
Beberapa hari kemudian..
Dengan cuaca mendung dan hujan, menyelimuti hari yang berduka untuk Yuni dan Raka
Karna mereka harus kehilangan calon anak yang dikandung oleh Yuni.Yuni pun masih terlihat syok dan trauma saat harus kehilangan sang anak yang belum sempat ia lihat.Karna saat dimakamkan ia masih dalam perawatan medis
Flashback..
"Aduh..Perut ku mas.. Perut ku sakit sakit sekali.."Lirih Yuni yang kesakitan sambil memegangi perutnya
Raka pun langsung mendekati Yuni dengan panik
"Kau kenapa Yuni??"Tanya Raka yang panik
"Perutku..Perutku sakit sekali.."Jawab Yuni yang masih memegangi perutnya
Dan tiba tiba saja darah segar pun mengalir dari dalam pakaian yang dipakai Yuni
Yuni yang tak kuat menahan rasa sakitnya pun langsung jatuh pingsan
"Yuni..Yuni..Ma..Tolong...!!!"Teriak Raka yang semakin panik dan memanggil Arini sang ibu
__ADS_1
Rumah sakit...
Beberapa jam setelah sang dokter menangani Yuni didalam ruang operasi.Sang dokter pun keluar dengan wajah yang datar sambil menarik nafas panjangnya
Raka dan Arini sang ibu pun langsung menghampiri sang dokter
"Bagaimana dengan keadaan istri dan calon anak saya dok??"Tanya Raka yang masih dalam keadaan panik dan cemas
"Maaf,bapak ibu..Kami sudah berusaha semampu kami..Namun bayi yang ada dalam kandungan pasien,tidak bisa kami selamatkan..Sang bayi sudah meninggal dunia didalam kandungan..Istri bapak mengalami keguguran..Saya harap bapak ibu bisa menerima ini dengan ikhlas.."Jelas sang dokter
Raka pun seketika syok dan menghempaskan dirinya ke dinding.Seakan ia tak percaya ,jika ia harus kehilangan sang anak yang belum sempat dilahirkan
Raka pun tak dapat menutupi rasa sedihnya.Walau pun ia selalu merasa kesal dengan sikap Yuni .Namun sang anak tetap lah anak yang disayanginya.Karna kenyataannya sang anak,adalah darah dagingnya
"Kenapa..Hiks..Kenapa semua ini harus terjadi..Ma..Apa sekarang ini karma untuk ku..Hiks..Aku harus kehilangan anak ku ma..Jika.."Isak Raka yang langsung meneteskan air matanya
Tak perduli ia harus menangis didepan ibunya,karna ia memang tidak bisa menutupi rasa sedihnya setelah harus kehilangan sang anak
Arini pun mendekati Raka,sambil menepuk pelan bahu Raka
"Kau harus sabar..Ikhlaskan..Ini sudah menjadi takdir Tuhan..Anak mu akan lebih bahagia disana."Ucap Arini memberi semangat pada Raka
__ADS_1
Biar pun tidak ada rasa kesedihan,namun Arini juga tidak tega melihat kesedihan yang dirasakan oleh Raka.
Raka hanya bisa menangis kesedihannya karna kehilangan sang calon anaknya
...****************...
Malam harinya..
Yuni hanya bisa mengurung dirinya dikamar,tanpa berbicara sedikit pun.Bahkan makan dan minum,ia pun juga tidak mau
Raka yang membawakan makanan untuknya hanya bisa menarik nafas panjangnya .Ia oun menghampiri Yuni yang masih diam dalam keterpurukkannya
"Yuni..Sudah waktunya makan..Kau harus makan,sudah seharian kau masih belum makan apa pun.."Ujar Raka meminta Yuni untuk makan
Sesaat Yuni melirik datar pada Raka
"Apakah jika aku makan,bisa mengembalikan anakku??"Tanya Yuni dengan nada yang tak bersemangat
Raka kembali menghela nafasnya dengan berat
"Aku tahu,ini sulit kita terima..Tapi ini sudah menjadi takdir untuk anak kita..Kita harus mengikhlaskannya.."Ujar Raka
__ADS_1