nisa mengangguk pelan
Dan akhirnya Nisa melakukan sesuai perintah ibu mertuanya
Saat jam makan malam,Seluruh keluarga Raka menikmati makan malam bersama.Namun tidak dengan Nisa,yang justru masih sibuk di dapur membantu bi Imah
Nisa tak tega melihat bi Imah yang masih sibuk membereskan dapur.Dan membuat Nisa menghabiskan waktunya cukup lama di dapur
Nisa pun sesaat menghela nafasnya dengan penuh kekecewaan
Kenapa mereka menghabiskan semua makan malamnya??Sementara aku belum makan sedikit pun..Raka juga tidak mengajak ku untuk makan malam bersama..Apa dia sama sekali tidak ingat aku??Karna dia masih marah padaku??Kenapa kamu tega sekali pada ku Raka..Batin Nisa mengeluh
Nisa pun akhirnya membereskan semua piring kotor yang ada diatas meja makan dan membawanya ke dapur.Ia pun terpaksa memasak mie instan untuk mengisi perutnya
__ADS_1
Sesaat air matanya pun menetes,kala ia menatap mie instan yang dimasaknya.Bukan ia tidak bisa masak makanan yang lain atau membeli makanan diluar.Tapi sang ibu mertua mempunyai aturan sendiri di dapur.Tidak boleh memasak lagi jika sudah memasak untuk makan malam,kecuali mie instant.Karna bagi ibu mertuanya akan menghabiskan bahan makanan di lemari pendingin yang sudah dia perhitungkan setiap harinya.Dan terlebih jika Nisa membeli makanan diluar,sang ibu mertua atau pun Putri yang akan melihat ,pasti akan memberi komentar pedas dan menganggapnya terlalu boros dengan uang
Nisa tak menyangka jika seluruh keluarga Raka tidak ada yang peduli dengan dirinya dirumah itu.Ia terlalu diasingkan dan seperti dipandang sebelah mata.Yang tak pernah dianggap dalam keluarga mereka
Saat dirinya termenung sambil meneteskan air mata.Tanpa sadar bi Imah datang menghampirinya
"Non Nisa..Sedang apa??Kenapa masak mie instant??"Tanya bi Imah terheran
"Makan malamnya sudah habis bi..Jadi saya tidak kebagian.."Jawab Nisa tersenyum
"Ya Allah..Memangnya mereka tidak menyisakan untuk non Nisa??Apa karna non tadi bantu bibi ya?Maaf ya non,karna bibi non jadi harus masak mie instant?"Tanya bi Imah merasa bersalah
"Tidak bi..Ini bukan salah bibi..Ini juga karna saya lagi pengen makan mie instan bi..Bibi jangan pikirkan ya.."Jawab Nisa menjelaskan masih dengan tersenyum
Sementara bi Imah cuma bisa menatap Nisa dengan rasa prihatin dan kasihan,terlebih melihat keadaan Nisa yang sedang hamil
__ADS_1