
Malam hari..
Saat Raka pulang,Nisa menyambutnya dengan raut wajah yang datar
Sesaat Nisa melirik kearah jam dinding yang baru menunjukkan pukul 10 malam
"Tumben kamu pulang lebih awal??"Tanya Nisa dengan datar
"Oh..Iya,toko hari sedang sepi..Dan aku sedang tidak enak badan..Bisakah kamu membuatkan ku teh..Aku juga sedikit pusing."Jawab Raka dan menyuruh Nisa
"Iya..Aku akan buatkan..Tapi ada satu hal yang ingin ku tanyakan.."Ujar Nisa
Raka pun menatap bingung
"Apa maksudnya dengan ini??"Tanya Nisa sambil meletakkan struk diatas tangan Raka dengan sedikit keras
Raka pun membaca struk yang diberikan Nisa
"Kenapa ini bisa padamu??"Tanya Raka terkejut
"Cukup jawab saja,jangan bertanya balik."Ujar Nisa dengan bersikap tenang
"Ini.."Ujar Raka yang mulai kelihatan bingung dan gugup
"Ini apa Raka??Untuk siapa kamu membeli ini??Aku merasa,kamu tidak membelikannya untuk ku."Tanya Nisa masih bersikap tenang
__ADS_1
"Ini..Ini punya teman ku sayang..Dia menitipkan struk ini padaku.."Jawab Raka menjelaskan
"Oh..Punya teman kamu??Siapa??Tapi kenapa di struk ini tertulis nama kamu??Apa kamu yakin ini punya teman kamu ??"Tanya Nisa lagi yang mengintimidasi Raka
"Dia,.Dia meminjam kartu ku untuk pembayarannya..Dia sengaja membelikan ini untuk hadiah yang akan dia berikan pada pacarnya.."Jelas Raka lagi
"Pinjam ya??"Tanya Nisa memastikan
"Ya..Dia pinjam,jadi itu bukan aku yang memakainya..Tidak mungkin kan aku memakai kartu kredit ku untuk pembayaran hingga 20 juta..Hanya untuk membeli tas dan pakaian.."Ujar Raka yang berusaha menutupi kebohongan nya
Yang ternyata Raka memang menggunakan kartu kreditnya sendiri untuk membelanjakan semua keinginan Yuni
Raka seakan mulai tergila gila dengan Yuni.Apa pun keinginan Yuni,ia selalu berusaha memenuhinya.Termasuk membeli barang barang mahal
Dan baginya ia tak mempermasalahkan berapa pun uang yang akan ia habiskan untuk Yuni.Asal Yuni dapat membuatnya nyaman dan bahagia
"Aku akan membuatkan mu teh."Ujar Nisa langsung meninggalkan Raka dan menuju dapur
Sementara Raka pun menghela nafasnya dengan lega.Karna Nisa tak lagi mengintimidasi dirinya.
"Huft..Hampir saja..Tapi kenapa struk itu bisa ada ditangannya??"Tanya Raka pada dirinya dengan bingung
Ia pun segera masuk ke kamar nya untuk merebahkan tubuhnya.Dan tak berapa lama Nisa pun datang dengan membawakan teh untuknya
"Ini teh nya."Ujar Nisa sembari memberikan teh tersebut padanya
__ADS_1
"Terima kasih sayang."Jawab Raka langsing menerimanya dan menyeruput teh tersebut
"Apa kamu ingin dipijit?"Tanya Nisa
"Boleh juga.."Jawab Raka langsung membalikkan tubuhny
Dan Nisa pun mulai memijit punggung Raka dengan pelan
"Besok hari libur,apakah aku dan Ameena boleh ke toko mu??Sepertinya kamu sudah jarang mengajak kami ke toko mu."Tanya Nisa dengan sengaja
Seketika membuat Raka kembali gugup
"Hah??Ketoko??Kamu serius??"Tanya Raka
"Ya..Aku serius..Kenapa aku harus bercanda??"Tanya balik Nisa
"Sepertinya jangan besok.."Ujar Raka
"Kenapa??"Tanya Nisa ingin tahu
"Euh..Karna besok teman teman ku akan datang..Jadi kamu dan Ameena tidak akan nyaman jika terlalu ramai ditoko."Jawab Raka menjelaskan
"Oh..Gitu..Ya sudah."Ujar Nisa dengan datar
Raka pun hanya diam dengan perasaan yang sangat khawatir jika Nisa memaksa akan meminta ke toko nya
__ADS_1
Jangan sampai Nisa minta ke toko lagi..Aku harus terus menghalanginya agar dia berhenti meminta untuk datang ke toko..Batin Raka