
Malam harinya..
Nurul berencana akan menginap dirumah bibi Nisa.Karna dia ingin menghibur Nisa agar tidak larut dalam kesedihan
Nisa tampak sedang menyendiri di teras rumah.Dengan wajah yang sedang termenung.Nurul yang melihat hanya bisa menghela nafas panjang
"Nisa."Panggil Nurul
Nisa pun menoleh sambil tersenyum
"Apa kau baik baik saja??"Tanya Nurul memastikan
Nisa masih tersenyum sambil mengangguk
__ADS_1
"Apa Raka sudah mengetahui jika kamu keluar dari mereka??"Tanya Nurul ingin tahu
"Tidak..Aku tidak mau memberi tahu nya,karna bagaimana pun dia tidak akan mengijinkan ku keluar dari sana..Kamu masih ingat kan??Setelah aku lahiran kemarin,dia membujuk ku untuk kembali kerumahnya..Dia tidak mau aku keluar dari rumah mereka,dengan alasan agar hubungan ku dengan mereka bisa berubah menjadi lebih baik..Tapi kenyataannya.."
"Kenyataannya mereka justru semakin menyiksa batin mu..Dan parahnya lagi Raka masih lebih memihak mereka daripada dirimu kan??"Sambung Nurul menebak
Nisa pun mengangguk pelan
"Ya..Sudah,lebih baik kamu tidak perlu kembali kerumah itu..Kita tunggu saja bagaimana tanggapan Raka setelah ini..Jika dia masih saja berpihak pada keluarganya..Aku sudah bisa menebak,jika dia bukan suami yang bijak dan bertanggung jawab atas dirimu..Seorang suami seharusnya lebih mengutamakan istrinya..Bukan terus terusan memihak keluarganya..Definisi suami yang masih bocah dan anak manja.."Ujar Nurul
"Benar..Kamu harus kembali bangkit..Jangan terlalu lama terpuruk dalam masalah ini..Kita lihat saja,tindakan apa yang akan dilakukan Raka untuk masalah ini."
"Aku cuma khawatir,jika Raka akan meminta pisah dari ku..Jika dia lebih memihak pada keluarganya..Karna mereka,sudah memberiku peringatan,agar Raka menceraikan ku.."
__ADS_1
"Hal itu kamu tidak usah pikirkan..Biarkan saja dia minta pisah,.Bukankah itu lebih bagus??Kamu tidak perlu lagi hidup menderita hanya karna menghadapi sikap keluarga nya yang tidak punya perasaan itu.."Sahut Nurul sewot
"Tapi tidak semudah itu Nurul..Berpisah adalah sesuatu yang dibenci Allah..Aku tidak mau berpisah hanya karna sikap keluarganya seperti itu..Terlebih aku memikirkan nasib Ameena..Aku tidak tega melihat jika dia tumbuh tanpa seorang ayah..Aku tidak mau nasibnya seperti ku dulu."
"Ya..Aku mengerti maksudmu..Banyak berdoa lah,semoga dari semua masalah ini ada jalan keluarnya..Ada solusi yang bisa memperbaiki keadaan ini..Ku harap Raka dapat bertindak bijak dan tidak pilih kasih..Akan lebih bagus jika dia bersikap lebih dewasa,demi kebaikan kalian..Terutama untuk rumah tangga kalian.."
"Iya Nurul..Kuharap juga begitu..Saat ini aku hanya ingin menenangkan diriiku dulu..Ingin menjauh dari mereka..Dan tidak berharap akan kembali kerumah mereka."
"Yang terpenting,kamu jangan terlalu lama larut dalam masalah ini..Kamu tidak sendirian,masih ada aku dan bibi mu..Jangan sampai pikiranmu kosong atau pun stres..Fokuslah pada anakmu..Dan berjuang merawat Ameena."Ucap Nurul memberi nasehat
Nisa pun mengangguk pelan sambil tersenyum
"Terima kasih Nurul,kamu sangat mengerti perasaan dan keadaan ku saat ini."
__ADS_1
"Itu lah gunanya sahabat Nis."
Disela obrolan mereka,tiba tiba terdengar suara ponsel Nisa yang berbunyi