
Sesaat Nisa pun termenung
Kenapa hal ini Raka tidak membicarakannya dulu padaku??Kenapa dia mengambil keputusan sendiri tanpa aku tahu ..Seolah dia tidak ingin aku mencampuri urusannya dan tidak mau melibatkan ku..Apakah Raka mulai tidak menganggap ku sebagai istrinya??Kenapa harus seperti ini Raka??
🦋🦋🦋
Keesokan harinya..
Nisa mengantarkan Raka yang akan berangkat ke bandung.Yang sudah dijemput oleh temannya
"Kamu hati hati disana Raka..Cepat kabari aku jika kamu sudah tiba disana.."Ujar Nisa
"Tentu sayang..Kamu juga jaga baik baik kehamilanmu..Jangan terlalu lelah,karna kamu sudah mau melahirkan..Jika kamu membutuhkan sesuatu,bilang saja pada mama atau bi Imah..Sekarang sudah ada bi Imah,kamu tidak perlu khawatir ..Oke.."Jawab Raka sambil memeluk erat Nisa
Nisa pun mengangguk dan sesaat ia merasa sedih.Karna untuk pertama kalinya ia harus tinggal berjauhan dengan Raka,sang suami.Yang seharusnya selalu menemaninya ,terlebih ketika ia sebentar lagi akan melahirkan
Dan dari jarak beberapa meter Putri dan sang ibu mertua pun memperhatikan Nisa dan Raka yang sedang kebersamaan mereka sebelum berpisah
"Sepertinya mereka berlebihan sekali..Terlebih si Nisa,cuma jarak ke Bandung saja seperti jarak keluar negeri..Dia pikir akan berpisah selamanya..Ck.."Ujar Putri berkomentar dengan sinis
__ADS_1
"Ya..Karna dia takut,tidak ada yang akan membelanya lagi..Padahal Raka tidak begitu membelanya..Dia saja yang terlalu percaya diri.."Sahut ibunya yang ikutan berkomentar
Setelah cukup lama Raka memeluk Nisa,akhirnya Raka pun berangkat ke Bandung.Dan Nisa menatap kepergian Raka hingga menjauh
Ku harap aku bisa menghadapi mereka selama tidak ada Raka
Setelah pergi,Nisa pun masuk kedalam rumah.Dan sang ibu mertua sudah menunggunya sejak tadi
"Sudah melakukan perpisahan dengan Raka??"Tanya ibu mertuanya dengan datar
"Sudah bu.."Jawab Nisa menunduk
"Iya aku libur bu..Tapi,sebelumnya aku mau minta ijin bu."
"Ijin apa??"Tanya ibu mertuanya sejenak melirik kearahnya
"Aku mau pergi sebentar bersama teman ku..Mungkin pulang sore bu."Jawab Nisa meminta ijin
"Boleh saja,tapi jangan coba pulang terlambat lagi..Kalau kamu melanggar lagi,kamu tidak diperbolehkan lagi tidur dirumah ini..Paham..!!!"Ucap bu mertuanya dengan tegas
__ADS_1
"Baik bu..Aku mengerti."Jawab Nisa mengangguk
Dan sang ibu mertua pun meninggalkan Nisa
Nisa langsung segera pergi membantu bi Imah mencuci pakaian.Bagi Nisa tak masalah,asal dia sanggup melakukannya dan tak membuat sang ibu mertua memarahinya
Selesai membantu bi Imah,Nisa bergegas membersihkan tubuh dan bersiap siap akan pergi.
Ia pun pergi bersama Nurul menuju ke sebuah pusat perbelanjaan
Disana Nisa tengah menikmati waktunya memilih perlengkapan bayi.Yang sudah mulai ia persiapkan untuk kelahiran anak pertamanya.Dan Nurul dengan setianya membantu dan menemani Nisa
"Btw..Apakah kamu sudah tahu jenis kelamin anak mu nanti kalau sudah lahir Nis??"Tanya Nurul penasaran
"Sudah Nur..Kata dokter calon anak ku perempuan.."Jawab Nisa tersenyum
"Lalu,apakah suami mu sudah tahu??"Tanya Nurul lagi
"Tidak..Dia juga tidak pernah bertanya apa jenis kelamin anak kami."Jawab Nisa sesaat murung
__ADS_1
"Kok bisa sih??Dimana mana kalau menyambut anak pertama yang akan lahir,pasti lebih bersemangat..Terlebih mengetahui jenis kelamin anaknya..Apakah selama ini Raka tidak pernah menemani mu USG??"Tanya Nurul terheran