
Dion masih diam di tempat. Menatap kepergian Keyla dengan kening yang berkerut.
Dia menyadari ada beda dengan sikap Keyla. Mantan istrinya itu terkesan menghindar. Bahkan tidak mau melihatnya sedikitpun.
Perubahan sikap Keyla membuat Dion bertanya-tanya. Tapi perlahan mengerti apa yang menyebabkan sikap Keyla terlihat acuh padanya.
Dion yakin kalau Keyla cemburu melihatnya pergi bersama wanita lain.
Dion hanya menghela nafas, kemudian masuk ke kamar Keyla untuk melihat putranya.
Dia seolah tidak peduli dengan perubahan sikap Keyla karna tidak akan berpengaruh apapun untuk hidupnya.
Keyla yang sudah memilih untuk pergi darinya dan menikah dengan laki - laki lain.
Kini muncul kembali di hadapannya dengan membawa Leo setelah hidupnya hancur bersama laki - laki itu.
Lalu apa yang Keyla harapkan darinya.?
Berharap bisa diterima kembali setelah apa yang terjadi.?
Dion tersenyum kecut. Dia merasa bodoh ketika dulu terpuruk hanya karna di tinggalkan oleh wanita yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga. Padahal selama itu Dion sudah menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuknya.
Tapi memilih pergi hanya karna uang.
Jika sekarang Keyla kembali karna berharap Dion bisa menerimanya lagi, maka semua itu tidak akan terjadi.
Saat ini, dia hanya bersedia membiayai kebutuhan Keyla selama wanita itu belum menikah lagi.
Sedangkan untuk Leo, Dion tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab sekalipun nantinya Leo memiliki Papa sambung.
...*****...
"Aku boleh gabung.?" Tanya Celina.
Dia menghampiri Keyla yang duduk seorang diri di halaman samping villa.
Keyla tersenyum tipis sembari mengangguk.
Meski ingin sendiri untuk menangkan pikirannya, namun di tidak bisa menolak permintaan Celina.
"Apa kak Dion belum pulang.?"
Keyla sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan yang si lontarkan oleh Celina. Apa lagi ekspresi wajah Celina terlihat sedang mengasihaninya.
Seakan - akan Celina melihat dirinya sedang memikirkan Dion yang tati pergi bersama wanita.
Walaupun memang benar dirinya sempat memikirkan hal itu, namun untuk mempertimbangkan harus berada di dekat Dion atau pergi jauh darinya.
Karna Keyla sadar diri, dia enggan mengganggu kehidupan baru yang akan dijalani oleh mantan suaminya itu.
"Sudah, sepertinya baru pulang." Jawabnya setelah beberapa saat terdiam.
"Naura masih tidur.?" Tanya Keyla.
Dia terlihat ingin mengalihkan pembicaraan agar tidak lagi membahas tentang Dion.
"Masih." Celina menjawab singkat. Dia tau kalau Keyla tidak nyaman karna menanyakan tentang Dion, namun Celina akan tetap membicarakan masalah ini pada Keyla.
Bagaimanapun hubungan keduanya saat ini, Celina ingin mereka bersatu kembali demi Leo.
"Kakak mau diam saja melihat kak Dion bersama wanita lain.?" Tanya Celina dengan sorot mata tajam menelisik. Dia ingin melihat cinta di mata Keyla untuk Dion. Celina yakin cinta itu masih ada dihatinya.
__ADS_1
"Celina,,," Tegurnya lirih dengan tatapan memohon.
"Aku sudah bilang tidak akan menghalanginya dekat dengan siapapun. Itu hidupnya, dia bebas menentukan hidupnya bersama orang yang dia cintai."
"Hubungan kami hanya masa lalu."
"Aku sudah memberikan luka dan tidak bisa mengobati luka itu."
"Wanita yang akan di pilih Dion mungkin bisa menyembuhkan luka dan memberikan kebahagiaan yang dulu tidak sempat aku berikan padanya."
Celina menatap lekat wajah Keyla yang berubah sendu. Celina bisa merasakan bagaimana perasaan Keyla saat ini.
Wanita itu dalam posisi yang serba salah.
Celina tau kalau Keyla masih sangat mencintai Dion dan berharap bisa kembali untuk menebus semua kesalahannya. Namun di lain sisi, dia lebih memilih untuk mundur karna melihat Dion sudah menemukan wanita lain.
Celina bisa mengerti, semua itu pasti tidak mudah bagi Keyla.
Ditengah rasa bersalahnya pada Dion, berharap bisa menebus semua kesalahannya dengan menghadirkan kebahagiaan padanya, tapi harus di hadapkan dengan kenyataan Dion yang lebih memilih wanita lain dalam hidupnya.
Meski begitu, Celina tidak akan membiarkan Keyla menyerah sebelum berusaha mendapatkan kembali hati Dion dan kesempatan untuk kembali bersama.
"Lalu kakak mau diam saja tanpa mau berusaha untuk mendapatkan hati kak Dion.?"
"Kakak tidak mau melihat Leo bahagia karna kedua orang tuanya bersatu.?"
"Bagaimana perasaan Leo kalau melihat kak Dion memiliki wanita lain di sampingnya.?"
"Apa tidak akan membuat Leo kecewa.?"
"Dia masih sangat kecil, butuh keluarga yang utuh untuk menemani tumbuh kembangnya."
Apa yang dikatakan Celina benar, saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan Leo serta kondisi psikisnya agar tidak terganggu karna melihat kedua orang tuanya tidak bersama.
"Tapi aku tidak bisa berbuat apapun." Keyla menunduk lesu.
Dia tidak berdaya untuk mencoba mendekati Dion karna malu.
Sudah terlalu banyak luka yang dia torehkan pada Dion, namun masih berharap Dion bisa menerimanya kembali.
"Bukan tidak bisa.! Tapi kak Keyla belum mencobanya." Sahut Celina tegas.
Keyla kembali mengangkat wajahnya. Terlihat serius menatap Celina.
"Belum mencobanya.? Tapi aku sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan kami." Ujarnya memberikan pembelaan. Namun dengan suara lirih dan terkesan tidak yakin.
"Seperti apa contohnya.?"
"Aku lihat hubungan kalian masih jalan di tempat, sekarang kak Dion malah menggandeng wanita lain."
Kayla hanya diam, dia tidak bisa memberikan penjelasan pada Celina karna memang pada kenyataannya tidak ada usaha yang serius untuk mendekatkan hubungan dengan Dion.
"Sekarang dengarkan aku,," Pinta Celina. Dia menggenggam tangan Keyla.
"Aku tidak bermaksud untuk menggurui orang yang lebih tua dariku. Tapi aku hanya ingin memberikan saran agar hubungan kalian membaik dan bisa bersatu kembali."
"Aku melakukan ini bukan untuk kakak atau kak Dion, tapi untuk Leo, demi kebahagiaan Leo."
Celina bicara serius. Menatap penuh harap pada Keyla agar mau mengikuti sarannya.
"Pertama, aku ingin kak Keyla bekerja." Seru Celina.
__ADS_1
Keyla tampak kaget mendengarnya. Karna itu tidak mungkin dia lakukan. Dion juga tidak akan mengijinkannya untuk bekerja.
"Aku akan membantu kak Keyla bekerja di perusahaan Papa sebagai sekretaris kak Dion."
Ucapan Celina kembali membuat Keyla tercengang.
Bekerja bersama Dion dan harus berinteraksi seharian dengan mantan suaminya.
Bagaimana bisa dia akan bekerja dengan baik dan profesional.
Perasaannya pasti akan bercampur aduk jika terus berdekatan dengan Dion.
"Kedua, kak Keyla harus bisa menggunakan peluang itu sebaik - baiknya untuk menarik perhatian kak Dion."
"Tapi, jangan sampai terlihat kalau kakak mengejar kak Dion." Celina memberikan pengecualian dengan suara lantang.
"Kakak harus terlihat elegant, acuh dan tetap profesional bekerja."
"Jangan lihat kak Dion sebagai mantan suami kaka, tapi lihat dia sebagai atasan."
Celina terlihat yakin dengan saran yang dia berikan pada Keyla. Dia yakin perlahan Dion akan terbiasa dengan kehadiran Keyla dan kembali menyadari perasaannya yang sesungguhnya.
Keyla tampak setuju dengan saran yang diberikan oleh Celina. Sepertinya cukup baik untuk memulai hubungan dari awal. Anggap saja itu adalah pertemuan pertama mereka.
Sama saat pertama kali dia bertemu dengan Dion di perusahaan orang tua Dion.
Mungkin dengan cara itu, Dion bisa mengenang bagaimana perjuangannya dulu untuk mendapatkan Keyla.
"Tapi aku tidak yakin Dion akan mengijinkan ku bekerja, apa lagi dengan menjadi sekretarisnya."
Keyla masih saja khawatir. Tidak yakin bisa menjalankan rencana yang sudah di siapkan oleh Celina.
"Kak Keyla hanya perlu membujuk kak Dion. Bilang daja kalau kakak ingin mandiri dan tidak mau mengandalkan uang dari kak Dion karna status kalian yang sudah berpisah. Kakak bukan lagi tanggung jawab kak Dion."
"Aku yakin kak Dion akan mengijinkan kak untuk bekerja."
"Dan soal pekerjaan itu, jangan bilang apapun pada kak Dion. Aku yang akan mengaturnya."
"Kak hanya perlu bilang akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan."
Keyla masih diam, terlihat serius mendengarkan Celina.
"Untuk Leo, sebaiknya kalian tinggal saja di rumah kami."
"Jadi Kak Dion tidak akan khawatir jika kakak bekerja."
"Leo aman di rumah, ada banyak orang yang akan menjaganya. Termasuk aku serta Oma dan Opanya."
Ucap Celina dengan ketulusan.
Mata Keyla langsung berkaca - kaca. Dia terharu dengan kebaikan dan ketulusan keluarga Celina terhadap dirinya dan Leo.
Tiba - tiba Keyla memeluk erat tubuhku Celina, kemudian menangis.
"Aku tidak akan sanggup untuk membalas kebaikan kalian pada kami,," Ucap Keyla dengan suara terisak.
Entah harus dengan cara apa dia membalas kebaikan Celina dan keluarganya.
...****...
...Doble up, kali aja dapet vote sampe 1000😁...
__ADS_1