Pesona Sang Duda

Pesona Sang Duda
Bab 96


__ADS_3

Dion melakukan mobilnya meninggalkan bandara.


Vano duduk disebelah Dion sambil memangku Naura yang tidak mau duduk di jok belakang.


Sementara itu, Leo duduk di jok paling belakang seorang diri. Celina dan Keyla duduk di jok tengah. Keduanya sedang bicara serius. Celina menanyakan apa saja yang dilakukan oleh Naura selama di tinggal 1 minggu.


Walaupun setiap hati menelfon saat masih di Singapura, tapi tetap saja hal seperti ini lebih enak dan leluasa ketika dibicarakan secara langsung.


"Syukurlah kalau Naura tidak berbuat aneh-aneh. Aku takut saja kalau Naura masih suka membuat ulah sama Leo dengan sikap pemaksanya."


Celina selalu was-was selama berada di Singapura. Dalam kondisinya yang tengah mendapatkan perawatan, Celina masih memikirkan Naura yang mewarisi sifat daddynya.


Celina takut Naura dan Leo bertengkar dan ribut setiap hari karna kurang dari pengawasan orang tua mereka. Keduanya lebih banyak di asuh oleh baby sitter lantaran Keyla sudah mulai bekerja. Jadi jika terjadi keributan antara dua bocah kecil itu, kemungkinan tidak ada yang akan memberikan ketegasan pada keduanya.


"Awalnya iya, tapi 3 hari terakhir sudah aman."


"Asal selalu memberi pengertian pada Naura. Lagipula keributan yang terjadi bukan sepenuhnya ulah Naura, Leo juga ikut andil karna penolakan Leo yang akhirnya membuat Naura jadi memaksa.


"Aku sudah sering menasehati Leo, tapi sepertinya dia memang tidak terlalu suka berbaur sama lawan jenis."


Keyla menengok kebelakang untuk melihat Leo. Putranya itu hanya diam tenang sembari melihat pemandangan keluar jendela.


"Aku harap begitu. Asal jangan tidak suka saja dengan Naura, karna aku berfikir untuk menjodohkan mereka berdua." Celina tersenyum simpul. Dia sedikit geli membicarakan hal ini lantaran menyadari jika usia Leo dan Naura masih sangat kecil untuk dibahas tentang perjodohan.


Kehidupan Leo dan Naura masih sangat panjang. Menentukan pilihan masa depan mereka dalam usia yang masih dini bukanlah hal yang tepat.


Karna ketika mereka tumbuh dewasa dan memiliki ruang lingkup pertemanan di luar sana dengan banyak orang, keduanya atau salah satu dari mereka bisa saja menemukan seseorang yang menurut mereka tepat.


Jika sudah seperti itu, maka dipastikan akan ada hati yang terluka atau kecewa.


Celina menang tidak berharap lebih dari keinginannya itu, tapi jika memang suatu saat keduanya ditakdirkan untuk bersama, tentu saja itu akan membuat Celina bahagia.


Setidaknya dia sudah tau persis asal usul dan kepribadian calon menantunya kelak.


Sekalipun Naura hanya anak sambungnya, Celina tetap menginginkan jodoh yang terbaik untuk Naura.


"Menjodohkan mereka.?" Keyla terlihat kaget. Dia tidak masalah kalau Naura menjadi istri Leo suatu saat nanti. Siapa yang tidak bahagia jika mendapatkan menantu secantik Naura. Terlebih, Naura juga sudah dia anggap sebagai putrinya. Hanya saja Keyla masih berfikir logis melihat interaksi keduanya sejak dini.


Jangankan untuk dijodohkan, mereka bahkan sulit untuk disatukan sebagai adik dan kakak.


"Iya."


"Kenapa.? Kak Keyla tidak setuju.?" Celina menatap bingung.


"Bu,,bukan begitu. Tidak masalah kalau mereka saling mencintai saat sudah dewasa kelak, hanya saja terdengar memaksa kalau harus dijodohkan sejak dini."


"Biar saja mereka tubuh dewasa dan mengenal dunia luar. Kalau memang mereka berjodoh, pasti akan bersatu tanpa campur tangan kita."


Keyla mengukir senyum lembut. Dia juga berbicara hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Celina yang sudah memiliki ide untuk menjodohkan Leo dan Naura.


"Ya, Kak Keyla benar."


"Semoga saja mereka berdua berjodoh." Ucap Celina penuh harap.

__ADS_1


"Aamiin,,"


Berbeda dengan para ibu yang membicarakan tentang anak dan perjodohan, Dion dan Vano justru membahas masalah pekerjaan kantor.


Keduanya terlihat serius, saling memberi saran dan mengucapkan ide.


Interaksi yang terlihat antara Dion dan Vano, terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.


Vano juga sudah terlihat santai berbicara dengan Dion, tidak seperti sebelumnya yang selalu kesal bahkan hanya dengan mendengar nama Dion.


Sepertinya kecemburuan Vano terhadap Dion perlahan mulai menipis. Vano terlihat bisa menerima keadaan tentang masalalu Dion dan Celina yang dulu sempat akan menikah.


Memang sudah sepantas Vano tidak menaruh cemburu pada Dion sampai sebesar itu. Karna pada kenyataannya, Celina sudah menjadi istrinya dan sedang mengandung darah dagingnya.


Dion juga sudah bisa menerima hal itu sejak pernikahan Vano dan Celina terjadi.


Begitu sampai di rumah, Celina langsung bergegas turun. 1 minggu meninggalkan rumah membuatnya rindu dengan suasana yang menenangkan.


"Makasih Bro.! Ayo masuk." Ajak Vano pada Dion.


"Aku harus pulang, lain kali saja." Tolak Dion halus.


"Baiklah, aku duluan." Vano menepuk pundak Dion, lalu beranjak dari sana sembari menggandeng anak dan istrinya.


"Aku kedalam dulu kak." Pamit Celina pada Keyla yang sama - sama masih berdiri disamping mobil dengan Dion dan Leo.


"Makasih kak Dion, hati-hati di jalan."


Kepergian keluarga kecil itu mendapat tatapan penuh arti dari Keyla. Keharmonisan rumah tangga Celina dan Vano membuat Keyla merasa iri sekaligus sedih. Dia selalu mengingat kebelakang dan akan selalu disertai dengan penyesalan.


Jika dulu dia tidak meninggalkan Dion, mungkin sampai saat ini keluarga kecilnya akan harmonis seperti mereka.


"Leo,,," Dion berjongkok didepan Leo dengan memegang kedua bahunya.


"Papa pulang dulu."


Leo langsung kesal mendengar Dion pamit pulang. Ini yang Dion khawatirkan, sudah beberapa hari terakhir Leo selalu melarangnya pulang setiap kali singgah kerumah Celina untuk menemui putranya itu. Bahkan yang lebih parahnya lagi, Leo meminta untuk tidur bertiga dalam ranjang yang sama.


Dan itu pernah terjadi 1 kali dalam seminggu ini.


Beruntung saat itu Leo cepat tertidur dan membuat Dion bisa cepat-cepat meninggalkan rumah Celina.


Entah apa yang terjadi jika Leo terus terjaga sepanjang malam dan membiarkan mantan suami istri itu berada diatas ranjang yang sama.


"Leo tidak mau makan kalau Papa lulang.!" Ancam Leo dengan wajah cemberut. Dia selalu mengancam ingin mogok makan.


Itu pernah terjadi saat Dion memilih pulang. Setelah itu dia mendapat telfon dari Keyla kalau Leo tidak mau makan sama sekali.


"Papa banyak pekerjaan, Papa janji besok datang lagi kesini dan bawa mainan baru untuk Leo."


Dion berusaha membujuk, tapi Leo semakin menatap kesal.


"Leo,, Leo tidak boleh sepeti itu." Ucap Keyla lembut.

__ADS_1


"Papa hanya pulang sebentar, besok datang lagi."


Leo menggelengkan kepalanya.


"Jangan pulang, Leo mau tidur sama Papa dan Mama." Rengeknya dengan tatapan sendu.


Tidak tega melihat kesedihan diwajah Leo, akhirnya Dion menuruti keinginan Leo.


Senyum dan keceriaan seketika menyelimuti wajah Leo. Dia langsung mengajak Mama dan Papanya masuk kerumah.


"Kak Dion tidak jadi pulang.?" Tanya Celina yang melihat mereka masuk ke ruang keluarga dan menghampirinya.


"Leo mau tidur sama Mama dan Papa." Sahut Leo cepat.


Kepanikan langsung menyelimuti wajah Keyla dan Dion, terlebih melihat tatapan Celina dan Vano yang seolah berfikir macam - macam.


"Jadi selama 1 minggu ini kalian,,,,


Ucapan Celina terputus karna Keyla langsung memotongnya.


"Tidak, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku dan Dion tidak tidur bersama." Sangkal Keyla sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.


Melihat kepanikan diwajah Keyla dan Dion, Celina justru mengulas senyum jajahil.


"Tidur bersama juga tidak masalah. Asal jangan lupakan pengaman, nanti Leo kaget dapat adik mendadak." Celetuk Celina dengan menahan tawa.


"Sayang.!" Tegur Vano dengan lirikan tajam.


Celina menyengir kuda.


"Hehe,"


"Jadi ingin tidur bertiga, ayo Naura ke kamar Mommy." Celina beranjak dari duduknya sembari menggandeng tangan Naura.


"Daddy mau ikut tidur tidak.?" Tawar Celina dengan nada menggoda. Dia mengajak Vano, tapi tatapan matanya mengarah pada Keyla dan Dion yang sedang menahan malu.


"Ehhemm,, kami ke atas dulu."


Vano beranjak dan bergegas mengikuti Celina.


...****...


...Info jangan di skip...


Bab selanjutnya bakal dibuat flashback cerita Dion dan Keyla 1 minggu yang lalu pas Celina sama Vano di Singapura.


Jadi nanti beberapa bab kedepan bakal fokus sama cerita Dion Keyla.


Sampai disini pada bosen nggak sih.?


Niatnya pengen cepet-cepet ditamatin, soalnya takut pada bosen bacanya.


Komen yah,, pada bosen apa nggak😊

__ADS_1


__ADS_2