
Setelah cukup lama Nisa membantu membereskan rumah,akhirnya ia bersiap siap akan berangkat bekerja
Ia pun kembali membangunkan Raka yang masih tertidur pulas di kasur nya
"Raka..Ayo bangun..Ini sudah siang..Aku harus berangkat kerja."Ujar Nisa sambil membangunkan Raka
"Sebentar lagi sayang..Aku masih ngantuk."Jawab Raka dengan nada yang masih mengantuk
"Tapi ini sudah siang..Nanti aku bisa telat Raka."Ujar Nisa yang terus menepuk punggung Raka
Dan dengan terpaksa Raka pun membangunkan tubuhnya
"Kenapa sih kamu sudah harus masuk kerja??Kita kan baru nikah,bukankah seharusnya kamu masih libur??Dimana mana orang yang baru menikah dikasih waktu cuti berapa hari,tapi kamu cuma dikasih waktu 2 hari..Dan hari ini sudah harus masuk..Tempat kerja sangat tidak pengertian."Tanya Raka sembari protes
"Raka..Aku kan masih terhitung baru bekerja disitu..Jadi aku tidak diperbolehkan ambil cuti terlalu lama..Dan lagi pula memang sudah aturan ditempat bekerja ku seperti itu..Aku harus mematuhinya Raka..Aku tidak boleh melanggarnya."Jelas Nisa
"Argghh..Iya baik lah..Terserah kata mu saja Nisa..Aku akan mengantarmu..Aku mandi dulu,kamu tunggu lah diluar.."Ujar Raka sedikit kesal yang langsung beranjak bangkit menuju kamar mandinya
__ADS_1
Nisa pun hanya bisa menghela nafas dengan sedikit kecewa.Melihat sikap Raka yang tiba tiba seakan tidak mengerti posisinya
Beberapa menit kemudian,Raka pun keluar dari kamar mandi.Dan melihat Nisa masih duduk masih di kasur nya
"Kenapa kamu tunggu disitu??Kan aku suruh tunggu diluar??"Tanya Raka sambil menyisir rambutnya
"Tidak apa apa Raka.."Jawab Nisa tersenyum
"Ya sudah..Ayo kita berangkat."Ujar Raka mengajak Nisa
Nisa langsung mengangguk dan menurutinya
"Ibu aku berangkat kerja dulu."Sahut Nisa sambil mencium tangan ibu mertuanya
"Sudah mau berangkat??Apa kalian tidak sarapan dulu??"Tanya ibu mertuanya
"Nanti saja ma..Aku belum lapar."Jawab Raka sesaat sambil menguap walaupun ia sudah mandi
__ADS_1
"Aku juga masih belum lapar bu."Jawab Nisa juga
"Nisa..Lain kali,biar kan Raka tidur lebih lama..Kalau kamu bisa berangkat kerja sendiri,lebih baik berangkat sendirian..Jangan membangunkan Raka..Kamu tidak lihat Raka masih mengantuk..Jangan bersikap terlalu manja pada suami,kalau kita bisa melakukannya sendiri..Paham??"Ucap ibu mertua Nisa menasehatinya
Seketika membuat Nisa tertunduk
"Baik bu aku mengerti."Jawab Nisa
"Tidak apa apa ma..Lagi pula aku belum bekerja..Nisa juga bisa menghemat ongkos..Kami pamit dulu ma.."Sahut Raka membela Nisa dan langsung berpamitan pergi
Setelah mereka pergi,Putri pun menghampiri sang ibu
"Ajarkan Nisa agar tidak terlalu manja ma..Nisa juga sepertinya bisa diatur..Jangan jadikan dia menantu malas ma."Sahut Putri
"Iya mama tahu..Selama anak dalam kandungannya belum terbukti anak Raka,mama akan sedikit keras padanya..Sebenarnya mama sangat malu,kenapa harus menerima menantu yang sudah hamil diluar nikah..Ini benar benar sangat memalukan..Mama takut akan jadi sial dalam keluarga kita."Ujar ibunya meluapkan kekesalannya
"Sudah telanjur ma..Ini juga salah Raka..Kalau saja Raka bisa mengendalikan dirinya,Nisa tidak mungkin hamil."
__ADS_1
"Tapi mama juga belum yakin kalau Nisa hamil anak Raka..Bisa saja dia hamil anak orang lain..Dan memanfaatkan Raka..Mama masih yakin kalau anak dalam kandungan Nisa bukan anak Raka..!"Ucap ibunya dengan tegas
Putri pun hanya mengangkat kedua bahunya,seolah ia tak tahu