
Setelah makan malam kami kembali duduk di sofa. Bersebelahan. Padahal ini sudah sangat malam, aku pun sudah sangat mengantuk tapi bingung mau bagaimana. Kenapa juga om Edward masih di sini, aku jadi tidak tidur.
"Kamu tidurlah di kamar, biar aku di sini."
"Eh apa?! Enggak perlu Om, biar aku saja yang tidur di sini. Tempat ini cukup nyaman untukku, jadi Om silahkan tidur di kamar Om." Mana mungkin aku enak-enakan tidur di kamar sedangkan om Edward di sofa. Lebih baik aku yang tidur di sini, tubuhku pasti sudah terbiasa berbeda dengan om Edward yang besar dan tinggi pasti tubuhnya akan sakit kalau tidur di tempat yang sempit.
"Aku rasa sofa ini tidak cukup luas untuk ditiduri berdua."
"Hah, maksudku bukan begitu Om. Maksudku lebih baik om saja yang di kamar, Om kan besar dan panjang jadi nggak akan muat kalau tidur di sofa ini. Nah, berhubungan badanku kecil jadi aku saja yang di sini." Aku menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak, mana mungkin aku membiarkan seorang perempuan tidur di sofa sedangkan aku di kamar yang nyaman."
"Nggak apa-apa, Om. Aku nggak masalah mau tidur di mana saja," kataku sambil meyakinkan. "Sofa ini juga sangat empuk dan nyaman. Aku lebih baik di sini dari pada sendirian di kamar Om yang luas."
Aku harap om Edward setuju dengan usulku.
"Kamu tidur di kamar atau kita tidur berdua di sini. Terserah kamu pilih yang mana?"
Malam yang dingin di kamar yang begitu luas. Aku yang tadinya sudah mengantuk, sekarang malah tidak bisa memejamkan mata. Padahal sudah hampir satu jam aku masuk ke dalam kamar tapi belum berhasil tidur juga. Kamar itu terlalu luas untukku yang biasanya tidur bertiga bersama ibu dan adik.
__ADS_1
"Ya ampun, bagaimana caranya agar aku tertidur. Rasanya sudah nggak ngantuk!" Hah. Aku paksakan mataku terpejam berharap bisa segera tertidur.
Namun, tiba-tiba aku mendengar suara terbuka. Aku mengintip sedikit tanpa membuka mata seluruhnya. Dan Itu ternyata om Edward, mau apa datang ke kamar membawa bantal dan selimut nya. Mendadak aku berdebar, mengira kalau om Edward akan berbuat macam-macam padaku dan kalau sampai dia berani aku akan melayangkan kepalan tangan ku pada wajahnya yang tampan.
Aku pura-pura sudah tidur, membiarkan om Edward masuk. Aku mau lihat apa yang mau dia lakukan masuk ke dalam kamar. Kalau sampai dia macam-macam, aku tidak akan tinggal diam.
Eeehh kenapa aku merasa ranjangnya sedikit bergerak. Sepertinya pria itu naik ke atas ranjang. Aku sudah mengambil ancang-ancang untuk memberi laki-laki itu pelajaran kalau dia berani menyentuh ku. Lihat saja, kalau dia berani. Dia belum pernah merasakan pukulanku.
"Kau sudah tidur?"
__ADS_1
Sepertinya om Edward sedang memastikan aku sudah benar-benar tidur apa belum. Tentu saja aku tidak menjawab, aku kan sedang berpura-pura tidur.
Aku menunggu dia mau melakukan apa, tapi tiba-tiba ada yang bergerak di wajahku. Itu sepertinya tangannya yang sedang menyentuh wajahku. Aku sudah memasang mode waspada, bersiap memukul sekuat tenaga. Meski tubuh ku kecil tapi aku tidak akan menyerah.