
"Baik ..Jika kalian ingin aku tidak kembali kerumah ini..Aku tidak akan kembali kerumah ini yang menurut ku sudah seperti neraka..Dan jika kalian menyesal karna Raka menikahi ku,kalian katakan saja padanya untuk berpisah dengan ku..Selamat tinggal..!!"Jawab Nisa dengan nada kesal dan langsung pergi membawa Ameena pergi
Sementara sang ibu mertua dan Putri hanya menatap tajam kepergian Nisa
"Perempuan sialan..Tidak tahu diri..Berani sekali dia sekarang melawan kita ma..Mama harus cepat ambil tindakan..Mama harus bilang pada Raka untuk menceraikan perempuan sialan itu ma..Percuma saja selama ini kita sudah bersikap baik padanya."Sahut Putri terus menghasut ibunya
...****************...
Diperjalanan,Nisa berusaha menahan rasa tangisnya.Ia tidak ingin kembali meneteskan air matanya hanya karna harus mendapatkan perlakuan kejam dari ibu mertua dan Putri
Ia seakan merasa sangat kecewa dan hatinya yang begitu tersakiti.Setelah sekian lama ia menahan sabar,tapi ternyata tak membuat mereka membuka hati untuk menerima Nisa
__ADS_1
Aku bersumpah,tidak akan pernah kembali kerumah kalian..Kalian benar benar jahat,sudah menginjak harga diri ku selama ini..Batin Nisa berusaha memperkuat batinnya dan perasaannya.Walau sudah hancur berkeping keping
Sesampainya dirumah sang bibi,Nisa tak menyangka jika Nurul sudah berada dirumah sang bibi
Nurul yang melihat kedatangan Nisa dengan membawa dua koper besar,sekaligus menggendong baby Ameena.Hanya bisa menarik nafas panjangnya dan berjalan menghampiri Nisa
Nurul langsung memeluk Nisa sambil menepuk punggung Nisa.Dan sang bibi pun menggendong baby Ameena
"Sudah..Jangan menangis Nisa..Jangan menangisi orang yang sudah menyakitimu..Keputusan mu sudah benar..Memang seharusnya kau keluar dari rumah mereka.."Ujar Nurul memberi semangat pada Nisa
"Ya..Aku paham..Tenangkan dulu dirimu..Aku akan buatkan teh dulu untuk mu."Ujar Nurul langsung menuju dapur bibir Nisa
__ADS_1
Karna Nurul sudah dianggap seperti keluarga,Sang bibi pun membiarkan Nurul melakukannya sendiri dirumahnya
Sang bibi mendekati Nisa yang masih menangis
"Sabar ya nak..Bibi turut prihatin dengan masalah yang kamu hadapi saat ini nak."Sahut bibi Nisa
Nisa langsung menoleh dengan wajah yang masih meneteskan air matanya
"Hiks..Maaf bi..Aku..Hiks..Harus menyusahkan bibi untuk sementara ini..Hiks..Sejujurnya,aku tidak mau membuat bibi mengkhawatirkan ku..Tapi saat ini cuma bibi yang bisa mendampingiku..Aku tidak tahu harus kemana..Hiks.."Jawab Nisa masih menangis
"Jangan bilang gitu nak..Dirumah ini,selalu terbuka untuk mu..Bibi justru lebih khawatir jika kamu pergi tanpa tujuan dengan membawa baby Ameena..Lebih baik kamu disini,karna kamu akan lebih aman dan bibi juga merasa tenang.."Ucap sang bibi
__ADS_1
Nisa langsung memeluk sang bibi dengan erat.Layaknya seorang ibu yang dipeluk oleh anaknya,membuat Nisa merasakan sang bibi benar benar seperti sosok ibunya
"Ya sudah..Mulai sekarang kamu tinggal disini..Bukan bibi ingin mencampuri rumah tangga mu..Tapi melihat mu seperti ini,rasanya bibi tidak bisa membiarkan mu terus hidup bersama mereka..Mereka terlalu kejam padamu nak."Ujar sang bibi yang mulai tidak terima dengan sikap keluarga Raka