Pesona Sang Duda

Pesona Sang Duda
Bab 80


__ADS_3

Keyla terlihat enggan untuk masuk ke mobil Dion.


Kalau saja Celina tidak memaksanya untuk ikut menonton, Keyla akan memilih pulang menggunakan taksi lantaran tidak mau merepotkan Dion yang akan bertemu dengan wanitanya.


Sayangnya dia tidak di perbolehkan menolak ajakan Celina, begitu juga dengan Dion yang akhirnya menuruti keinginan Celina.


"Kalau kamu sibuk, lebih baik tidak usah ikut dengan Celina."


"Putar balik saja, nanti aku yang akan bicara padanya."


Keyla memberi usul setelah Dion melajukan mobilnya mengikuti mobil Vano di belakang.


Dilihatnya duda tampannya yang saat ini sedang fokus menyetir. Sedikitpun tidak memberikan respon atas ucapan Keyla. Bahkan melirik pun tidak.


Keyla tanpa menghela nafas pelan, lalu memilih membuang pandangan ke luar jendela.


Terserah Dion mau putar balik atau tetap mengikuti mobil Vano, Keyla nampak tidak peduli yang penting dia sudah memberikan saran pada Dion.


Ponsel di saku celana Dion berdering. Dia menekankan laju mobilnya sembari mengambil ponsel.


Dion menatap layar ponsel dengan wajah yang terlihat kesal.


"Aku ada urusan mendadak," Ucapnya setelah mengangkat panggilan telfon yang sudah pasti dari wanita itu.


"Tidak tau, mungkin pukul 10."


Ujar Dion sembari menatap arloji di pergelangan tangannya.


"Baiklah, terserah kamu saja."


"Hemm,,"


Dion mematikan sambungan telfonnya, kemudian memasukkan kembali kedalam saku celana.


Keyla hanya diam saja. Meski samar - samar mendengar suara wanita yang merengek di seberang sana.


Entah apa yang di katakan oleh wanita itu.


Walaupun tidak mau tau lagi dengan urusan pribadi Dion, nyatanya rasa penasaran Keyla masih saja tinggi setiap kali melihat Dion sedang berkomunikasi dengan wanita lain.


Mungkin karna cemburu. Keyla memang belum bisa mengontrol perasaannya. Dia masih berada di tahap untuk mengikhlaskan Dion dengan pilihannya sendiri, belum berada di tahap menghapus perasaan cintanya terhadap Dion.


Terlalu banyak kenangan indah dan cinta yang dulu di berikan Dion untuknya, hingga membuatnya sulit untuk berhenti mencintai laki - laki yang menjadi cinta pertamanya bahkan sampai detik ini.


Dion laki-laki pertama yang mengisi hati dan hidupnya.


Melukis cerita indah dalam hidupnya yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Sebelum mengenal Dion, Keyla hanya berjuang hidup dengan sang Papa.


Mamanya meninggal sejak ia berusia 10 tahun.


Begitu berat perjuangan sang Papa untuk membesarkannya seorang diri.


Keyla bisa merasakan indahnya hidup saat menjalin hubungan dengan Dion.


Sayangnya hanya bertahan beberapa tahun, sebelum akhirnya Keyla menghancurkan kebahagiaan itu sendiri demi orang tua tunggalnya.


...****...

__ADS_1


"Aku heran dengan mereka,," Gumam Celina tak habis pikir. Mengingat Keyla dan Dion yang terlihat semakin menjauh.


"Mereka sudah hidup bersama beberapa tahun, apa tidak ada perasaan yang masih tersisa di hati mereka.?"


"Setidaknya mereka pasti masih ingat momen - momen indah saat menjalani rumah tangga."


Tuturnya sembari membayangkan kehidupan rumah tangga yang saat ini sedang dia jalani bersama Vano.


Meski sering memperdebatkan masalah sepele, tapi ada banyak momen indah yang mereka lalu bersama.


"Itu menurut pemikiran dan pandangan mu." Sela Vano cepat.


"Kita tidak pernah tau seperti apa kehidupan rumah tangga mereka yang sebenarnya, jadi jangan terlalu ikut campur masalah mereka."


"Dion dan Keyla bukan anak kecil, mereka pasti bisa mengambil langkah yang baik untuk hidupnya."


" Sebaiknya berhenti untuk memikirkan mereka." Ucap Vano sembari meraih tangan Celina dan menggenggamnya.


"Ada hal yang jauh lebih penting untuk kamu pikirkan."


"Yaitu kehamilan kamu dan keluarga kecil kita."


"Tidak perlu memikirkan kebahagiaan orang lain, mereka bisa mencari kebahagiaan mereka sendiri."


Ucap Vano hati - hati.


Dia mengerti dengan niat baik istrinya yang ingin menyatukan Dion dan Keyla demi kebahagiaan Leo. Tapi, Celina jadi mengabaikan hal jauh lebih penting dari itu.


Vano bukan tidak mau mendukung niat baik istrinya, tapi apa yang dilakukan oleh Celina sudah terbilang berlebihan karna terlalu jauh ikut campur.


"Tapi aku kasihan pada Leo,," Celina menunduk sedih.


"Tapi kamu juga tidak bisa memaksakan kehendak." Kata Vano lembut.


"Aku rasa Dion tidak berniat untuk kembali pada Keyla."


"Kamu bisa lihat sendiri bagaimana tatapan Dion yang penuh kebencian pada Keyla."


"Biarkan Keyla menemukan orang yang mencintainya, begitu juga dengan Dion."


"Lagipula mereka masih bisa membesarkan Leo bersama walaupun nantinya memiliki keluarga baru masing - masing."


Celina mendengarkan nasehat Vano dengan baik. Perlahan mulai menyadari jika semua ucapan Vano memang benar.


Dion dan Keyla tidak akan bisa bersatu lagi jika salah satunya sudah tidak memiliki perasaan apapun.


Jika dipaksa untuk memulai hubungan lagi, Keyla yang akan terluka karna cintanya tidak akan terbalas.


"Aku mengharapkan yang terbaik untuk mereka berdua." Ucap Celina.


Dia mendoakan yang terbaik untuk kedua orang yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.


Bersatu kembali ataupun tidak, Celina berharap mereka bisa hidup bahagia.


...****...


"Kalian di depan saja." Celina menyuruh Dion dan Keyla untuk jalan lebih dulu.


"Kami akan bermesraan, takutnya kalian iri melihat kemesraan kami." Goda Celina.

__ADS_1


Dia sengaja merangkul mesra lengan besar Vano.


Dion menatap datar aksi Celina yang menunjukkan kemesraan di depan umum. Tanpa bicara apapun, Dion berjalan mendahului Vano dan Celina.


Laki - laki itu bahkan tidak memperdulikan Keyla yang berjalan di belakangnya.


"Ya ampun, kenapa kak Dion jadi ketus seperti itu." Gumam Celina tak habis pikir.


Dia tau betul seperti apa sifat Dion, meski cuek dan tidak banyak bicara, namun Dion sangat peduli dan perhatian selama beberapa bulan dekat dengan laki-laki itu.


Melihat sikap Dion pada Keyla yang terlihat acuh dan ketus, tentu saja hal itu membuat Celina merasa heran.


Entah sebesar apa kebencian Dion pada Keyla sampai sikapnya jadi seperti itu.


"Sudah biarkan saja." Tegur Vano.


Dia tidak suka jika istrinya terlalu memperhatikan Dion.


...*****...


Celina menyuruh Vano untuk memesan 4 kursi berurutan. Dia ingin Dion dan Keyla duduk bersebelahan selama menonton film romantis yang sengaja dia pilih.


Minum dan cemilan juga sudah di beli dan berada di tangan masing - masing. Kecuali punya Celina yang di bawakan oleh Vano.


Vano dan Celina menempati kursi lebih dulu. Disusul Keyla yang kemudian duduk di samping Celina.


Dion yang datang belakangan, menatap datar kursi kosong di samping Keyla. Lagi - lagi terlihat enggan melihat Keyla.


Suasana hening saat film mulai di putar.


Semua orang fokus pada layar lebar itu. Kecuali Dion yang menyibukkan diri dengan memakan popcorn di tangannya, meski sesekali menatap layar yang sedang memperlihatkan keromantisan.


"Kenapa harus memilih film seperti ini.?" Keluh Vano berbisik. Celina langsung menatap heran.


"Kamu membuatku pusing." Ujarnya lagi.


Adegan ciuman panas di layar lebar itu membuat sesuatu berdenyut tidak karuan.


Celina menahan tawa mendengar keluhan Vano.


"Nanti kita lakukan setelah sampai di rumah." Bisik Celina menggoda.


Vano langsung terlihat semangat 45.


"Tentu saja, kamu harus tanggung jawab." Balas Vano lagi


Sementara itu, Keyla membuang pandangan ke arah lain. Wajahnya jadi merona melihat adegan panas di layar itu.


Namun, dia dibuat terkejut karna pandangan matanya berhenti pada dua sejoli yang sedang asik berciuman. Menirukan adegan yang sedang mereka tonton.


"Ya ampun.!" Pekik Keyla lirih dengan wajah yang terkejut.


Dion yang melihat sikap aneh Keyla, langsung mengikuti arah tatapan Keyla sebelumnya.


Seketika Dion berdecak kesal. Dia jadi melihat sepasang kekasih yang tidak tau tempat itu.


"Fokus menonton saja, tidak perlu melihat kemana-mana." Tegur Dion ketus.


Keyla menatap heran. Merasa aneh dengan teguran Dion.

__ADS_1


Namun karna tidak mau ambil pusing, Keyla memilih untuk mengangguk saja.


__ADS_2