Pernikahanku Yang Gagal

Pernikahanku Yang Gagal
# 26


__ADS_3

Nisa tak mengira jika sikap ibu mertuanya begitu kejam terhadap dirinya.Menyuruhnya untuk berpikir sendiri,mencari solusi untuk biaya persalinannya.Yang seharusnya menjadi tanggung jawab Raka anaknya sendiri


Nisa tak habis pikir,bagaimana pola pikir ibu mertuanya.Yang begitu tak ingin anaknya dirugikan,dan juga dirinya yang sebagai calon nenek untuk cucunya nantinya


Ibu mertuanya begitu terlalu memanjakan Raka,dan tak tahu bagaimana cara ia mendidik Raka agar bisa menjadi suami yang bertanggung jawab untuk istrinya


"Ya Allah..Kenapa ibu mertua ku harus bersikap seperti itu..Kenapa dia begitu perhitungan sekali.."Keluh Nisa sambil mengelus dada menahan kesabarannya


Beberapa hari kemudian..


Nisa tampak termenung saat dirinya sedang makan siang bersama Nurul


Nurul yang menyadari Nisa sedang termenung,langsung menegurnya

__ADS_1


"Kamu kenapa Nis??Dari tadi diam terus??Lagi melamunin apa??Suami mu yang jauh disana??"Tanya Nurul sembari menikmati makan siangnya


Nisa pun langsung tersadar dengan teguran Nurul


"Ah..Tidak..Aku sedang berpikir Nur..Tapi bukan memikirkan Raka.."Jawab Nisa


"Lalu siapa??"Tanya Nurul penasaran


"Biaya sesar??Memangnya kalian belum mempersiapkan biayanya??Dan apa kamu ingin melahirkan secara sesar??Lahiran sesar itu kata orang lebih sakit dari lahiran normal loh.."Tanya Nurul dan memberitahu


"Sejujurnya aku ingin melahirkan normal..Tapi kata ibu mertuaku,aku harus menyiapkan biaya lebih jika aku diharuskan melahirkan secara Sesar..Tapi tabungan ku tidak cukup jika aku melahirkan sesar.."Jelas Nisa


"Lalu kenapa kamu yang mencari solusi sendiri??Itu kan sudah seharusnya tanggung jawab suamimu.."Tanya Nurul yang tiba tiba ia menebak jika Nisa yang harus menanggungnya

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu itu Nur??"Tanya Nisa heran


"Dari kata katamu saja aku sudah tahu,kalau ibu mertuamu pasti menuntut mu untuk biaya sendiri kan??Tanpa membebani anak kesayangannya.."Tebak Nurul tepat sasaran


Seketika membuat Nisa terdiam


"Benar benar aneh ya..Masih tidak habis pikir dengan pemikiran ibu mertuamu..Bisa bisanya menuntut kamu yang harus membiayai persalinan mu sendiri..Lalu gunanya anak dia apa sebagai suami kamu??Mau menguasai penghasilan anaknya,sementara kamu bekerja untuk menghidupi diri kamu sendiri??Dan lagi anak yang ada didalam kandunganmu,sudah jelas anak Raka ,calon cucu kandungnya sendiri..Benar benar aku tidak habis pikir dengan cara mertuamu Nisa.."Ujar Nurul dengan sewotnya dan kesal


"Aku tidak bisa berbuat apa apa Nurul..Sebenarnya aku tidak sanggup menghadapi sikap ibu mertua ku yang selalu ikut campur..Bahkan kakak ipar ku juga begitu..Tapi aku harus bagaimana??Aku masih tinggal bersama mereka..Dan Raka tidak bersamaku.."Jawab Nisa menjelaskan


"Ada pun Raka bersama mu,tidak sepenuhnya membela mu kan??Pasti lebih memihak keluarganya..Kalau aku jadi dirimu,lebih baik ku tinggalkan..Dari pada aku harus hidup dengan tertekan batin..Dan seperti tidak dianggap dan tidak dihargai..Seolah kita seperti mengemis,berharap belas kasihan dari mereka..Untuk apa??Kamu harus pikirkan itu Nisa..Jangan biarkan hatimu terluka terlalu lama karna sikap mereka....Karna itu akan sangat menyakigkan..Dan pikirkan nasib anakmu juga..Aku yakin anak mu juga pasti akan menjadi sasaran berikutnya setelah dirimu..Aku yakin sekali dengan orang orang seperti itu.."Ujar Nurul panjang lebar


Nisa kembali terdiam

__ADS_1


__ADS_2