
Raka pun langsung beranjak bangkit dan menghampiri Nisa dan ibunya
"Tolong..Aku bisa jelaskan..Ini bukan salahnya..Semua ini adalah salahku..Aku yang sudah berdosa padamu Nisa..Jangan libatkan dia.."Ujar Raka yang justru lebih memihak Yuni
Yuni masih terlihat menunduk dan tak bersuara sedikit pun
Teman teman Nisa hanya memandang Yuni dengan tatapan yang jijjk.Namun tidak berkomentar sedikit pun
Nisa pun kembali tersenyum dan melirik kearah ibu mertuanya
"Bagaimana bu??Sepertinya anakmu memang sangat mencintai gadis ini??Apakah aku harus melakukan rencana itu??"Tanya Nisa pada ibu mertuanya
"Lakukan saja Nisa..Ibu mendukungmu..Biar mereka puas..Dan kau gadis pelakor tidak tahu diri..!!!"Sentak ibu mertua Nisa pada Yuni
__ADS_1
"Memang enak ya jadi perebut??Tidak butuh ijazah..Cuma modal tampang,senyum,sapa,salam,tempel ..kau langsung keterima kan??Apa kau tidak sadar kalau lelaki yang bersama mu itu adalah suami orang??Dan kau berharap ingin dinikahinya kan??"Sentak ibu mertuanya lagi penuh emosi
Karna merasa ibu Raka begitu marah dan jengkel melihat tingkah laku anaknya,yang masih mempertahankan Yuni sebagai wanitanya.Dan menjadi kesempatan ibu Raka untuk menyudutkan kesalahan pada Yuni sang pelakor
Sementara itu,Nisa sesaat meninggalkan mereka sambil mengeluarkan ponselnya.Ia pun menghubungi seseorang yang sebelumnya sudah membuat janji
Raka pun mengejar Nisa yang tadinya sedang melakukan panggilan telepon
"Nisa..Tolong maafkan aku..Aku akan menebus kesalahan ku. Tapi tolong jangan libatkan dia..Ini semua salah ku..Dia tidak tahu apa apa."Ungkap Raka menunjukkan sikap penyesalan nya sambil menggenggam tangan Nisa
Nisa pun langsung menghempaskan tangan Raka dengan kasar
"Heuh..Tidak tahu apa apa??Kau menganggap perempuan itu sangat polos begitu??Sementara dia tahu cara memanfaatkan uangmu,dia tahu cara memuaskan mu diatas ranjang berulang kali??Kau masih ingin bilang,dia tidak tahu apa apa??Apa kau segitu cintanya dengan perempuan itu??"
__ADS_1
"Dulu aku sangat mencintaimu..Aku sangat mempercayaimu..Menemani mu dari nol,tanpa peduli bagaimana pun keadaan kita dalam membangun rumah tangga..Tapi disaat kau mulai diatas,kau mulai sukses..Kau justru mencoba bermain hati dengan wanita lain."Sindir Nisa
"Aku tahu..Aku salah..Aku khilaf Nisa..Tolong ampuni aku Nisa."
"Khilaf katamu??Tapi sayangnya semua itu sudah terlambat Raka..Hati ku sudah terlanjur terluka dan bahkan hancur tanpa sisa..Saat mengetahui kebenaran ini,Kenapa kau justru lebih memilih orang yang baru mengenalmu saat kau masih menjadi suamiku.."
"Perlu kau ketahui,Sakit hati yang begitu dalam hingga tidak bisa dimaafkan adalah ketika kau menduakan pasangan mu..Berselingkuh mengejar kebahagiaan yang hina bersama wanita lain.. Dan disaat kau sedang berada diatas dengan materi yang kau miliki saat ini,kau tidak akan sadar jika wanita mu itu hanya akan menjadi jalan menuju kebangkrutan mu..Jadi bersiap siap lah,saat kau akan menghadapi itu semua.."Ucap Nisa memberi peringatan dengan tegas
Nisa pun kembali menghampiri Yuni yang masih tertunduk
"Bagaimana??Kenapa kau masih diam saja??Sudah merasa terpojok ya,jadi tidak bisa membela diri..??Kau ini cantik..Tapi sayang kenapa kau tidak menggunakan akal sehatmu??Dunia ini tidak sempit..Masih banyak pria pria single diluar sana..Yang lebih berhak mendapatkan mu..Tapi kenapa kau justru memilih lelaki yang sudah beristri??Apakah dia sudah memberimu banyak uang??Hingga membuatmu melupakan sejenak akan statusnya?Atau kau percaya jika dia mengaku masih pria single??.."Ucap Nisa menyindir Yuni dengan sikap santainya
Yuni masih memilih diam dan tak berani menjawab.Ia seolah tak bisa berbuat apa pun.Karna dilihat dari mana pun,posisinya memang sudah salah.Dan dia juga tidak dapat membela diri.Walau pun ia benar benar tidak tahu dengan status yang disembunyikan Raka dari nya
__ADS_1
"Tolong donk ambilkan pakaian untuk dia,kasihan..Penampilannya sangat tidak layak dipandang.."Ujar Nisa memberi perintah pada temannya untuk mengambilkan pakaian Yuni yang Nisa tahu dimana Yuni meletakkannya